Reurbanisasi Marak Saat Pandemi Covid-19, BKKBN Ungkap Dampaknya Bagi Pedesaan

M. Reza Sulaiman

Senin, 11 Juli 2022 | 22:18 WIB
Reurbanisasi Marak Saat Pandemi Covid-19, BKKBN Ungkap Dampaknya Bagi Pedesaan
Ilustrasi pandemi Covid-19. (Pixabay/cromaconceptovisual)

Suara.com - Reurbanisasi menjadi dampak pandemi Covid-19 yang jarang dibicarakan. Apa pengaruh fenomena ini bagi pedesaan?

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengatakan pandemi membuat penduduk desa yang pergi ke kota datang kembali ke desa.

“Ini adalah sebuah fenomena, tapi kalau kita lihat kemarin, kita bicara COVID-19 ya, ada yang jelek dan ada yang bagus. Yang bagus adalah karena tidak ada pekerjaan di kota, mereka kembali ke desa dan ternyata di desa itu peluangnya lebih banyak,” kata Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto.

Ia mengatakan terjadinya fenomena reurbanisasi disebabkan karena tidak banyak pekerjaan yang bisa dilakukan oleh penduduk di kota sejak terjadinya pandemi COVID-19. Begitu kembali ke desa, mereka justru menyadari lebih banyak potensi yang dapat dikembangkan dan berpeluang menciptakan lowongan kerja yang baru.

Seperti adanya desa wisata misalnya, penduduk yang kembali ke desa mengembangkan wisata itu hingga mampu mendapatkan gaji yang dapat dikatakan hampir sama dengan pekerjaan yang mereka lakukan di kota.

Menurut dia pada mulanya para pemuda desa pergi ke kota hanya untuk mengasah bakatnya dan mencari pengalaman baru untuk belajar. Namun, adanya bantuan pemerintah seperti dibukanya SMK atau pelatihan kerja melalui balai-balai di desa mengubah persepsi mereka untuk melihat peluang desa lebih luas.

Ia menambahkan fenomena tersebut harus dimanfaatkan agar pergerakan penduduk berkualitas dapat merata sampai ke tingkat desa. Apalagi dengan adanya prediksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di mana dunia akan memiliki delapan miliar penduduk pada bulan November 2022 mendatang.

Setiap individu yang dimiliki oleh negara harus disiapkan tidak hanya dalam aspek kesehatan sejak masa kanak-kanak melainkan kemampuannya sehingga bisa mengisi setiap kekosongan dalam pemetaan demografi sesuai dengan karakternya masing-masing.

“Makanya harus ada semacam rekayasa teknologi kependudukan, melalui keluarga berkualitas tadi bukan melulu keluarga berencana tapi juga berkualitas,” katanya.

baca juga

Selain mengembangkan daerah asal, penduduk yang berdaya saing dan berkualitas, penduduk yang produktif dapat mendorong pembangunan bangsa, sehingga beban negara dapat berkurang. Utamanya dalam menghadapi jumlah lansia yang terus meningkat dari 7,59 persen pada tahun 2010 menjadi 9,78 persen pada tahun 2020.

Di sisi lain, negara juga harus membangun kehidupan lansia yang tangguh, mandiri dan bahagia. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah peningkatan status kesehatan penduduk lansia penyediaan infrastruktur yang memadai sesuai kebutuhan lansia, keterampilan penduduk lansia, dan keterbukaan lapangan kerja yang sesuai dengan kondisi lansia.

Ia menekankan setiap peluang yang ada baik dalam memetik bonus demografi ataupun pengembangan penduduk berkualitas harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Pembangunan kualitas tidak boleh hanya terpaku pada satu kelompok dalam masyarakat, tapi harus secara menyeluruh.

“Kalau prioritas harus ada yang diperhatikan, seperti sekarang ini kan soal stunting, karena itu masa depan anak ke depan. Jadi memang fokus kami ada di situ, tapi jangan lupakan selain usia produktif harus ditingkatkan kualitasnya, yang menuju lansia juga harus disiapkan, supaya mereka menjadi lansia tangguh,” demikian Bonivasius Prasetya Ichtiarto. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Laboratorium Sedusun: Saat Anak Muda Pilih Pulang dan Bangun Desa

Kisah Laboratorium Sedusun: Saat Anak Muda Pilih Pulang dan Bangun Desa

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:50 WIB

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Tinggalkan Hiruk Pikuk Kota, Mengapa Anak Muda Pulang ke Desa?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 13:59 WIB

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Jogja dan Mitos Slow Living: Ketika Kota Santai Harus Tegang Mengejar Hidup

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat

Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat

News | Senin, 27 Juli 2026 | 16:23 WIB

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud

Bri | Rabu, 22 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal

Dilema Anak Muda RI: Tetap Ingin Menikah tapi Tercekik Beban Ekonomi dan Rumah Mahal

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:55 WIB

Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi

Mendagri Ingatkan Pentingnya Pengelolaan Perkotaan di Tengah Isu Urbanisasi

News | Senin, 20 April 2026 | 15:32 WIB

Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran

Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran

Foto | Senin, 06 April 2026 | 17:35 WIB

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

Serbuan Perantau Pasca Lebaran: Jakarta Masih Jadi Ladang Emas atau Jebakan Kemiskinan?

News | Rabu, 01 April 2026 | 11:17 WIB

Terkini

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Langkah Kecil untuk Tumbuh Sehat, Kilang Plaju Dukung Gizi Anak Sungai Rebo

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Free Kick Dean James Robek Gawang Thailand, Iklas Sanron Samakan Kedudukan

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Masih Ingat Sepatu Bata? Begini Perjalanan Brand Ini Selama 95 Tahun di Indonesia

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×