Apakah Cairan Precum Bisa Bikin Hamil? Begini Penjelasannya

Senin, 18 Juli 2022 | 19:55 WIB
Apakah Cairan Precum Bisa Bikin Hamil? Begini Penjelasannya

Suara.com - Bagi beberapa pasangan, ketika melakukan hubungan seksual meskipun tidak menginginkannya sering kali berakhir dengan kehamilan. Padahal, saat melakukan seks tidak mengeluarkan sperma di dalam vagina.

Kondisi seperti ini sendiri, rupanya dapat terjadi karena cairan precum yang dikeluarkan saat melakukan hubungan seksual.

Melansir laman Parents, precum sendiri merupakan cairan atau lendir sebelum sperma keluar. Cairan yang satu ini sendiri mengandung protein dan enzim serta berfungsi menyeimbangkan pH sehingga sperma dapat bertahan hidup di vagina.

Selain itu, cairan precum sendiri juga difungsikan sebagai pelumas alami saat sedang berhubungan seksual dengan pasangan.

ilustrasi hamil.[freepik.com/jcomp]
ilustrasi hamil.[freepik.com/jcomp]

Selain itu, Ginekolog dan Direktur Keluarga Berencana di UC Davis Health,  Mitchell Creinin, M.D. mengatakan, precum sendiri keluar secara tidak sadar. Oleh karena itu, pria tidak merasakan sensasi yang luar biasa seperti saat ejakulasi.

Lalu apakah precum mengandung sperma?

Pada dasarnya cairan precum tidak mengandung sperma. Namun, pada beberapa kasus terdapat sperma yang juga terbawa oleh precum. Hal tersebut yang membuat precum mengandung sperma di dalamnya.

Dalam sebuah studi tahun 2013 yang dilakukan pada jumlah sperma precum pada 27 pria menemukan, sekitar 41 persen pria memiliki sperma di precum mereka. Rupanya terdapat 37 persen di antaranya adalah memiliki sperma motil (sehat).

Studi serupa tahun 2016 tentang jumlah sperma di precum mengungkapkan, ditemukannya sperma sehat pada sekitar 17 persen pria. Meskipun demikian, kondisi ini juga masih diteliti lebih lanjut untuk memastikan kebenarannya.

Baca Juga: BEN Sang Penyanyi dan Penulis Lagu Dikabarkan Kini Tengah Mengandung

Untuk itu, pada pasangan yang memang belum berniat memiliki bayi, dapat berisiko hamil ketika melakukan hubungan seksual tanpa pengaman (kondom).

Dokyer Creinin juga mengungkapkan, kondisi ejakulasi juga harus segera ditarik jauh sebelum sperma keluar. Hal ini karena ketika proses penarikan penis dekat dengan waktu ejakulasi memliki risiko yang lebih tinggi untuk wanita menjadi hamil.

Selain itu, precum sendiri tidak dapat dikontrol. Banyaknya cairan precum sendiri juga tergantung dengan tingkat gairah yang dimiliki pria tersebut. 

Oleh karena itu, salah satu cara ampuh untuk mencegah kehamilan yang aman yaitu menggunakan alat pengaman saat berhubungan seks.

Dengan begitu, baik cairan precum maupun saat ejakulasi tidak ada sperma yang masuk ke dalam vagina dan berpotensi membuat hamil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI