8 Budaya Digital yang Sebaiknya Dihindari, Warganet Mesti Tahu

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 06 September 2022 | 10:16 WIB
8 Budaya Digital yang Sebaiknya Dihindari, Warganet Mesti Tahu
Ilustrasi media sosial (unsplash).

Suara.com - Pandemi Covid-19 tahun 2020 membawa perubahan besar dalam kehidupan. Salah satunya berpindahnya sebagian kehidupan manusia menuju dunia tanpa batas, dunia digital.

Perubahan yang mendadak ini  ini telah mengguncang ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat abad 21. Berbagai berkah dan bencana di ruang digital silih berganti menghampiri seluruh masyarakat. 

"Jumlah penduduk Indonesia 277 juta namun jumlah gawainya 370 juta, sehingga lebih banyak. Adopsi digital sangat luar biasa, namun jika adopsi ini tidak disertai dengan budaya digital maka tidak sepenuhnya dunia digital ini bisa menbawa berkah justru bisa mendatangkan bencana," ujar Tenaga Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika, Devie Rahmawati saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok pendidikan di wilayah DKI/Jakarta Banten, dalam keterangannya baru-baru ini. 

Ilustrasi media sosial.[Pixabay.com/MarieXMartin]
Ilustrasi media sosial.[Pixabay.com/MarieXMartin]

Dari penelitiannya mengenai karakteristik budaya masyarakat digital, setidaknya ada 8 budaya yang dinilai tidak sehat, seperti budaya palsu mengedepankan hidup yang gaya, tidak membumi, budaya tanpa privasi, merasa bising dalam sepi, budaya lemah hati atau mudah baper, tinggi hati karena pamer, budaya haus apresiasi, serta budaya sensasi dan kontroversi. 

Devie juga menyebut karakteristik masyarakat masa kini sangat banjir informasi. Jika dulu untuk melakukan riset saja harus pergi ke berbagai kampus dan dicatat semua informasi yang didapat.

Lebih jauh ia menjelaskan makna literasi digital sebagai ruang digital yang penggunanya mampu memanfaatkan berkahnya dan menghindari bencana. 

Sesederhana itu agar lebih mudah dipahami, bermedia digital sebenarnya dapat mengikuti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Bagaimana dapat menerima segala perbedaan yang ada. Dengan semakin cakap digital masyarakat, maka dampaknya akan membuat masyarakat semakin produktif memanfaatkan sumber daya digital. 

Program Makin Cakap Digital didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok pendidikan di wilayah DKI Jakarta/Banten merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. 

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buka Bisnis Online Bagi Pemula, Lakukan 9 Poin Penting Ini

Buka Bisnis Online Bagi Pemula, Lakukan 9 Poin Penting Ini

Sumedang | Senin, 05 September 2022 | 23:54 WIB

Perluas Layanan Perbankan Digital di Jawa Barat, Bank DKI Gandeng BPR Syariah HIK Parahyangan

Perluas Layanan Perbankan Digital di Jawa Barat, Bank DKI Gandeng BPR Syariah HIK Parahyangan

Jakarta | Senin, 05 September 2022 | 23:08 WIB

BTN Gandeng BSSN Maksimalkan Keamanan Transaksi Digital

BTN Gandeng BSSN Maksimalkan Keamanan Transaksi Digital

News | Senin, 05 September 2022 | 15:09 WIB

Terkini

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

×