Wajib Tahu, Ini 3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 14 September 2022 | 10:15 WIB
Wajib Tahu, Ini 3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja
3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja. (Dok: Maverick Indonesia)

Suara.com - Generasi Z atau disebut gen Z dianggap punya karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama kaitannya dengan dunia kerja. Seperti diketahui, hasil Sensus Penduduk 2020 menunjukkan penduduk Indonesia didominasi generasi Z (gen Z) sebanyak 74,93 juta atau 27,94 persen dari total penduduk Indonesia.

Sementara itu, generasi Milenial yang digadang-gadang menjadi motor pergerakan masyarakat saat ini, jumlahnya berada sedikit di bawah gen Z, yaitu sebanyak 25,87 persen dari total penduduk Indonesia. 

Melansir Forbes, diperkirakan pada 2025 mendatang, gen Z akan membentuk lebih dari 27 persen dari total angkatan kerja di seluruh dunia. Ini artinya, keberadaan gen Z memegang peranan penting dalam menggerakkan perekonomian.

3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja. (Dok: Maverick Indonesia)
3 Cara Efektif Kelola Talenta Gen Z di Dunia Kerja. (Dok: Maverick Indonesia)

Dalam keterangannya, Direktur Operasional Maverick Indonesia, Karina Prameswari,  mengatakan jika sebelumnya perusahaan telah terbiasa dengan kehadiran generasi Milenial yang memiliki karakteristik cukup berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kini perusahaan perlu kembali beradaptasi dengan kehadiran karyawan gen Z yang telah memasuki usia produktif dan siap berkompetisi di dunia kerja.

Maverick Indonesia sendiri, ialah sebuah perusahaan konsultan komunikasi independen, yang tahun ini menjadi satu-satunya konsultan komunikasi Indonesia yang masuk nominasi Best Places To Work Asia Pasifik oleh PRWeek dan Campaign Asia dan Provoke Best PR Agency To Work Asia Pasifik, 

“Di lingkungan kerja, kami mengamati karyawan gen Z memang memiliki cara pandang yang berbeda dalam menjawab tantangan kerja dan saat berinteraksi dengan sesama. Mereka memiliki keunikan tersendiri seperti lebih mengutamakan value dan work experience yang didapat di tempat kerja, lebih berani berdialog dengan atasan, dan relatif memiliki penguasaan teknologi serta kreativitas yang lebih,” ujar Karina.

Karakter yang dimiliki gen Z tersebut adalah fondasi yang baik bagi mereka untuk sukses di dunia kerja. Bagi perusahaan, mereka juga berpotensi menjadi talenta yang berharga untuk kemajuan perusahaan apabila dibina dengan baik. 

Karina punya startegi khusus untuk membantu gen Z mencapai kemampuan maksimal mereka agar dapat berkontribusi optimal kepada perusahaan. Berikut ini tipsnya. 

1. Pastikan bahwa perusahaan memiliki purpose 

baca juga
Ilustrasi Gen Z / Generasi Z (123rf)
Ilustrasi Gen Z / Generasi Z (123rf)

Menurut artikel yang ditulis oleh Forbes, gen Z dan milenial ingin bekerja dengan perusahaan yang memiliki sebuah tujuan sosial dan tidak hanya sekadar meraup profit. Mereka ingin apa yang mereka lakukan memiliki dampak kepada lingkungan, isu sosial, dan hal positif lainnya. 

“Dalam beberapa kesempatan mewawancarai calon karyawan baru, banyak yang menyampaikan pentingnya bergabung dengan perusahaan yang memiliki tujuan positif untuk berkontribusi di masyarakat. Oleh karena itu perusahaan perlu memiliki tujuan sosial yang jelas dan tulus agar dapat menarik gen Z yang juga mencari perusahaan dengan value dan purpose yang selaras dengan mereka,” ujar Karina.

Maverick sendiri memiliki MavGood, sebuah unit bisnis sosial yang bertujuan membantu organisasi nirlaba dan bisnis sosial meningkatkan kemampuan mereka dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan di Indonesia. “Inisiatif positif perusahaan seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi gen Z karena mereka dapat bekerja sambil berkontribusi secara sosial,” ucap Karina. 

2.  Sediakan kesempatan pengembangan diri dan berikan dukungan di setiap jenjang karier

Kesempatan pengembangan diri di suatu perusahaan menjadi salah satu daya tarik bagi karyawan gen Z. Tumbuh besar di tengah perkembangan teknologi informasi membuat gen Z selalu penasaran terhadap hal-hal baru. Tidak heran jika generasi ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga selalu memiliki motivasi untuk terus mengembangkan diri. 

“Di Maverick kami memiliki program pelatihan menyeluruh yang memfasilitasi karyawan untuk mengembangkan potensi diri masing-masing, antara lain melalui insentif untuk melakukan kursus tertentu, practice group untuk mengasah kemampuan di bidang komunikasi tertentu, hingga Accelerated Growth Program yang merupakan kaderisasi untuk karyawan yang potensial untuk menjadi leader di Maverick melalui pelatihan dan mentoring yang intensif,” papar Karina. 

Perusahaan juga bisa mendukung pengembangan diri karyawannya dengan mendukung kegiatan pengembangan diri yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. “Di Maverick, staf yang telah bekerja lebih dari satu tahun dapat memanfaatkan Dana Pengembangan Pribadi (Personal Development Fund) senilai satu bulan gaji untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan diri yang tidak berhubungan dengan pekerjaan. Kami percaya pengalaman yang mereka dapatkan dari traveling dan melakukan hobi mereka akan membawa dampak positif juga bagi perusahaan,” jelas Karina. 

Untuk membantu karyawan baru beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan pekerjaan, perusahaan juga bisa mencoba menginisiasi buddy system selama tahapan orientasi. Dalam pelaksanaanya, seorang karyawan akan ditunjuk untuk mendampingi seorang karyawan baru untuk lebih mengenal budaya perusahaan di perusahaan dan membantunya merasa nyaman dengan pekerjaan dan lingkungan barunya. 

Selain mempertemukan karyawan baru dan lama, buddy system juga dapat membuat batasan senior dan junior atau beda generasi tak lagi terlalu berjarak.

3. Memberikan fleksibilitas sewajarnya dan mendorong work life balance

Survei The Deloitte Global 2022 Gen Z and Millennial mengungkap bahwa Gen Z dan milenial menginginkan fleksibilitas dalam cara dan waktu mereka bekerja. Mereka ingin perusahaan menawarkan jam kerja yang fleksibel yang dinilai penting untuk mencapai keseimbangan kerja.

“Apabila ada sistem yang jelas dan akuntabel, perusahaan dapat mengupayakan memberikan sistem jam kerja yang fleksibel dan fleksibilitas bekerja dari rumah bagi karyawannya sambil tetap menjaga produktivitas,” ujar Karina.

Maverick sendiri mengadopsi sistem kerja hybrid di mana karyawan memiliki keleluasaan untuk bekerja dari rumah, namun tetap diminta untuk datang ke kantor minimal dua kali seminggu, sehingga mereka dapat berinteraksi langsung dengan rekan kerja, menghadiri sesi pelatihan atau rapat penting secara offline. Karyawan dapat menentukan sendiri hari dan waktu kedatangan mereka ke kantor.

Karina menjelaskan, “Kebijakan tersebut disambut baik oleh karyawan kami karena mereka merasa dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan mereka tanpa harus selalu berada di ruangan yang sama dengan tim atau atasannya.”

Bagi gen Z, work-life balance dan kesehatan mental adalah faktor-faktor penting yang dapat membuat mereka bekerja dalam jangka waktu yang lebih lama pada suatu perusahaan, dibandingkan faktor-faktor penunjang lainnya. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendukung budaya work-life balance di perusahaan. Salah satunya adalah dengan memastikan beban kerja sesuai dengan kompetensi dan level karyawan. 

Dalam mengoptimalkan talenta gen Z, perusahaan juga perlu memberikan waktu istirahat yang cukup bagi karyawannya agar mereka bisa berkontribusi secara optimal.

Kebijakan-kebijakan seperti memberikan seminggu sekali hari tanpa rapat, memberlakukan periode hening tanpa komunikasi di jam-jam tertentu, memberikan cuti tambahan atau kesempatan untuk selesai bekerja lebih awal pada waktu-waktu tertentu, dan menyediakan psikolog yang dapat diakses secara gratis oleh karyawan bisa menjadi pertimbangan bagi perusahaan untuk menjaga kesehatan mental karyawan, terutama gen Z. 

“Kami secara konsisten melakukan dan terus memperbaiki berbagai kebijakan yang mendukung work-life balance untuk seluruh karyawan. Bagi Maverick, merawat kesehatan fisik dan mental karyawan adalah kunci untuk memajukan bisnis,” tutup Karina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bekerja dari Rumah Membuat Sebagian Orang Bisa Keliling Dunia

Bekerja dari Rumah Membuat Sebagian Orang Bisa Keliling Dunia

Lifestyle | Senin, 12 September 2022 | 17:15 WIB

Mengenal Quiet Quitting, Istilah di Dunia Kerja yang Ramai Dibicarakan

Mengenal Quiet Quitting, Istilah di Dunia Kerja yang Ramai Dibicarakan

Lifestyle | Senin, 12 September 2022 | 11:03 WIB

5 Soft Skill yang Sangat Dibutuhkan di Dunia Kerja, Wajib Dikuasai

5 Soft Skill yang Sangat Dibutuhkan di Dunia Kerja, Wajib Dikuasai

Your Say | Senin, 12 September 2022 | 10:02 WIB

Terkini

Daftar Tanggal Merah Juli 2026, Catat Jadwal Libur dan Hari Penting Sepanjang Bulan

Daftar Tanggal Merah Juli 2026, Catat Jadwal Libur dan Hari Penting Sepanjang Bulan

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:18 WIB

Beda Skin Tint dan Tinted Moisturizer, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Beda Skin Tint dan Tinted Moisturizer, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu?

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

4 Shio yang Bernasib Baik 30 Juni 2026, Bawa Perubahan Positif dan Impian Terwujud

4 Shio yang Bernasib Baik 30 Juni 2026, Bawa Perubahan Positif dan Impian Terwujud

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:43 WIB

Tips Liburan Hemat dan Seru Bersama Keluarga di Resor Mewah Macau

Tips Liburan Hemat dan Seru Bersama Keluarga di Resor Mewah Macau

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 21:25 WIB

Liburan Sekolah Makin Seru! Intip Keseruan Dunia 'Minions & Monsters' yang Hadir di Jakarta

Liburan Sekolah Makin Seru! Intip Keseruan Dunia 'Minions & Monsters' yang Hadir di Jakarta

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 21:04 WIB

Sumur Bor Kedalaman 20 Meter Pakai Pompa Air Apa? Segini Biaya yang Perlu Kamu Siapkan

Sumur Bor Kedalaman 20 Meter Pakai Pompa Air Apa? Segini Biaya yang Perlu Kamu Siapkan

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 19:05 WIB

Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 18:20 WIB

Kenapa Cushion Cepat Oksidasi? Ini Penyebab dan 3 Rekomendasi untuk Makeup Anti Kusam

Kenapa Cushion Cepat Oksidasi? Ini Penyebab dan 3 Rekomendasi untuk Makeup Anti Kusam

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 18:03 WIB

6 Shio yang Gampang Dapat Keberuntungan, Anak Emas Alam Semesta

6 Shio yang Gampang Dapat Keberuntungan, Anak Emas Alam Semesta

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

4 Lipstik Wardah di Alfamart dengan Formula Transferproof hingga Foodproof

4 Lipstik Wardah di Alfamart dengan Formula Transferproof hingga Foodproof

Lifestyle | Senin, 29 Juni 2026 | 16:10 WIB

×