4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Farah Nabilla Suara.Com
Rabu, 12 Oktober 2022 | 14:25 WIB
4 Bahan Berbahaya di Dalam Mie Instan Selain Etilen Oksida, Bisa Tingkatkan Risiko Kanker
ilustrasi Mie Instan. (Istimewa)

Suara.com - Penarikan mie instan Sedaap di banyak tempat di Malaysia menjadi perhatian publik. Pasalnya, pemerintah Malaysia menyoroti adanya kandungan etilen oksida yang merupakan senyawa karsinogen dan diduga menjadi senyawa pemicu kanker.

Penarikan produk ini juga dilakukan oleh 2 negara lainnya, yaitu Singapura dan Hongkong yang menarik Mie Sedaap varian Korean Spicy dari peredaran.

Untuk itu, kita sebagai konsumen wajib untuk mewaspadai dan menilik lebih dalam soal kandungan yang terdapat dalam mie instan yang sering kita jumpai di pasaran. Lalu, apa saja bahan bahan yang berbahaya di dalam mie instan? Simak selengkapnya.

1. MSG (Mono Sodium Glutamat)

Penggunaan MSG di dalam makanan memang sering kita temui di banyak proses pengolahan makanan. Zat yang memberikan rasa "gurih" di dalam mie instan ini ternyata menyimpan banyak bahaya jika dikonsumsi terus menerus.

Menyadur dari Medical Journal of Lampung University, ada beberapa bahaya yang dapat ditimbulkan oleh MSG, seperti gangguan jantung, neurologis, pernafasan, saluran cerna, otot, saluran genital dan kemih, kulit, dan penglihatan, gejala yang ditimbulkan tersebut disebut sebagai MSG kompleks sindrom.

2. Pengawet jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon)

Bahan lain yang sering kita jumpai di dalam mie instan adalah bahan pengawet minyak dan bumbu, yaitu jenis TBHQ (tertiary-butyl hydroquinon). Pengawet jenis ini berfungsi untuk mencegah adanya oksidasi yang timbul karena penyimpanan minyak mie instan, sehingga dapat bertahan lama di pasaran hingga nanti dikonsumsi.

Lagi-lagi, kita wajib mewaspadai konsumsi bahan jenis ini, karena menurut sehatq.com, bahan TBHQ ini dapat meningkatkan resiko kanker dan pemicu tumor, bahkan antioksidan ini dapat menyebabkan banyak gangguan pada penglihatan.

Baca Juga: Mie Sedaap Ditarik di Luar Negeri, BPOM RI: Produk di Hong Kong dan Singapura Berbeda dengan di Indonesia

3. Kandungan natrium/sodium yang tinggi

Rasa gurih dan nikmat dari mie instan juga dipengaruhi oleh kandungan natrium dan sodium yang cukup tinggi, yaitu sekitar 800 mg perbungkus, padahal kebutuhan natrium perhari untuk manusia dewasa hanya berkisar 2.100-2.400 mg.

Kandungan natrium yang tinggi ini dapat menyebabkan peningkatan volume darah, sehingga memerlukan ruang lebih luas dalam pembuluh darah. Tekanan terhadap pembuluh darah menyebabkan tekanan darah meningkat. 

4. Kandungan nipagin

Kandungan lainnya yang sering digunakan di dalam mie instan adalah kandungan nipagin. Penggunaan nipagin sendiri di Indonesia telah diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan yang mengizinkan penggunaan nipagin dalam kecap dengan batas maksimum 250 mg/kg. Namun, konsumsi nipagin yang berlebihan dapat menimbulkan reaksi alergi pada mulut dan kulit.

Kontributor : Dea Nabila

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI