Bisakah Wadah Biodegradable Jadi Solusi Tekan Sampah Plastik Saat Tanam Pohon?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 01 Desember 2022 | 09:23 WIB
Bisakah Wadah Biodegradable Jadi Solusi Tekan Sampah Plastik Saat Tanam Pohon?
Ilustrasi Pahlawan Lingkungan (unsplash)

Suara.com - Sampah plastik hingga kini masih menjadi masalah bagi Indonesia. Banyak cara dilakukan oleh berbagai pihak untuk bisa menekan penggunaan plastik.

Salah satunya seperti dilakukan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK) yang menyelenggarakan kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon dengan wadah tanam ramah lingkungan Foopak Bio Natura.

Kegiatan ini juga dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2022 yang jatuh pada tanggal 28 November 2022 lalu.

Kegiatan penanaman yang dilakukan di Rusun Nagrak Cilincing Jakarta Utara ini menggunakan wadah tanam non plastik yang merupakan salah satu inovasi produk dari APP Sinar Mas, Foopak Bio Natura. Dengan memanfaatkan Foopak Bio Natura, selain biodegradable atau larut dalam tanah dalam waktu maksimal 12 minggu, juga dapat berfungsi sebagai kompos.

Ilustrasi lingkungan hidup. (pexels.com)
Ilustrasi lingkungan hidup. (pexels.com)

Deputy Director of Corporate Strategy & Relations APP Sinar Mas Iwan Setiawan dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan penanaman pohon ini mendukung upaya Pemerintah memitigasi perubahan iklim sekaligus mengkampanyekan pengurangan sampah plastik di masyarakat, serta bisnis owner.

"Dengan memanfaatkan Foopak Bio Natura ini sebagai media tanam merupakan upaya kami dalam mengkampanyekan produk berbahan kertas yang biodegradable, compostable, recyclable dan bebas plasik. Sehingga dapat menjadi salah satu solusi permasalahan global akibat sampah plastik," ungkap Iwan.

Sekretaris Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 KLHK Sayid Muhadhar dalam sambutannya mengapresiasi upaya yang dilakukan APP Sinar Mas melalui produk Foopak Bio Natura ini, menurutnya produk ini luar biasa karena mudah terurai dalam waktu yang relatif singkat. Sayid juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah mendorong sampah agar mudah direcycle dan terurai kembali, seperti halnya kampanye yang dilakukan Foopak pada kegiatan penanaman pohon hari ini.

Sementara Direktur Rehabilitasi Hutan KLHK Nikolas Nugroho dalam sambutannya mengatakan, "Presiden telah menyampaikan ke kami bagaimana kita mengambil peran terkait serapan emisi karbon. Salah satu poin penting serapan karbon adalah dengan menanam pohon, karena pada proses tumbuhnya pohon akan melakukan serapan karbon yang cukup besar" ungkapnya.

Nikolas juga mengapresiasi kegiatan penanaman pohon yang dilakukan hari ini, menurutnya upaya-upaya kecil dalam skala lokal seperti ini apabila dilakukan secara masif tentunya dampaknya akan luar biasa.

baca juga

Dari mitra bisnis APP Sinar Mas, Direktur PT Glopac Indonesia Dillon Sutandar mengatakan, ke depan permintaan produk-produk ramah lingkungan ini akan naik seiring dengan pengetahuan masyarakat akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik, khususnya untuk penggunaan kemasan makanan & minuman. Sehingga secara tidak langsung dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

“Banyak pengusaha mulai tertarik dengan kemasan yang aman dan ramah lingkungan. Ke depannya, bisnis ini akan menjanjikan seiring dengan edukasi tentang kemasan yang aman untuk makanan dan ramah lingkungan,” ujar Dillon.

Selain itu, dalam mendukung mengatasi dampak dari perubahan iklim, APP Sinar Mas bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membangun Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan berkapasitas 10 juta bibit per tahun yang akann terealisasi tahun 2023.

"Langkah ini juga merupakan dukungan swasta terhadap program pemerintah untuk memenuhi Indonesia’s FoLU Net Sink 2030. Diharapkan tidak hanya dapat mencapai target dalam penurunan emisi gas rumah kaca, namun juga dapat dijadikan momentum untuk mempercepat proses peningkatan kualitas dan penguatan tata kelola lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia," terang Iwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duhh! Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Balitanya di Tuban, Hati-hati..

Duhh! Pohon Tumbang Timpa Ibu dan Balitanya di Tuban, Hati-hati..

Jatim | Rabu, 30 November 2022 | 18:39 WIB

Bisakah Kurangi Penggunaan Plastik Dan Kerusakan Lingkungan Dengan Pendekatan Agama?

Bisakah Kurangi Penggunaan Plastik Dan Kerusakan Lingkungan Dengan Pendekatan Agama?

Lifestyle | Selasa, 29 November 2022 | 19:25 WIB

Serap Emisi 5,5 Juta Ton CO2, PLN Tanam Lebih dari 1,47 Juta Pohon

Serap Emisi 5,5 Juta Ton CO2, PLN Tanam Lebih dari 1,47 Juta Pohon

News | Selasa, 29 November 2022 | 07:08 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×