Venna Melinda Dikabarkan Alami KDRT, Ini yang Sebabkan Lelaki Lakukan Kekerasan Pada Perempuan

Dinda Rachmawati Suara.Com
Senin, 09 Januari 2023 | 15:15 WIB
Venna Melinda Dikabarkan Alami KDRT, Ini yang Sebabkan Lelaki Lakukan Kekerasan Pada Perempuan
Pasangan artis Ferry Irawan dan Venna Melinda berpose sebelum acara resepsi pernikahan mereka di Studio TOHA, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (23/3/2022). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Karakteristik Lelaki yang Lakukan KDRT Terhadap Perempuan
Meskipun tidak ada satu tipe pasti lelaki seperti apa yang sering melecehkan perempuan, dilansir Healthy Place, dalam penelitian lelaki yang melakukan pelecehan memiliki karakteristik tertentu. 

Sebuah penelitian di Universitas Harvard menunjukkan bahwa laki-laki yang menjadi pelaku kekerasan fisik biasanya memiliki karakteristik seperti:

- Memiliki tingkat pendidikan dan IQ yang lebih rendah; menjadi kurang berpikir jernih
- Menjadi lebih neurotik, cemas, gugup, dan defensif
- Menjadi kurang menyenangkan, optimis, dan lebih mudah tersinggung
- Jadi kurang ekstravert, teliti dan terbuka
- Menjadi kurang percaya diri
- Menjadi lebih bersemangat, murung, tergesa-gesa dan egois
- Menjadi lebih otoriter

Ciri-ciri lelaki yang melecehkan perempuan juga menunjukkan bahwa mereka lebih cenderung menyerang saat diprovokasi. Beberapa lelaki bahkan menunjukkan kebanggaan melecehkan perempuan. Komentar penulis studi Harvard:

"Alih-alih malu, mereka tampak bangga ketika berbicara tentang menendang, menggigit, atau menampar istri dan pacar mereka 20 kali atau lebih dalam setahun terakhir."

Apa yang Membuat Lelaki KDRT Pada Perempuan?

Selain karakteristik di atas, lelaki pelaku kekerasan fisik, kemungkinan memiliki keinginan untuk pasangan mereka patuh dan kurangnya kasih sayang kepada orang-orang yang mereka anggap lemah atau lebih rendah. 

Sayangnya, seksisme juga sering muncul dalam situasi ini dan lelaki  menganggap perempuan lemah dan inferior. Jadi, ketika seorang perempuan "melanggar aturan", lelaki tidak merasa menyesal untuk memberikan hukuman keras seperti kekerasan fisik.

Namun, penyebab kekerasan fisik tidak boleh hanya dikaitkan dengan seksisme. Kekuasaan dan kendali adalah motivasi umum untuk pelecehan fisik dan jika seksisme adalah satu-satunya aspek yang menjadi fokus, kemungkinan kekerasan fisik hanya akan diderita oleh kelompok orang lain seperti yang lemah.

Baca Juga: Perjalanan Cinta Ferry Irawan: Tiga Kali Kawin Cerai, Kini Lakukan KDRT ke Venna Melinda

Faktor risiko lain yang meningkatkan kemungkinan kekerasan fisik terhadap perempuan meliputi:

- Penyalahgunaan zat
- Pengangguran
- Stres, kelelahan dan/atau ketidakpuasan
- Sejarah kekerasan
- Gangguan psikologis dan/atau fisik
- Kontrol impuls yang buruk

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI