Sejarah Klenteng Poncowinatan, Kelenteng Tertua di Jogja

Rima Sekarani Imamun Nissa

Rabu, 18 Januari 2023 | 20:00 WIB
Sejarah Klenteng Poncowinatan, Kelenteng Tertua di Jogja
Klenteng Poncowinatan di Kota Yogyakarta. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

Suara.com - Masyarakat Tionghoa di seluruh dunia akan merayakan Tahun Baru Imlek 2574 pada akhir pekan ini. Salah satu kelenteng di Jogja, yakni Kelenteng Poncowinatan, disebut akan menyelenggarakan ibadah secara terbuka dan tanpa ada pembatasan sesuai dengan pencabutan status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah.

Dikutip dari SuaraJogja.id, ada berbagai macam persiapan yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek oleh Klenteng Poncowinatan, seperti membersihkan lingkungan kelenteng dan seisinya. Bagi kamu yang belum mengetahui Kelenteng Poncowinatan dan ingin mengunjunginya untuk beribadah, simak informasinya berikut ini.

Sejarah Kelenteng Poncowinatan

Kelenteng Poncowinatan merupakan kelenteng tertua di Yogyakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1880-an awal. Pembangunan kelenteng ini tidak terlepas dari peran Sri Sultan Hamengkubuwono VII yang menggunakan tanah hibah Keraton Yogyakarta seluas 2.000 meter persegi.

Klenteng ini menghadap ke selatan dengan bangunan berbentuk persegi panjang, dinding terbuat dari bata, tiang berasal dari kayu jati, dan plafon berbahan papan kayu jati. Padasetiap sudut yang melengkung ke atas, terdapat hiasan patung naga.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Kelenteng Poncowinatan dibagi menjadi beberapa ruangan, seperti ruangan suci utama terdapat patung Kwan Tie Koen (Dewa Keadilan), bedug, lonceng, dan alat perlengkapan ibadah lainnya yang dikelilingi ruang-ruang pemujaan dewa atau disebut altar. Terdapat 18 altar yang digunakan sebagai tempat ibadah sesuai dengan dewanya.

Sementara itu, sebelah timur ruang suci utama, terdapat ruang pemujaan yang di dalamnya terdapat patung Fuk Ten Cen Sen (penunggu rumah). Sebelah utara ruang suci utama (belakang), terdapat ruang pemujaan yang berisi patung Dewi Kwan Im (tengah), ruang pemujaan Sidharta Buddha Gautama (di kanan) dan ruang pemujaan Manjusri Bodhisatwa (di kiri).

Dilansir dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kelenteng Poncowinatan ditetapkan sebagai Cagar Budaya melalui Permenbudpar RI No. PM.07/PW.007/MKP/2010.

Bagi kamu yang ingin mengunjungi salah satu kelenteng di Jogja ini, Kelenteng Poncowinatan beralamat di Jalan Poncowinatan No. 16, Jetis, Kota Yogyakarta, hanya 400 meter dari Tugu Jogja.

baca juga

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Klenteng di Semarang, Destinasi Liburan Tahun Baru Imlek

4 Klenteng di Semarang, Destinasi Liburan Tahun Baru Imlek

Lifestyle | Selasa, 17 Januari 2023 | 20:02 WIB

Mengapa Imlek Selalu Hujan? Simak Penjelasan dan Maknanya di Sini!

Mengapa Imlek Selalu Hujan? Simak Penjelasan dan Maknanya di Sini!

News | Selasa, 17 Januari 2023 | 17:29 WIB

Klenteng Hok Tek Tjeng Sin Tak Rayakan Tahun Baru Imlek 2023, Kenapa?

Klenteng Hok Tek Tjeng Sin Tak Rayakan Tahun Baru Imlek 2023, Kenapa?

Lifestyle | Selasa, 17 Januari 2023 | 20:25 WIB

Terkini

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Kebijakan Pengupahan Lindungi Pekerja Tanpa Matikan Usaha

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:17 WIB

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Harga Minyak Turun Tipis Terdorong Lobi Diplomasi AS-Iran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Emiten VICI Perluas Peluang Ekspor ke Jepang

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:04 WIB

×