Pola Asuh Keren Jennifer Bachdim, Berikan Rewards ke Anak Rp50 Ribu Sebulan Usai Lakukan Tugas, Apa Saja Manfaatnya?

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 06 April 2023 | 21:15 WIB
Pola Asuh Keren Jennifer Bachdim, Berikan Rewards ke Anak Rp50 Ribu Sebulan Usai Lakukan Tugas, Apa Saja Manfaatnya?
Jennifer Bachdim dan Irfan Bachdim Urus Anak Tanpa Baby Sitter (Instagram)

Suara.com - Memiliki empat orang anak dan mengurusnya sendiri tanpa pengasuh, membuat Jennifer Bachdim, model dan juga influencer satu ini sering menjadi sorotan publik. Terlebih, wanita 36 tahun tersebut tinggal berjauhan dengan suaminya, pesepakbola Irfan Bachdim

Tak sedikit yang memuji pola asuh Jennifer Bachdim pada anak-anaknya. Baru-baru ini, ia bahkan membuat sahabatnya Jessica Iskandar terkejut, karena memberlakukan rewards (hadiah) pada dua putra putrinya, Kiyomi dan Kenji. 

Dalam video yang beredar di TikTok, Jessica Iskandar menemukan daftar tugas milik Kiyomi dan Kenji saat dirinya main ke kediaman Jennifer Bachdim. Daftar itu berisikan bermacam-macam aktivitas yang dilakukan keduanya. 

Seperti membereskan tempat tidur, menghabiskan sarapan, sikat gigi, memakai pakaian sendiri dan lain sebagainya. Dan, hampir seluruhnya sudah dicheklist oleh dua bocah tersebut. 

"Kenji's Weekly Rewards. Make bed centang, eat breakfast centang, brush tooth centang, get dressed centang, pack school bag centang. Who do this?," tanya wanita yang akrab disapa Jedar pada Kenji.

Jessica Iskandar pun bertanya, apakah Jennifer Bachdim juga ikut mengecek tugas-tugas yang dilakukan anak-anaknya tersebut atau tidak. Mereka pun kompak menjawab ya. Lantas, apa rewards yang didapatkan oleh keduanya setelah menyelesaikan tugas-tugas tersebut?

"And the after that what rewards you get? (Lalu, setelah ini apa hadiah yang kamu dapat?)," tanya Jedar lagi.

Kenji pun menjawab jika dirinya mendapatkan uang senilai Rp50 ribu. Ternyata, Jennifer Bachdim memberikan uang tersebut untuk waktu satu bulan. Menariknya, kata dia, anak-anaknya jarang menggunakan uang tersebut, sebaliknya mereka menabung uang hasil reward darinya. 

Tentu saja cara pengasuhan ini menarik perhatian banyak orang, terutama para ibu di TikTok. Tak sedikit yang memuji Jennifer Bachdim, bahkan terinspirasi untuk mengikutinya di rumah bersama anak masing-masing.

"Tapi emang iya aku fans banget sama dia, beli sendal aja kalo udah kekecilan," kata @snaixxxxxx.

"Bule emang gt sih parentingnya oke. klo liat film barat jg yg digambarkan anaknya dididik mandiri walaupun kaya raya," ungkap @gestxxxxx.

"Sebelum semua ini dimulai, gmn cara ngajarin mereka supaya nurut ya? ga semua anak tertarik duit," tanya @endaxxxxx.

"Keren banget ih. Kalem anak cowonya ga neko2," tambah @amalxxxxx.

Manfaat Membuat Bagan Rewards

Alat bantu visual seperti bagan rewards yang dibuat Jennifer Bachdim sangat bagus untuk mengkomunikasikan kepada anak-anak berapa banyak kemajuan yang telah mereka buat untuk memperkuat perilaku positif dengan gagasan bahwa ini akan dengan senang hati mereka ulang. 

Dilansir TinknStink, bagan rewards bekerja berdasarkan pemahaman dasar bahwa seorang anak akan diberi hadiah karena melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai atau anggap sulit, seperti mengerjakan pekerjaan rumah, mencoba makanan baru, atau tidur tepat waktu. 

Bagan rewards adalah cara ampuh untuk: 

- Mendorong perilaku positif, seperti mengatakan tolong. 

- Mengecilkan perilaku menantang, seperti memukul. 

- Memberi penghargaan kepada anak Anda karena mempraktikkan keterampilan baru, seperti memainkan alat musik. 

Saat memberi penghargaan kepada anak-anak, akan sangat membantu jika mereka tahu persis apa yang diharapkan dari mereka. Penting juga bahwa setiap orang yang memberikan hadiah melakukannya dengan cara yang sama. Ada banyak hal yang bisa Anda puji dari seorang anak. Perilaku positif apa pun yang Anda ingin anak Anda ulangi.

Untuk melakukan hal tersebut, berikut yang bisa Anda perhatikan.

1. Pilih hadiah jangka pendek 

Ada baiknya memilih hadiah jangka pendek yang dapat sering Anda berikan jika anak Anda mendapatkannya, seperti naik sepeda sekeluarga, waktu berdua dengan ibu atau ayah, kesempatan untuk begadang sedikit lebih lama dari biasanya, menonton film malam, atau buku baru atau suguhan kecil. 

2. Perhatikan baik-baik ketika anak Anda berperilaku baik 

Ini menjaga fokus pada mendorong perilaku yang baik. Misalnya, anak Anda mungkin memukul, dan Anda ingin mengubahnya. Anda dapat mencoba mencari waktu dalam sehari ketika anak Anda menjaga tangannya sendiri, dan berikan stiker kesukaannya dua kali lebih banyak untuk ditempel di bagan rewards. Mengakui bahwa Anda bangga pada mereka karena tetap tenang juga akan memberikan penguatan positif. 

3. Berikan rewards secara langsung setelah ia melakukan tugasnya 

Ketika anak langsung mendapat rewards setelah perilaku yang ingin Anda dorong, itu akan memperkuat perilaku ini. Demikian pula, beberapa pujian khusus yang mengingatkan anak mengapa mereka mendapatkan rewards.

Misalnya, 'Selamat menyikat gigi hari ini. Anda menghabiskan dua menit dan bahkan mencapai bagian belakang gigi Anda. Ini bintang untuk bagan Anda'. 

4. Bagaimana jika anak bosan dengan bagan rewards? 

Ini bisa terjadi jika Anda telah menggunakan bagan rewards untuk beberapa waktu. Ada beberapa hal yang dapat Anda coba dalam situasi ini: 

Tawarkan anak Anda pilihan hadiah untuk membelanjakan stikernya. Misalnya, 5 stiker = permainan dengan ibu atau waktu tambahan sebelum lampu padam, 10 stiker = jalan-jalan ke taman atau hadiah kecil. 

Tawarkan anak Anda pilihan perilaku yang baik. Misalnya, 'Apakah Anda ingin merapikan kamar atau menata meja?' Ini memberi anak Anda rasa kendali, yang bisa sangat memotivasi. 

Beri anak Anda banyak pujian untuk perilaku yang baik. Ini bisa termasuk pujian nonverbal. Misalnya, acungan jempol, senyuman, dan tos adalah cara ampuh untuk menunjukkan bahwa Anda terkesan dengan perilaku anak Anda. 

Kejutkan anak Anda dengan hadiah sesekali untuk perilaku yang baik. Misalnya, 'Terima kasih telah menyimpan mainan Anda di kotak yang tepat – ayo pergi ke taman untuk merayakannya'. 

5. Tetap positif 

Perilaku negatif akan terjadi, tidak ada yang bisa sempurna sepanjang waktu. Anak-anak terkadang tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan perilakunya, jadi cobalah untuk fokus pada hal yang baik.  

Sebaiknya lanjutkan jika anak Anda tidak mendapatkan bintang. Selain itu, jangan menghukum anak Anda dengan mengatakan, "Saya akan mengambil satu bintang" atau "Jika kamu terus melakukan itu, kamu tidak akan mendapatkan satu bintang pun!." 

Dorong anak Anda untuk terus mencoba. Jika mereka kadang-kadang melewatkan sasarannya, ingatkan mereka bahwa mereka selalu dapat mencoba lagi keesokan harinya. 

6. Melewati garis finish

Ketika anak Anda mencapai akhir bagan mereka dan telah bagus atau mempelajari keterampilan baru mereka, hadiah pertama mereka harus menjadi pujian dan kegembiraan Anda atas kemajuan yang telah mereka buat. Tunjukkan pada mereka betapa bangganya Anda atas apa yang telah mereka capai!  

Saat mereka siap, mereka dapat mengklaim hadiah utama mereka—apa pun yang benar-benar mereka inginkan saat Anda pertama kali memulai bagan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Mengancam Anak Untuk Disiplin, Kenali 6 Dampak Negatifnya

Sering Mengancam Anak Untuk Disiplin, Kenali 6 Dampak Negatifnya

Your Say | Senin, 03 April 2023 | 16:25 WIB

Menakjubkan! Jennifer Bachdim Mendidik 4 Anaknya Tanpa Bantuan Babysitter

Menakjubkan! Jennifer Bachdim Mendidik 4 Anaknya Tanpa Bantuan Babysitter

| Minggu, 02 April 2023 | 10:46 WIB

Pola Asuh Moana Sering Dikritik Warganet, Ini Penjelasan Ria Ricis

Pola Asuh Moana Sering Dikritik Warganet, Ini Penjelasan Ria Ricis

| Sabtu, 01 April 2023 | 15:30 WIB

Terkini

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:41 WIB

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 09:11 WIB

Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?

Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:55 WIB

Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas

Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:43 WIB

16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang

16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:41 WIB

5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar

5 Urutan Skincare Pagi dengan Day Cream dan Moisturizer yang Benar

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen

Tren Baru Gaya Hidup: Kipas Portable dengan Kamera, Hadapi Cuaca Panas Sambil Abadikan Momen

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:27 WIB

Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban

Kronologi Lengkap 16 Mahasiswa FH UI Lakukan Pelecehan Seksual ke 27 Korban

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:22 WIB

Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Apa itu Helicopter Parenting? Dikaitkan dengan 16 Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:16 WIB

6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi

6 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Buah yang Segar Dipakai Pagi-Pagi

Lifestyle | Rabu, 15 April 2026 | 08:16 WIB