Usaha Kuliner Puluhan Tahun Tapi Sulit Berkembang, Waspada 4 Kesalahan Ini

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 25 Mei 2023 | 09:25 WIB
Usaha Kuliner Puluhan Tahun Tapi Sulit Berkembang, Waspada 4 Kesalahan Ini
Ilustrasi Pelaku Usaha Kuliner (Elements Envato)

Suara.com - Bagi pemilik usaha kuliner yang merasa bisnisnya jalan di tempat, pakar ingatkan untuk lakukan scale up agar punya banyak cabang hingga membuka lapangan pekerjaan.

Scale up adalah strategi bisnis untuk mengembangkan perusahaan agar semakin besar. Hasilnya perusahaan mampu bersaing di pasar yang lebih luas dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

"Dengan bisnis kuliner itu jadi sektor yang sangat berdampak loh. Misalnya aja warung makan pegel lele saat membukanya itu akan langsung ada 2 tenaga yang dipekerjakan loh. Terus kalau bikin 5 cabang warung makan berarti 10 tenaga kerja bisa punya mata pencarian," ujar Founder sekaligus Edukator Foodizz Academy, Rex Marindo saat konferensi pers ESB X Foodizz di Jakarta Selatan, Selasa (23/5/2023).

Berikut ini 4 kesalahan bisnis sulit berkembang atau susah scale up menurut Rex yang harus diperhatikan pemilik usaha kuliner:

1. Proses Manual

Pengusaha kuliner perempuan. (Unsplash)
Pengusaha kuliner perempuan. (Unsplash)

Proses manual ini membuat bisnis sulit berkembang karena harus memasukan data satu per satu, dari mulai penjualan, omset, keuntungan atau laba, bahkan prosedurnya hanya dari tulisan.

"Bayangkan kalau proses manual ini karyawannya udah puluhan atau bahkan ratusan, akan sangat sulit mengaturnya karena butuh waktu lama untuk menyelesaikannya," papar Rex.

2. Uang Lenyap Tanpa Sadar

Inilah yang membuat bisnis sulit maju, karena pemilik usaha tidak sadar kemana uang investasi atau hasil penjualan yang diperoleh. Apalagi seringnya usaha kuliner ada toleransi cheating atau bahan makanan terbuang, basi atau bahkan takaran yang terlalu banyak menyebabkan uang bisa lenyap tanpa jejak.

baca juga

"Pemborosan uang lenyap bisa puluhan, ratusan bahkan milyaran tanpa disadari," sambung Rex.

3. Biaya Usaha Tinggi

Banyak pengusaha tidak memperhitungkan biaya operasional yang sangat tinggi saat menjalankan usaha kuliner. Hasilnya keuntungan perusahaan bisa sangat kecil atau bahkan minus alias merugi.

4. Training Manual

Jika ingin memiliki banyak cabang Rex menyarankan pelaku usaha kuliner harus membuat training berbentuk video, alih-alih standar operasional prosedur (SOP) dijelaskan dalam bentuk tulisan yang bisa menimbulkan bias.

"Jadi misalnya ditulis masukan bahan setelah mendidih itu gimana bentuknya, kalau di video bisa terlihat. Termasuk juga pakai api kecil itu gimana gambarinnya bingung. Kalau video kan bisa terlihat, jadi kualitas dan rasa makanan satu cabang dengan cabang lain sama," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Cafe di Klaten, Cocok untuk Nongkrong dengan Budget Minim

4 Rekomendasi Cafe di Klaten, Cocok untuk Nongkrong dengan Budget Minim

Your Say | Rabu, 24 Mei 2023 | 10:27 WIB

4 Cafe dengan Playground di Bandung, Bikin Si Kecil Happy

4 Cafe dengan Playground di Bandung, Bikin Si Kecil Happy

Your Say | Rabu, 24 Mei 2023 | 08:29 WIB

5 Kota Destinasi Wisata Kuliner Menarik di Indonesia Terpopuler Paling Enak

5 Kota Destinasi Wisata Kuliner Menarik di Indonesia Terpopuler Paling Enak

Your Say | Selasa, 23 Mei 2023 | 14:47 WIB

Terkini

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×