Mr P Masih Lembek Padahal Sudah Tegang dan Ereksi, Tanda Kelainan Organ Intim Apa Bukan?

Jum'at, 08 September 2023 | 10:34 WIB
Mr P Masih Lembek Padahal Sudah Tegang dan Ereksi, Tanda Kelainan Organ Intim Apa Bukan?
ilustrasi disfungsi ereksi, penis, mr p. (Shutterstock)

Suara.com - Ereksi Mr P penting terjadi sebagai permulaan penetrasi hubungan seks dimulai. Tetapi, ereksi yang tidak optimal bisa jadi mempengaruhi kepuasaan hubungan intim.

Ereksi yang tidak optimal itu ditandai dengan penis yang telah telah 'berdiri' tapi terasa masih lembek. Bisa juga organ intim agak keras tapi 'berdiri' terlalu rendah. Kondisi seperti itu sebenarnya disebut juga sebagai sindrom hard flaccid. Apa itu?

Seperti disfungsi seksual lainnya, hard flaccid dapat bervariasi tingkat keparahannya. Gejalanya bisa berkisar dari penis terasa mati rasa saat istirahat hingga nyeri terus-menerus.

Hal ini juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, karena pria mungkin mengalami kesulitan mempertahankan ereksi atau mengalami nyeri ereksi. Keras, lembek dianggap sebagai salah satu jenis sindrom nyeri panggul kronis.

Ilustrasi penis gagal ereksi. (Shutterstock)
Ilustrasi penis gagal ereksi. (Shutterstock)

Meski banyak dialami oara pria di dunia, tetapi sindrom hard flaccid belum diakui sebagai kondisi medis resmi oleh para profesional kesehatan. Dikutip dari Hims, hard flaccid bisa bersifat ringan dan hanya berlangsung selama beberapa bulan atau menjadi masalah jangka panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun sebelum didiagnosis dengan tepat.

Sindrom hard flaccid bisa terjadi pada pria berusia mulai dari remaja akhir hingga pertengahan tiga puluhan, meskipun kasus telah dilaporkan secara online pada pria yang baru melewati masa pubertas hingga usia tujuh puluhan.

Kondisi penis yang agak keras dan lembek itu dapat terjadi karena beberapa faktor berbeda, seperti cedera pada penis, otot dasar panggul yang tegang, atau stres, dan kecemasan.

Meskipun masih banyak yang harus dipelajari mengenai kondisi ini, sindrom hard flaccid mendapat lebih banyak perhatian dari mereka yang menangani disfungsi seksual pria, serta dari profesional kesehatan dan ilmuwan.

Tekstur penis yang tidak konsisten keras saat ereksi jadi gejala paling umum dari sindrom hard flaccid. Jika gejalanya menetap, hard flaccid dapat menyebabkan masalah lain seperti kurangnya minat terhadap seks dan tekanan emosional.

Baca Juga: Pria Gemuk Punya Mr P Kecil Benar Enggak Sih? Dokter Boyke Kasih Jawabannya Di Sini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI