Tak Diolah dengan Baik, Sampah Plastik Bisa Rugikan Sektor Pariwisata

M. Reza Sulaiman

Selasa, 19 September 2023 | 05:24 WIB
Tak Diolah dengan Baik, Sampah Plastik Bisa Rugikan Sektor Pariwisata
ilustrasi sampah plastik di pantai. (Pexels/LucienWanda)

Suara.com - Dampak buruknya pengolahan sampah plastik bagi sektor pariwisata kerap kalai diabaikan. Padahal sampah plastik yang menumpuk dapat merugikan sektor pariwisata di Indonesia.Sampah plastik yang menumpuk akan mengurangi keindahan sektor wisata dan menurunkan potensi datangnya wisatawan.

Tak hanya itu, penanganan sampah plastik di sekitar objek wisata memerlukan biaya tambahan. Dana yang seharusnya digunakan untuk pengembangan pariwisata dan pemeliharaan lingkungan alam malah harus dialokasikan untuk pembersihan dan pengelolaan sampah. Hal ini dapat menghambat potensi pertumbuhan sektor pariwisata dan mengurangi keuntungan ekonomi.

Inilah yang menjadi alasan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) telah menggelar sebuah aksi bersih-bersih serentak di 10 kota utama di Indonesia, menciptakan gelombang kesadaran tentang lingkungan dan pengelolaan sampah yang efisien. Aksi ini melibatkan lebih dari 1.000 partisipan, termasuk karyawan, komunitas, dan pemerintah daerah di seluruh negeri.

Salah satu contoh nyata keberhasilan kolaborasi ini adalah kegiatan bersih-bersih di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk Bank Sampah Budi Luhur, mahasiswa, akademisi, dan media. Inisiatif ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah daerah lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menggarisbawahi pentingnya edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Ia menyatakan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah dapat memainkan peran besar dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

"Saat ini, setiap harinya 7.500 ton sampah dibawa ke TPA Bantargebang dari Jakarta. Ini menjadi krusial, terutama saat beban TPA kini semakin meningkat dan memerlukan langkah-langkah konkret untuk menanganinya," terangnya dalam keterangan yang diterima Suara.com.

Aksi bersih-bersih serentak demi kelestarian lingkungan oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.  (Dok. CCEP Indonesia)
Aksi bersih-bersih serentak demi kelestarian lingkungan oleh Coca-Cola Europacific Partners Indonesia. (Dok. CCEP Indonesia)

Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia & Papua New Guinea, menyoroti komitmen kuat CCEP Indonesia dalam mendukung visi masyarakat untuk lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari. Dalam aksi kali ini, perusahaan tidak hanya memusatkan perhatian pada kegiatan pembersihan, tetapi juga berfokus pada upaya pendidikan dan penyadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar, mulai dari pemilahan hingga pengelolaan yang tepat dari sumbernya, seperti rumah dan sekolah.

"Mengerti cara memilah sampah dengan benar adalah fondasi dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Maka dari itu, kegiatan kami kali ini tidak hanya sekedar mengumpulkan sampah, tapi juga memastikan bahwa setiap jenis sampah dikelompokkan dengan benar, baik itu sampah organik, kemasan PET (polyethylene terephthalate), plastik fleksibel, plastik fleksibel, plastik multilapis (multilayer), maupun sampah non organik lainnya," kata Karina.

Mengatasi masalah sampah memerlukan kerja sama lintas sektor. Konsep Nonahelix menekankan pentingnya kerja sama yang melibatkan pemerintah, industri, masyarakat, akademisi, jasa keuangan, LSM, tokoh masyarakat, komunitas, dan media. Melalui kolaborasi ini, setiap entitas dapat memberikan kontribusi terbaiknya dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di Indonesia.

baca juga

Hasil dari kegiatan ini mencakup pengumpulan 4,9 ton sampah organik dan 4,6 ton sampah anorganik, termasuk lebih dari 3,4 ton sampah plastik berbagai jenis, seperti multilapis, dan 1,2 ton botol kemasan PET. Botol PET yang terkumpul akan dikelola oleh Yayasan Mahija Parahita Nusantara dan selanjutnya diolah kembali oleh PT Amandina Bumi Nusantara, pabrik daur ulang yang didirikan oleh CCEP Indonesia bersama Dynapack Asia.

Upaya ini mencerminkan tekad CCEP Indonesia untuk mendukung sistem daur ulang tertutup untuk botol PET, mendekati target global mereka, "This is Forward," yang mengejar pengumpulan 100% kemasan yang dihasilkan pada tahun 2030 dan memastikan 50% kemasan yang diproduksi berasal dari recycled PET (rPET).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peduli Lingkungan jadi Alasan Kafe Ini Cuma Sediakan Alat Makan dari Kayu

Peduli Lingkungan jadi Alasan Kafe Ini Cuma Sediakan Alat Makan dari Kayu

Press Release | Senin, 18 September 2023 | 23:36 WIB

Rayakan Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Selatan, Ada Konser Kpop Gratis di Sini Lho

Rayakan Hubungan Bilateral Indonesia-Korea Selatan, Ada Konser Kpop Gratis di Sini Lho

Lifestyle | Senin, 18 September 2023 | 21:55 WIB

World Clean Up Day, 200 Siswa dan Guru Sekolah Yehonala Gotong Royong Memungut Sampah

World Clean Up Day, 200 Siswa dan Guru Sekolah Yehonala Gotong Royong Memungut Sampah

Press Release | Minggu, 17 September 2023 | 19:10 WIB

Terkini

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:10 WIB

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:43 WIB

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:30 WIB

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:30 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB