Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa

Rifan Aditya

Selasa, 03 Oktober 2023 | 14:53 WIB
Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Ini Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa
Suasana Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (5/9/2023). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU] - Kabut Asap Palembang - Jambi Makin Parah, Apa Penyebab dan Dampaknya Bagi 760 Ribu Siswa?

Suara.com - Kejadian kabut asap Pelambang-Jambi telah memicu kepanikan di antara warga. Saat ini, pemerintah daerah memutuskan untuk mengeluarkan kebijakan kerja dari rumah, sekolah-sekolah juga ditutup dan anak-anak belajar dari rumah. Lantas apa yang menjadi penyebab kabut asap Palembang-Jambi ini? 

Pegiat lingkungan saat ini khawatir bahwa situasinya bisa memburuk mengingat saat ini Indonesia sedang dalam musim kemarau yang kering dan akan berlangsung sampai Oktober.

Kualitas udara di kota Palembang-Jambi dilaporkan pada Kamis, 7 September 2023 sudah memburuk dan mencapai level tidak sehat untuk masyarakat. Warga sudah mengalami kesulitan bernafas serta diselimuti oleh asap. 

Penyebab Kabut Asap Palembang-Jambi 

Penyebab kabut asap Palembang Jambi adalah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Gelombang El Nino meningkatkan potensi terjadinya karhutla. 

El Nino adalah fenomena iklim yang disebabkan oleh peningkatan suhu permukaan laut Samudra Pasifik yang berkepanjangan.

Fenomena ini dapat mengganggu pola cuaca, sehingga curah hujan dan badai berkurang akan tetapi akan terjadi kondisi cuaca panas dan kering yang dapat memicu kebakaran hutan.

Selain itu juga dapat terjadi angin kencang selama musim hujan barat daya (biasanya antara Juni dan September), yang biasanya bertepatan dengan periode kondisi cuaca terkait El Niño. Jika ini terjadi penyebaran kabut karena kebakaran hutan dapat menyebar di seluruh Asia Tenggara.

Dampak Kabut Asap Palembang-Jambi

baca juga

Dampak kabut asap Palembang-Jambi adalah menyebabkan kondisi udara tidak sehat terhirup oleh 1,7 juta orang di daerah itu.

Di samping itu, jarak pandang di jalan raya juga menipis sehingga pemerintah daerah menerapkan kebijakan kerja di rumah dan para siswa bersekolah secara online dari rumah.

Pemberlakuan kegiatan belajar mengajar secara online itu diputuskan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan berlaku untuk seluruh sekolah di seluruh Provinsi Jambi mulai Senin, 2 Oktober 2023. Ada sekitar 760 ribu siswa terdampak kabut asap ini. 

Di samping itu, kabut asap juga beresiko meningkatkan dampak kesehatan masyarakat, antara lain:

- Dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan. 

- Dapat menyebabkan reaksi alergi, peradangan, dan juga infeksi.

- Dapat memperburuk kondisi seseorang yang memiliki penyakit asma dan penyakit paru kronis lain seperti bronkitis kronik. 

- Dapat menyebabkan kerja paru-paru berkurang, sehingga seseorang menjadi mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas. 

Masih banyak lagi dampak kesehatan karena kabut asap. Saat ini  pihak berwenang bekerja di darat dan di udara untuk memadamkan api di provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, termasuk beberapa daerah di Jawa.

Terdapat 2.608 titik api telah terdeteksi di provinsi-provinsi tersebut sampai akhir September 2023. Sejumlah gunung di Pulau Jawa juga terbakar, di antaranya Gunung Bromo, Gunung Arjuno, Gunung Sumbing, Gunung Welirang, Gunung Gede, Gunung Lawu, dan Gunung Andong.

Demikian itu info kabut asap Palembang-Jambi mulai tentang penyebab dan dampaknya.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Kabut Asap, Berikut 3 Risiko Penyakit yang Dapat Muncul

Efek Kabut Asap, Berikut 3 Risiko Penyakit yang Dapat Muncul

Your Say | Selasa, 03 Oktober 2023 | 09:53 WIB

Derita Kemarau di Ladang Sawit Dan Kayu, Sesak Asap Meracun Paru

Derita Kemarau di Ladang Sawit Dan Kayu, Sesak Asap Meracun Paru

Sumsel | Selasa, 03 Oktober 2023 | 13:55 WIB

PSSI Buka Peluang Pertandingan Timnas Indonesia vs Brunei Pindah dari Stadion Jakabaring Palembang karena Kabut Asap

PSSI Buka Peluang Pertandingan Timnas Indonesia vs Brunei Pindah dari Stadion Jakabaring Palembang karena Kabut Asap

Bola | Senin, 02 Oktober 2023 | 12:19 WIB

Kabut Asap di Palembang, Laga Timnas Indonesia vs Brunei Terancam Gagal

Kabut Asap di Palembang, Laga Timnas Indonesia vs Brunei Terancam Gagal

Your Say | Minggu, 01 Oktober 2023 | 13:28 WIB

Terkini

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Soroti Aksi 28 Oktober, LBH Yogyakarta Ungkap 32 Korban dan Dugaan Kekerasan

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:20 WIB

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

Catatan Kelam Malioboro: 8 Luka Berat, Turis Disiksa, Janji Pengobatan Menguap?

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:18 WIB

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Angkot Sepi Penumpang, Dua Pria di Bogor Sulap Kendaraan Tua Jadi Lapak Kelapa Muda

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 19:16 WIB

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Mengungkap Wajah Kelam Kemiskinan dan Ketidakadilan di Buku Oliver Twist

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:15 WIB

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Impor Melonjak 4 Kali Lebih Cepat dari Ekspor: Siapa Sebenarnya Penikmat Surplus RI?

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:13 WIB

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Dibunuh Era Orba, Wartawan Udin Kini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:12 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor

Sulsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:11 WIB

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Sisi Gelap 'Magang': Kerja Profesional, Kenapa Dihargai Upah Sukarela?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:10 WIB

×