5 Kasus Genosida Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah, Agresi Israel ke Palestina Termasuk?

M. Reza Sulaiman

Selasa, 07 November 2023 | 15:14 WIB
5 Kasus Genosida Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah, Agresi Israel ke Palestina Termasuk?
Serangan Israel hancurkan Gereja Ortodoks Yunani di Gaza. (Foto: AFP)

Suara.com - Agresi dan pendudukan Israel di Gaza semakin menjadi-jadi. Tidak sedikit yang melabeli tindakan Israel ini sebagai genosida. Sebab berdasarkan laporan terbaru dari Badan Pemulihan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) satu anak Palestina meninggal tiap 10 menit akibat ulah Israel.

"Rata-rata, seorang anak terbunuh dan dua lainnya terluka setiap 10 menit selama perang berlangsung," tulis UNRWA dalam pernyataan yang diunggah di X seperti dikutip dari Antara, Selasa (7/11/2023).

UNRWA merupakan badan PBB utama yang beroperasi di Jalur Gaza, dimana sekolah-sekolah mereka saat ini menampung sekitar 670 ribu warga Palestina yang mengungsi menyelamatkan diri dari serangan Israel yang tanpa henti.

Mengutip laman resmi PBB, genosida adalah tindakan yang disengaja dan sistematis untuk memusnahkan, menghancurkan, atau menghilangkan suatu kelompok etnis, agama, nasional, atau budaya tertentu. Tindakan genosida ini dapat melibatkan pembunuhan massal, pemindahan paksa, pemusnahan budaya, atau perlakuan buruk lainnya yang bertujuan untuk menghancurkan kelompok tersebut secara keseluruhan atau sebagian besar.

Genosida biasanya dianggap sebagai salah satu kejahatan terberat terhadap kemanusiaan dan melanggar norma-norma hukum internasional. Istilah "genosida" pertama kali digunakan oleh pengacara Polandia-Jew, Raphael Lemkin, pada tahun 1944 untuk mendeskripsikan pembantaian Yahudi oleh rezim Nazi selama Perang Dunia II, yang dikenal dengan Holocaust.

Definisi genosida dapat mencakup tindakan seperti pembunuhan massal, penganiayaan, pemerkosaan massal, perbudakan, pemindahan paksa, dan penghancuran budaya yang bertujuan untuk menghapuskan kelompok tertentu. Genosida sering kali melibatkan negara atau entitas yang berkuasa yang secara sistematis berupaya untuk mencapai tujuan tersebut. Karena sering kali melibatkan pembunuhan massal, genosida sering dianggap sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang harus diberantas dan dihukum.

Laman World Atlas menyebut setidaknya, ada 5 kasus genosida paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah. Apa saja?

Genosida yang Dilakukan oleh Nazi Selama Perang Dunia II

Genosida yang dilakukan oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia II sangat mengerikan. Mereka dengan sengaja membunuh sekitar 9,3 hingga 13,5 juta orang, termasuk Yahudi, minoritas, tawanan perang Soviet, dan orang Polandia. Ini adalah tindakan kejam yang terutama terjadi antara tahun 1941 dan 1945.

baca juga
Hessy Taft, perempuan Yahudi, yang ketika bayi menjadi foto sampul majalah Nazi Jerman (Screeshot YouTube, Kamis 3/7).
Hessy Taft, perempuan Yahudi, yang ketika bayi menjadi foto sampul majalah Nazi Jerman (Screeshot YouTube, Kamis 3/7).

Mereka menggunakan metode yang mengerikan, seperti kamar gas di kamp konsentrasi seperti Auschwitz. Hari ini, kita mengingatnya dengan pameran sepatu korban di Auschwitz sebagai pengingat bahwa kita harus mencegah kejahatan semacam itu.

Holodomor

Holodomor adalah kelaparan buatan yang dilakukan oleh Uni Soviet di Ukraina antara tahun 1932 dan 1933. Mereka sengaja menyebabkan kematian sekitar 4 juta orang Ukraina dengan kelaparan karena mereka menentang kebijakan Soviet. Sayangnya, pemerintah Soviet menolak bantuan dari organisasi seperti Palang Merah. Saat ini, pemerintah Rusia masih menyangkal bahwa ini adalah "genosida."

Genosida Kamboja

Di Kamboja, antara tahun 1975 dan 1979, rezim Khmer Merah di bawah "Pol Pot" membunuh sekitar 3 juta orang untuk menciptakan negara sosialis agraria. Mereka bahkan menyasar pendidikan, etnis, dan agama tertentu. Ini adalah tragedi yang mengerikan.

Pengungsi Rohingya mengantre makanan di kamp Thankhali, Bangladesh, (12/1). (AFP)
Pengungsi Rohingya mengantre makanan di kamp Thankhali, Bangladesh, (12/1). (AFP)

Genosida Rwanda

Genosida Rwanda terjadi pada tahun 1994 ketika lebih dari setengah juta orang Tutsi diserang dan dibunuh oleh milisi Hutu. Ini adalah kegagalan besar dunia dalam mencegahnya.

Genosida Ottoman

Kekaisaran Ottoman melakukan empat genosida antara tahun 1894 dan 1922, termasuk pembunuhan massal orang Armenia, Assyria, dan Yunani. Ini adalah tindakan yang sangat mengerikan yang masih menjadi topik sensitif hingga hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Felicya Angelista Dinilai Takut Scarlett Kena Boikot Usai Unggah Video yang Diduga Pro Israel: Cari Aman

Felicya Angelista Dinilai Takut Scarlett Kena Boikot Usai Unggah Video yang Diduga Pro Israel: Cari Aman

Your Say | Selasa, 07 November 2023 | 14:33 WIB

Subhanallah! Malaysia Sisihkan Penjualan Tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk Palestina

Subhanallah! Malaysia Sisihkan Penjualan Tiket Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia untuk Palestina

Bola | Selasa, 07 November 2023 | 14:22 WIB

TikToker AS 'Ngeri' Dapat Tawaran Puluhan Juta dari Zionis Buat Bela Israel: Menjijikan..

TikToker AS 'Ngeri' Dapat Tawaran Puluhan Juta dari Zionis Buat Bela Israel: Menjijikan..

News | Selasa, 07 November 2023 | 14:25 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×