Mengenal Hamas, Organisasi yang Dituding Buya Arrazy Selewengkan Donasi Untuk Warga Palestina

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 12 November 2023 | 09:45 WIB
Mengenal Hamas, Organisasi yang Dituding Buya Arrazy Selewengkan Donasi Untuk Warga Palestina
Para pejuang Ezzedine al-Qassam Brigades, sayap militer Hamas, berbaris di kota Khan Yunis, Gaza pada 15 September. [AFP/Said Khatib]

Suara.com - Ucapan ulama Buya Arrazy Hasyim terkait dengan situasi di Palestina kini menjadi bulan-bulanan warga. Pasalnya ia menyampaikan informasi yang keliru terkait terkait kondisi di Palestina.

Salah satunya ia menyebut bahwa donasi masyarakat Indonesia malah diselewengkan oleh oknum dari organisasi Hamas.

“Hati-hati jika ingin donasi, kenapa? Karena saya dapat informasi A1, ada oknum Hamas menjadikan donasi itu untuk membeli kewarganegaraan ke negara yang dia pindah,” ungkap Arrazy di podcast-nya bersama Deddy Corbuzier, dikutip pada Jumat (10/11/2023).

Pernyataan itu belakangan dibantah oleh Bang Onim, relawan Indonesia di Gaza yang menyentil Buya Arrazy.

Dalam podcast-nya bersama Atta Halilintar, Bang Onim mengaku tidak ingin membahas donasi tetapi menurutnya ada satu isu simpang-siur yang harus diluruskan.

Buya Arrazy Hasyim (YouTube FSRMM TV)
Buya Arrazy Hasyim (YouTube FSRMM TV)

“Ada informasi di masyarakat Indonesia itu bahwa masyarakat Gaza tidak menerima bantuan donasi dan itu diselewengkan,” ucap Bang Onim yang hadir bersama keluarganya.

Bang Onim rupanya sudah mengonfirmasi perkara tersebut kepada sang istri. Ia menjelaskan sampai dengan saat ini masyarakat Gaza menerima donasi dan dukungan dari masyarakat Indonesia, khususnya melalui lembaga filantropi Nusantara Palestina Center, itu bantuannya dibeli dari Gaza, dari toko-toko yang ada di Gaza, dibeli dan didistribusikan kepada masyarakat Gaza.”

Lantas apa sebenarnya organisasi Hamas itu? Benarkah ada oknum Hamas yang menyelewengkan donasi?

Kelompok bersenjata Palestina Hamas memang kembali jadi sorotan usai diberitakan melancarkan serangan pada tanggal 7 Oktober ke Israel. Serangan itu merupakan salah satu eskalasi paling serius dalam konflik Israel-Palestina selama bertahun-tahun.

baca juga

Pejuang Hamas memasuki wilayah Israel dari Jalur Gaza, menewaskan lebih dari 1.400 orang dan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Israel.

Konflik terbaru ini menyoroti blokade Israel selama 16 tahun di Jalur Gaza dan kebijakan perluasan pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah melancarkan serangan militer brutal di Gaza, menewaskan lebih dari 4.600 orang saat ia berjanji untuk menghabisi Hamas.

Jadi apa sebenarnya Hamas, kelompok yang menjadi pusat dari semua ini? Inilah yang perlu diketahui:

Hamas adalah singkatan dari Gerakan Perlawanan Islam dan dalam bahasa Arab berarti “semangat”. Kelompok ini secara politis menguasai Jalur Gaza, wilayah seluas sekitar 365 km persegi (141 mil persegi) yang merupakan rumah bagi lebih dari dua juta orang tetapi diblokade oleh Israel. Demikian seperti dikutip dari Al Jazeera

Hamas telah berkuasa di Jalur Gaza sejak 2007 setelah perang singkat melawan pasukan Fatah yang setia kepada Presiden Mahmoud Abbas, kepala Otoritas Palestina dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).

Kapan Hamas dibentuk dan apa tujuannya?

Gerakan Hamas didirikan di Gaza pada tahun 1987 oleh seorang imam, Sheikh Ahmed Yasin, dan ajudannya Abdul Aziz al-Rantissi tak lama setelah dimulainya Intifada pertama, sebuah pemberontakan melawan pendudukan Israel di wilayah Palestina.

Gerakan ini dimulai sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin di Mesir dan membentuk sayap militer, Brigade Izz al-Din al-Qassam, untuk melakukan perjuangan bersenjata melawan Israel dengan tujuan membebaskan Palestina yang bersejarah.

Mereka juga menawarkan program kesejahteraan sosial kepada warga Palestina yang menjadi korban pendudukan Israel.

Berbeda dengan PLO, Hamas tidak mengakui kenegaraan Israel namun menerima negara Palestina berdasarkan perbatasan tahun 1967.

“Kami tidak akan melepaskan satu inci pun tanah air Palestina, apa pun tekanan yang terjadi saat ini dan berapa pun lamanya pendudukan,” kata Khaled Meshaal, pemimpin kelompok Palestina di pengasingan pada tahun 2017.

Hamas dengan keras menentang perjanjian perdamaian Oslo yang dinegosiasikan oleh Israel dan PLO pada pertengahan tahun 1990an.

Negara ini secara resmi berkomitmen untuk mendirikan negara Palestina di wilayahnya sendiri. Mereka mencapai tujuan ini melalui serangan terhadap tentara Israel, pemukim dan warga sipil baik di wilayah pendudukan Palestina maupun di Israel.

Kelompok ini secara keseluruhan atau dalam beberapa kasus sayap militernya ditetapkan sebagai organisasi “teroris” oleh Israel, Amerika Serikat, Uni Eropa, Kanada, Mesir dan Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Abu Ubaidah? Ini Pengaruh Pentingnya Bagi Hamas

Siapa Abu Ubaidah? Ini Pengaruh Pentingnya Bagi Hamas

Lifestyle | Sabtu, 11 November 2023 | 20:22 WIB

Silsilah Buya Arrazy Hasyim, Ulama Kontroversial yang Bahas Hamas

Silsilah Buya Arrazy Hasyim, Ulama Kontroversial yang Bahas Hamas

Lifestyle | Sabtu, 11 November 2023 | 18:24 WIB

Kisah Tragis Warga Gaza Mencari Tempat Berlindung: Hari Ini Kami ke Selatan, Besok Mungkin ke Utara

Kisah Tragis Warga Gaza Mencari Tempat Berlindung: Hari Ini Kami ke Selatan, Besok Mungkin ke Utara

News | Sabtu, 11 November 2023 | 11:27 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×