Mengenal Fatherless di Hari Ayah Nasional

Minggu, 12 November 2023 | 15:48 WIB
Mengenal Fatherless di Hari Ayah Nasional
ilustrasi ayah dan anak perempuan (pexels/Kindel Media)

Suara.com - Setiap tanggal 12 November selalu diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Hari tersebut biasanya digunakan sebagai salah satu cara mengapresiasi jasa dan kehadiran ayah dalam keluarga.

Kendati demikian, Indonesia katanya jadi negara fatherless ketiga di dunia. Lantas apa itu fatherless? Berikut ulasannya.

Apa Itu Fatherless?

Fatherless adalah kondisi ketika anak mengalami kurangnya kehadiran ayah, baik secara fisik maupun psikologis dalam proses tumbuh kembangnya. Indonesia disebut berada di urutan ketiga dunia sebagai negara tanpa ayah (fatherless country).

Dampak dari Fatherless?

Menurut penelitian, kekosongan peran ayah dalam pengasuhan anak, terutama dalam periode emas, yakni usia 7-14 tahun dan 8-15 tahun sangat berpengaruh terhadap prestasi anak di sekolah. Kekosongan ini mengakibatkan anak sulit konsentrasi saat belajar dan menurunkan motivasi belajarnya.

Selain berpengaruh pada hal akademik, kurangnya peran ayah juga dapat berdampak pada karakter anak. Anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, menarik diri di kehidupan sosial, rentan terlibat penyalahgunaan obat terlarang, rentan melakukan tindak kriminal, hingga mengalami masalah kesehatan mental.

Tak hanya itu merujuk pada seorang psikolog bernama Elly Risman bahwa fatherless menjadi ancaman anak remaja melakukan seks bebas.

"Indonesia ini a fatherless country, negara tanpa ayah. Ayah hadir secara fisik, ayah tidak hadir secara emosional, dia enggak hadir secara spiritual buat anaknya," kata Elly di Kick Andy. Lantas bagaimana cara untuk mengatasi fatherless ini.

Baca Juga: 50++ Twibbon Hari Ayah Nasional 12 November, Cocok Jadi Foto Profil WA

Cara Mengatasi Fatherless

Untuk mengatasi hal tersebut, ayah perlu lebih terlibat dalam mengasuh dan mendidik anak. Cara paling mudah yang bisa dilakukan adalah dengan meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak dan memberikan kehangatan melalui ciuman, pelukan, atau bentuk kasih sayang lainnya.

Para ayah juga bisa berdiskusi bersama anak untuk membicarakan hal-hal yang sedang ia sukai atau mungkin masalah yang sedang dialaminya. Hal ini akan membuat anak merasa tidak sendirian.

Penting bagi ayah untuk terlibat dalam pendidikan anak dan memantau kemajuan anak di sekolah. Mereka dapat menemani anak belajar, membicarakan tentang hal-hal yang sudah dipelajari, atau membantu anak dalam menghadapi kesulitan belajar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI