Profil Suami Istri Pemilik Klinik Alifa, Penyebab Bayi Prematur Meninggal Karena Dibuat Konten

Farah Nabilla

Selasa, 21 November 2023 | 13:49 WIB
Profil Suami Istri Pemilik Klinik Alifa, Penyebab Bayi Prematur Meninggal Karena Dibuat Konten
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Freepik/rawpixel.com)

Suara.com - Ada nama Andi Irawan dan Dwi Yunita di balik kasus dugaan malpraktik terhadap bayi prematur yang terjadi di Klinik Alifa, Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Dugaan malpraktik tersebut menimpa seorang bayi prematur yang berujung meninggal dunia. Diduga, bahwa pihak klinik melakukan newborn photography alias menjadikan bayi prematur tersebut sebagai bahan konten tanpa izin orang tuanya.

Kasus dugaan malpraktik ini bermula ketika seorang perempuan bernama Nadia Anastasia (31) mengeluhkan pelayanan Klinik Alifa yang tak bertanggung jawab sehingga mengakibatkan keponakannya meninggal dunia.

Nadia Anastasia mengunggah keluhan tersebut di sosial media sehingga membuat nama Andi dan Dwi menjadi buah bibir publik.

Lantas, siapakah sosok Andi Irawan dan Dwi Yunita itu?

Profil Andi Irawan dan Dwi Yunita: 'Tokoh sentral' Klinik Alifa

Andi Irawan dan Dwi Yunita diketahui adalah sepasang pasutri yang memegang kepemilikan Klinik Alifa di Kecamatan Bungarsari, Kota Tasikmalaya.

Dwi juga berprofesi sebagai bidan di klinik tersebut.

Adapun sang suami, Andi Irawan berperan sebagai direktur Klinik Alifa. Ia juga bekerja sebagai seorang perawat di puskemas.

baca juga

Andi dan Dwi dituding jadi biang kerok kematian bayi

Andi dan Dwi kini menjadi sosok yang disinyalir bertanggung jawab dalam kematian bayi yang merupakan keponakan Nadia Anastasia.

Adik Nadia, Nisa Armila datang ke Klinik Alifa pada Senin (13/11/2023) sekitar pukul 16.00 WIB untuk menjalani prosesi kelahiran.

Alih-alih disambut dengan baik, Nisa mendapatkan perlakuan tak pantas dari pihak klinik.

Nadia mengaku adiknya tersebut sempat beberapa kali diminta pulang lantaran baru dalam fase bukaan kedua. Bahkan disebutkan bahwa beberapa kali bidan mengabaikan Nisa kala air ketubannya pecah.

Bidan tersebut disebutkan sibuk bermain dengan gawainya dan tak memberikan pelayanan sigap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Bayi Prematur Meninggal Usai Dijadikan Konten Newborn Klinik, Orang Tua Curiga Ada Biaya Misterius

Kronologi Bayi Prematur Meninggal Usai Dijadikan Konten Newborn Klinik, Orang Tua Curiga Ada Biaya Misterius

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 12:23 WIB

Cerita Pilu Puluhan Bayi Prematur di Gaza Berjuang Lawan Infeksi Saat Rumah Sakit Al Shifa Diserang Israel

Cerita Pilu Puluhan Bayi Prematur di Gaza Berjuang Lawan Infeksi Saat Rumah Sakit Al Shifa Diserang Israel

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 12:00 WIB

Kronologi Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Diduga Karena Jadi Konten Klinik

Kronologi Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Diduga Karena Jadi Konten Klinik

Health | Selasa, 21 November 2023 | 11:42 WIB

Viral Bayi Prematur 1,5 kg Meninggal Usai Dipulangkan Tanpa Perawatan: Sempat Lakukan Sesi Foto Newborn Tanpa Izin

Viral Bayi Prematur 1,5 kg Meninggal Usai Dipulangkan Tanpa Perawatan: Sempat Lakukan Sesi Foto Newborn Tanpa Izin

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 11:15 WIB

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Karena Dijadikan Model Konten Klinik

Bayi Prematur di Tasikmalaya Meninggal Dunia Diduga Karena Dijadikan Model Konten Klinik

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 10:08 WIB

Bayi Prematur Meninggal Usai Diduga Dijadikan Konten Foto Newborn, Akun Klinik Tutup Komentar

Bayi Prematur Meninggal Usai Diduga Dijadikan Konten Foto Newborn, Akun Klinik Tutup Komentar

Lifestyle | Selasa, 21 November 2023 | 10:35 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×