Kenapa Gelang Xyloband Coldplay Harus Dikembalikan?

Kamis, 23 November 2023 | 16:00 WIB
Kenapa Gelang Xyloband Coldplay Harus Dikembalikan?
Kenapa Gelang Xyloband Coldplay Harus Dikembalikan? (IG/coldplay)

Suara.com - Konser Coldplay yang dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Jakarta telah usai. Akan tetapi, pembahasan mengenai konser tersebut belum selesai, pasalnya gelang Xyloband Coldplay yang harus dikembalikan, ternyata dikembalikan hanya 77 persen oleh penonton Indonesia. Lantas, kenapa gelang Xyloband harus dikembalikan?

Mungkin banyak yang masih belum paham kenapa gelang tersebut harus dikembalikan. Alasan kenapa gelang tersebut harus dikembalikan ialah berhubungan dengan isu lingkungan yang diusung oleh grub band asal Inggris tersebut. Saat pertama kali konser dunia bertajuk "Music of The Spheres Tour" dilaksanakan, Coldplay mengumumkan bahwa mereka dapat menggelar acara yang bermanfaat untuk lingkungan dan mengurangi esmisi karbon langsung sebesar 50 persen. 

Agar bisa mewujudkan misi tersebut, salah satu permintaan Coldplay kepada penonton agar bisa ikut berkontribusi adalah siapapun yang datang ke konser mereka dapat mengembalikan gelang Xyloband.

Sebelum angka 77 persen diumumkan, dirumorkan bahwa presentase pengembalian Xyloband konser Coldplay di Indonesia hanya mencapai 52 persen. Meski angka resmi sudah diungkap oleh Image Dynamics selaku konsultan public relations promotion Colplay Music of the Spheres World Tour 2023 di Indonesia, tampaknya ini menunjukkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap lingkungan. 

Kabar 77 persen tentu sudah lebih baik daripada 52 persen, tetapi Indonesia tetap menjadi negara yang berada di urutan paling bawah dalam persentase pengembalian Xyloband konser Coldplay. Peringkat pertama adalah Tokyo, Jepang dengan persentase pengembalian mencapai 90 persen. Netizen tidak merasa heran jika Jepang menjadi negara tertinggi dalam persentase pengembalian karena budaya malu di negara tersebut sangat tinggi. 

Apa itu gelang Xyloband dan kenapa harus dikembalikan

Sekali lagi, permintaan Coldplay kepada penonton untuk mengembalikan gelang tersebut adalah untuk mewujudkan lingkungan sehat. Xyloband merupakan gelang yang terbuat dari bahan daur ulang. Gelang ini akan menyala dan membentuk irama cahaya selama konser Coldplay berlangsung.

Gelang tersebut dipergunakan kembali di konser dengan tujuan agar Coldplay tidak perlu memproduksi ulang gelang tersebut di kemudian hari. Dengan tidak memproduksi ulang, mereka telah menghambat kemungkinan pembuangan limbah produksi. Akan tetapi, hampir 30 persen penonton Indonesia memilih untuk membawa pulang Xyloband sebagai kenang-kenangan. 

Demikian itu informasi kenapa gelang Xyloband Coldplay harus dikembalikan. Alasan ringkasnya adalah supaya penonton dapat membuktikan bahwa mereka juga bisa ikut berkontribusi dalam menjaga kesehatan lingkungan atau menjaga lingkungan tetap bersih.

Baca Juga: Ayah Ghisca Debora Menghilang Usai Janjikan Ganti Rugi Tiket Coldplay, Bantu Anak Tipu Korban?

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI