Produk Ramah Lingkungan Lebih Disukai Generasi Muda, Gak Masalah Meski Harga Lebih Mahal

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Kamis, 07 Desember 2023 | 11:17 WIB
Produk Ramah Lingkungan Lebih Disukai Generasi Muda, Gak Masalah Meski Harga Lebih Mahal
Ilustrasi sustainable, keberlanjutan, generasi muda. (Element/Envato)

Suara.com - Kualitas bagus rupanya bukan lagi satu-satunya alasan konsumen mau membeli produk. Melainkan faktor ramah lingkungan dalam proses produksinya juga turut jadi daya tarik sendiri, meskipun harganya jadi sedikit lebih mahal.  

Produsen cat lokal Mowilex Indonesia buktikan kalau kualitas produknya tetap bisa dipertahankan seiring bertanggungjawab terhadap proses produksi yang ramah lingkungan.

"Mowilex beruntung karena kita bekerjasama dengan supplier yang baik dan dihormati. Kami juga bertanggungjawab terhadap lingkungan dan tetap punya kualitas produk yang baik. Kita tidak bisa punya kualitas baik kalau tidak ada supplier baik juga," ungkap CEO Mowilex Indonesia Niko Safavi dalam keterangannya.

Produk sustainable merupakan produk yang memberikan manfaat tidak hanya bagi masyarakat, tapi juga lingkungan serta perekonomian sepanjang siklus hidupnya, mulai dari ekstraksi bahan mentah hingga pembuangan akhir, sekaligus menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. Secara umum, produk tersebut masuk dalam pasar premium lantaran harganya relatif lebih mahal. 

Pengunjung berbelanja di salah satu ritel di Jakarta, Selasa (12/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung berbelanja di salah satu ritel di Jakarta, Selasa (12/9/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya  Dr Fathony Rahman, DBA., menjelaskan bahwa yang dikatakan pasar premium artinya konsumen lebih mengutamakan kualitas produk daripada harga.

"Jadi dia tahu dia beli satu produk karena produk itu berkualitas dan salah satu atributnya adalah sustainability tadi. Mereka menikmati yang namanya price premium. Dan konsumen sekarang, apalagi generasi millennial dan Z, itu cari produk-produk yang sangat conscious dengan sustainability," jelasnya. 

Kondisi seperti itu telah cukup lama terjadi di Amerika Serikat, lanjut Fathony. Bahkan, sekalipun di tengah kondisi ekonomi yang sulit, di mana inflasi tinggi, konsumen produk sustainable tetap bertahan. Sebab, alasannya produk bisa lebih tahan lama digunakan. Sehingga pada akhirnya mengurangi pengeluaran dalam jangka panjang.

"Sementara produk-produk yang konvensional, yang tidak sustainable, mereka kehilangan market cukup signifikan. Jadi mereka yang beli produk karena sadar akan atribut sustainability di situ, mereka cenderung akan lebih loyal dan less price sensitive. Meski harganya naik, tetap dibeli. Tapi begitu produk-produk yang 'asal' murah, saat harganya  naik akan ditinggalkan," tutur Fathony.

Menurutnya, pemahaman tersebut juga mulai dilakukan oleh konsumen di Indonesia, terutama anak-anak muda. Hal lain yang perlu disadari bahwa produk bagus dengan jaminan ramah lingkungan memang bisa jadi akan beriringan dengan harga jual yang relatif lebih mahal.

baca juga

"Justru aneh bagi saya kalau ada perusahaan yang mengklaim dirinya sustainable, memiliki atribut yang sustainable, misalnya dengan produk yang ramah lingkungan, tapi dijual dengan harga murah. Karena atribut (sustainable) itu yang dipersepsikan oleh konsumen," ujarnya.

Penelitian di Accenture Amerika menunjukan kalau keterjangkauan dan kualitas produk masih menjadi faktor pendorong utama konsumen mau membeli barang. Dikutip dari Business News Daily, sebanyak 72 persen responden di Amerika  ternyata membeli lebih banyak produk ramah lingkungan dibandingkan lima tahun lalu. Sementara 81 persen mengatakan akan membeli lebih banyak lagi produk sustainable dalam lima tahun ke depan.

Direktur pelaksana strategi dan sustainability Accenture, Jessica Long, mengatakan dampak dari perubahan perilaku konsumen yang bersedia membayar ekstra untuk produk ramah lingkungan akan memperkuat dorongan kepada perusahaan untuk meningkatkan komitmen mereka terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Yamaha Luncurkan Kemasan Baru Yamalube untuk Hindari Oli Palsu

Yamaha Luncurkan Kemasan Baru Yamalube untuk Hindari Oli Palsu

Otomotif | Rabu, 06 Desember 2023 | 18:32 WIB

Peduli Kelestarian Lingkungan, BRI Gandeng BenihBaik Tanam 33 Ribu Pohon Mangrove

Peduli Kelestarian Lingkungan, BRI Gandeng BenihBaik Tanam 33 Ribu Pohon Mangrove

News | Rabu, 06 Desember 2023 | 15:03 WIB

Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Dampak Boikot Produk Israel: Penjualan Menurun

Menparekraf Sandiaga Uno Ungkap Dampak Boikot Produk Israel: Penjualan Menurun

Lifestyle | Rabu, 06 Desember 2023 | 12:53 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×