Mengenal Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Asal Italia

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 08 Desember 2023 | 15:37 WIB
Mengenal Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Asal Italia
Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi ke-11, Filippo Grandi. (Dok. UNHCR/Claire Thomas)

Suara.com - United Nations High Commissioner for Refugees atau (UNHC) kini tengah menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak hoaks dan misinformasi beredar mengatasnamakan UNHCR terkait dengan pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. 

Bahkan, ada juga warganet yang sempat menyebut bahwa ketua UNHCR berasal dari Rohingya. Sayangnya, unggahan itu kini telah dihapus oleh pemiliknya.

Sementara itu, akun resmi UNHCR Indonesia sendiri meminta publik untuk bijak dalam memproses informasi di internet.

"Mohon bijak dalam memproses informasi di internet karena komentar itu bukan dari akun UNHCR resmi. Ikuti perkembangan informasi terbaru dari akun resmi @UNHCRIndo yang berupaya menemukan solusi terbaik untuk semua bersama pemerintah Republik Indonesia," tulis akun UNHCRIndo di X, Jumar, (8/12/2023).

Lantas, siapa sebenarnya Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi? Dikutip dari situs resminya, Filippo Grandi adalah Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi ke-11.

Ia pertama kali dipilih oleh Majelis Umum PBB pada 1 Januari 2016 untuk masa jabatan lima tahun. Majelis Umum telah memilih kembali dia untuk menjabat sebanyak dua kali. 

Masa jabatan Filippo Grandi akan berakhir pada 31 Desember 2025. Filippo Grandi lahir di Milan pada tahun 1957 dan telah terlibat dalam pekerjaan pengungsi dan kemanusiaan selama lebih dari 30 tahun.

Pada tahun 2010 hingga 2014, beliau menjabat sebagai Komisaris Jenderal UNRWATAutan bersifat eksternal, Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komisaris Jenderal sejak tahun 2005. Beliau juga menjabat sebagai Wakil Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB di Afghanistan dan pernah bekerja di LSM dan UNHCR di Afrika, Asia, Timur Tengah dan di kantor pusat kami di Jenewa.

Grandi meraih gelar dalam sejarah modern dari Universitas Negeri di Milan, gelar BA dalam bidang Filsafat dari Universitas Gregorian di Roma dan gelar doktor kehormatan dari Universitas Coventry.

baca juga

Selama masa jabatan Grandi, UNHCR telah berupaya untuk lebih melindungi, memberdayakan dan mengupayakan inklusi dan solusi bagi para pengungsi dan orang-orang yang tidak memiliki kewarganegaraan, dan untuk memungkinkan respons yang lebih baik terhadap keadaan darurat.

Hal ini mencakup upaya penguatan, dalam kerangka Global Compact on Refugees, untuk memperluas kemitraan, mengarusutamakan keterlibatan pembangunan dalam respons kita, dan memitigasi dampak krisis perubahan iklim terhadap pengungsian.

“UNHCR sedang menghadapi situasi yang sangat sulit. Kombinasi dari berbagai konflik yang mengakibatkan pengungsian massal, tantangan baru terhadap suaka, ketidakseimbangan antara kebutuhan dan sumber daya kemanusiaan, dan meningkatnya xenofobia adalah hal yang sangat berbahaya.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Pengungsi Rohingya Kabur dari Myanmar Hingga ke Indonesia?

Kenapa Pengungsi Rohingya Kabur dari Myanmar Hingga ke Indonesia?

Lifestyle | Jum'at, 08 Desember 2023 | 10:26 WIB

Apa Itu UNHCR? Ini Sejarah dan Sepak Terjangnya Membantu Pengungsi Rohingya

Apa Itu UNHCR? Ini Sejarah dan Sepak Terjangnya Membantu Pengungsi Rohingya

Lifestyle | Jum'at, 08 Desember 2023 | 10:09 WIB

Rohingya Berasal Dari Negara Mana, Myanmar atau Bangladesh,? Simak Asal-Usul dan Alasannya Mengungsi

Rohingya Berasal Dari Negara Mana, Myanmar atau Bangladesh,? Simak Asal-Usul dan Alasannya Mengungsi

News | Kamis, 07 Desember 2023 | 17:52 WIB

Terkini

Harga Cabai Rawit Merah Nyaris Tembus Rp60.000 Akhir Pekan Ini

Harga Cabai Rawit Merah Nyaris Tembus Rp60.000 Akhir Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:48 WIB

Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini

Cara Memakai Cushion agar Tidak Cakey, Ikuti 7 Langkah Ini

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah

Bahaya Racun Makeup Viral: Tren Glowing yang Merusak Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:30 WIB

7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik

7 Cara Pakai AC Low Watt agar Kamar Cepat Dingin Tanpa Boros Listrik

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle

Debut Film! Cha Si Yeon Resmi Bintangi Film Layar Lebar The Pinnacle

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:08 WIB

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini

Hujan Ringan Diprediksi Mengguyur Pekanbaru dan Padang Hari Ini

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Review Film The Ribbon Hero: Dongeng Klasik Tezuka dalam Balutan Modernitas

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dilakukan Menyeluruh

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:00 WIB

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah Bukan Rp300 Triliun, Ini Pertimbangannya

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 09:58 WIB

×