Mengapa Bulan Januari Terasa Sangat Lama? Ternyata Begini Alasannya

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Rabu, 17 Januari 2024 | 17:09 WIB
Mengapa Bulan Januari Terasa Sangat Lama? Ternyata Begini Alasannya
Ilustrasi depresi (Freepik/dashu83)

Suara.com - Bulan Januari merupakan awal dari sebagian orang memulai tahun yang baru. Pada awal bulan ini tak sedikit orang yang menjadikan waktu ini untuk memulai resolusi-resolusi yang telah disusun.

Namun, tak sedikit juga orang yang merasakan Januari terasa sangatlah lama dibanding dengan bulan-bulan lainnya.

Tentu saja jika dibandingkan dengan bulan Desember yang lumayan penuh dengan tanggal merah dan perayaan seperti Natal akan terasa seru, ketimbang di bulan Januari yang membosankan.

Siapa sangka ternyata ada hal yang bisa menjelaskan alasan Januari terasa lama sekali. Berikut ulasannya.

Hipotesis Jam Dopamin

Ada seorang mahasiswa PhD di University College London (UCL) bernama Zhenguang Cai. Ia mempelajari soal persepsi waktu menjelaskan mengapa banyak orang merasa bulan Januari terasa begitu lama.

Salah satunya alasannya berasal dari kembalinya ke rutinitas setelah merasakan libur Natal.

"Ada kemungkinan bahwa memulai kembali pekerjaan setelah liburan Natal menyebabkan banyak kebosanan (dibandingkan dengan kesenangan selama liburan Natal), yang pada gilirannya menyebabkan kebosanan. kesan bahwa waktu melambat di bulan Januari," jelasnya dalam The New Statesman.

Fenomena ini pun paling mudah dijelaskan oleh hipotesis jam dopamin. Dalam hipotesis tersebut dikatakan bahwa semakin tinggi level dopamin seseorang, neurotransmitter yang ada di otak seseorang, yang berhubungan dengan motivasi dan penghargaan, dapat mempercepat jam internal diri dan membuat kalian merasa waktu berjalan lebih cepat.

baca juga

Selain itu, fenomena ini juga akan turut menimbulkan beberapa orang yang mengalami mood buruk.

January Blues

Ternyata tidak hanya terasa lama saja, beberapa orang bisa mengalami mood yang buruk selama Januari.

Hal ini pun bisa disebut dengan 'January Blues'. Menurut seorang penulis dan terapis di Time Perspective Therapy, Rosemary Sword.

Januari blues merupakan bentuk depresi yang dirasakan seseorang setelah liburan atau bahkan sebelumnya. January blues sendiri biasanya paling lama terjadi selama beberapa pekan.

"Berbebda dengan January blues, yang merupakan depresi situasional dan terhubung dengan cara kita berpikir dan merasakan sesuatu. Seasonal Affective Disorder atau SAD merupakan depresi klinis yang disebabkan oleh faktor biologis seseorang," jelas Rosemary Sword.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Hadir di Perayaan Natal Bersama BUMN, Publik: Semoga Presiden 2024

Prabowo Hadir di Perayaan Natal Bersama BUMN, Publik: Semoga Presiden 2024

News | Selasa, 16 Januari 2024 | 16:14 WIB

Update Harga HP Tecno Januari 2024, Mulai Rp1 Jutaan

Update Harga HP Tecno Januari 2024, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 15 Januari 2024 | 15:37 WIB

Update Harga HP Infinix Januari 2024, Lengkap

Update Harga HP Infinix Januari 2024, Lengkap

Tekno | Senin, 15 Januari 2024 | 10:28 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×