Apa Itu Tobat Ekologis? Istilah Paus Fransiskus yang Disebut Cak Imin Dalam Debat Cawapres

Bimo Aria Fundrika

Senin, 22 Januari 2024 | 08:38 WIB
Apa Itu Tobat Ekologis? Istilah Paus Fransiskus yang Disebut Cak Imin Dalam Debat Cawapres
Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut satu, Muhaimin Iskandar menyampaikan pemaparan saat Debat Capres-Cawapres keempat di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (21/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Penutup Cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar  atau Cak Imin, debat cawapres kemarin menjadi sorotan. Cak Imin mengutip ayat 41 surat Ar-Rum, yang menyatakan bahwa kerusakan di darat dan laut terjadi akibat ulah manusia.

Ia juga merujuk pada peringatan Paus Fransiskus mengenai kerentanan masa depan kita dan perlunya melakukan pertobatan ekologis. Pernyataan ini diungkapkan Cak Imin di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, pada Minggu (21/1/2024).

Cak Imin menekankan bahwa pertobatan ekologis harus dimulai dari aspek etika. Ia mengajak untuk mematuhi aturan, menghindari perilaku ugal-ugalan, dan menjunjung tinggi etika lingkungan dan etika pembangunan. Cak Imin menegaskan pentingnya tidak melanggar aturan dan berkomitmen pada etika sebagai langkah awal dalam pertobatan ekologis.

Paus Fransiskus, Penguasa Vatikan [Foto: ANTARA]
Paus Fransiskus, Penguasa Vatikan [Foto: ANTARA]

"'Telah nyata kerusakan di darat dan di laut karena ulah tangan manusia'. Bahkan Paus Fransiskus juga mengingatkan kepada kita semua posisi yang agak rawan masa depan kita, kita harus melakukan tobat ekologis," kata Cak Imin di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).

Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan tobat ekologis atau pertobatan ekologis?

Dikutip dari jurnal berjudul “Pertobatan Ekologis Menurut Ensiklik Laudato Si dalam. Menanggapi Persoalan Kerusakan Hutan di Kabupaten Sintang,. Kalimantan Barat, melalui Ensiklik Laudato Si, Paus Fransiskus mengajukan seruan untuk melakukan pertobatan ekologis bagi seluruh umat manusia, memandang alam sebagai karya ciptaan Allah yang harus dijaga dan dihormati.

Tema pertobatan ekologis ini menjadi bagian integral dari upaya Gereja dalam merespons masalah ekologis yang melanda bumi. Terletak pada bab terakhir ensiklik, tema ini terurai dalam enam nomor, yakni dari nomor 216 hingga 221, menyajikan tawaran Gereja bagi membangun hubungan yang harmonis dengan alam semesta.

Pertama, Paus Fransiskus menegaskan bahwa perbaikan manusia dalam aspek kemanusiaan, termasuk kepedulian terhadap sesama dan alam, harus bersumber dari nilai-nilai Injil. Dalam pandangan Gereja, spiritualitas ekologis tidak dapat dipisahkan dari spiritualitas Kristiani. Melalui keyakinan iman ini, aksi pertobatan ekologis dapat diterjemahkan dalam konteks iman yang mendalam.

Kedua, pertobatan ekologis bukanlah sekadar perubahan batin belaka. Tanpa tindakan nyata atau pasif, kesadaran iman yang muncul menjadi inkonsisten. Pertobatan ekologis, oleh karena itu, mewakili keterlibatan aktif dalam membangun hubungan yang solid dengan dunia sekitar sebagai hasil dari pertemuan pribadi dengan Kristus.

baca juga

Ketiga, pertobatan ekologis menandakan perubahan batin yang mendalam dan keterlibatan aktif dalam memperbaiki hubungan dengan seluruh ciptaan. Sikap kerendahan hati, pengakuan kesalahan, dan komitmen sepenuh hati merupakan elemen-elemen kunci dalam membangun kembali relasi yang utuh dengan alam semesta.

Keempat, sebagai masalah sosial kompleks, persoalan ekologis membutuhkan pertobatan yang melibatkan seluruh masyarakat. Paus Fransiskus menekankan bahwa pertobatan ekologis tidak hanya bersifat individu, melainkan juga komunal. Kolaborasi dan kekuatan bersama diperlukan untuk mengatasi pola pikir utilitarian yang dididik secara individualis.

Kelima, pertobatan ekologis membawa pada sikap-sikap bersama yang menggembirakan dan melibatkan pertumbuhan semangat perlindungan yang murah hati dan lembut. Bersyukur atas anugerah Allah, menyadari persekutuan universal, dan mengembangkan kreativitas dalam mengatasi masalah dunia adalah bagian dari pertobatan ekologis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tom Lembong Lulusan Mana? Dituding Gibran Rakabuming Kasih Contekan ke Cak Imin, Padahal 7 Tahun Tulis Pidato Jokowi

Tom Lembong Lulusan Mana? Dituding Gibran Rakabuming Kasih Contekan ke Cak Imin, Padahal 7 Tahun Tulis Pidato Jokowi

Lifestyle | Senin, 22 Januari 2024 | 08:22 WIB

Duh! Mimik Cemberut Anies Baswedan Tertangkap Kamera, Mikirin Penampilan Cak Imin?

Duh! Mimik Cemberut Anies Baswedan Tertangkap Kamera, Mikirin Penampilan Cak Imin?

Kotak Suara | Minggu, 21 Januari 2024 | 21:43 WIB

Sindiran Gibran ke Cak Imin: Enak Banget Gus Jawabnya Baca Catatan

Sindiran Gibran ke Cak Imin: Enak Banget Gus Jawabnya Baca Catatan

Video | Minggu, 21 Januari 2024 | 20:55 WIB

Terkini

Daftar Tokoh Kasus Besar yang Mendekam di Lapas Cibinong, dari Sambo hingga Harvey Moeis

Daftar Tokoh Kasus Besar yang Mendekam di Lapas Cibinong, dari Sambo hingga Harvey Moeis

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:54 WIB

Kenapa Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya? 12 Tahun Menikah Jauh dari Gosip Miring

Kenapa Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian Aditya? 12 Tahun Menikah Jauh dari Gosip Miring

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 11:53 WIB

Hari Baik untuk Potong Rambut Menurut Primbon Jawa, Kapan Waktu yang Tepat?

Hari Baik untuk Potong Rambut Menurut Primbon Jawa, Kapan Waktu yang Tepat?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:52 WIB

8 Shade Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang

8 Shade Lipstik OMG untuk Kulit Sawo Matang

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:52 WIB

Kasus Pungli Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, 4 Boks Barang Bukti Disita

Kasus Pungli Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang, 4 Boks Barang Bukti Disita

Video | Jum'at, 25 September 2026 | 11:50 WIB

Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR

Sampah Karton Aseptik Melonjak, Kemenperin dan KLH Genjot Penerapan EPR

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 11:48 WIB

Kawal 13 Saksi dan Korban, LPSK Siap Beri Perlindungan Ulang Usai Mas Bechi Bebas

Kawal 13 Saksi dan Korban, LPSK Siap Beri Perlindungan Ulang Usai Mas Bechi Bebas

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:48 WIB

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:46 WIB

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:44 WIB

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

×