Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 25 September 2026 | 11:46 WIB
Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?
Tandan kosong kelapa sawit sedang dikumpulkan di sebuah lahan. (dok.iStock/Nazrul Azuwan Nordin)

Suara.com - Tandan kosong kelapa sawit atau Empty Fruit Bunch (EFB) ternyata tidak hanya menjadi residu dari industri kelapa sawit. Material tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Potensi tersebut tengah dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Sumitomo Heavy Industries, Ltd. (SHI), Jepang. Kedua pihak mencoba untuk mengembangkan teknologi yang memungkinkan EFB digunakan sebagai bahan bakar biomassa untuk boiler.

Meski demikian, pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan bakar tidak serta-merta bisa dilakukan tanpa proses yang matang.

Diketahui bahwa EFB memiliki sejumlah karakteristik yang bisa memengaruhi proses pembakaran, mulai dari nilai kalor yang cenderung rendah hingga kadar air, alkali, dan klorin yang tinggi.

Kepala Pusat Riset Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu alasan terkait pentingnya proses peningkatan kualitas bahan bakar atau fuel upgrading.

“Setiap teknologi upgrading dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang berbeda. Karena itu, selain melihat perubahan sifat bahan bakarnya, kita perlu mengevaluasi karakteristik pembakarannya untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan boiler,” jelas Tata

EFB Diolah Melalui Lima Metode

BRIN bersama SHI Jepang mengembangkan teknologi boiler biomassa dari residu kelapa sawit. (dok.Web/BRIN)
BRIN bersama SHI Jepang mengembangkan teknologi boiler biomassa dari residu kelapa sawit. (dok.Web/BRIN)

Melalui riset tersebut, BRIN menganalisis lima pendekatan guna meningkatkan kualitas EFB sebagai bahan bakar biomassa. Metode yang diteliti meliputi fuel washing, hydrothermal treatment, torrefaction, decarbonization, dan biological treatment.

Dari masing-masing metode tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan karakteristik bahan bakar yang lebih sesuai dengan kebutuhan pembakaran boiler.

Dengan adanya proses upgrading tersebut, EFB diharapkan akan memiliki nilai kalor yang lebih tinggi sekaligus kadar air, alkali, hingga klorin yang lebih rendah.

baca juga

Setelah melewati proses tersebut, bahan bakar hasil upgrading tidak secara otomatis diaplikasikan pada boiler berskala besar. Setiap jenis bahan bakar terlebih dahulu akan diuji untuk melihat karakteristik pembakarannya.

Perekayasa Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Taopik Hidayat, menjelaskan bahwa pengujian dilakukan menggunakan simulator boiler tipe fluidized yang tersedia di KST B.J. Habibie, Serpong.

“Dengan melakukan uji pembakaran skala laboratorium menggunakan fluidized bed dari BRIN dan Fuel Analysis Module dari Sumitomo Heavy Industries, kita dapat melihat sejauh mana berbagai metode fuel upgrading dapat meningkatkan karakteristik dan kinerja EFB sebagai bahan bakar,” ujar Taopik.

Pengujian tersebut diperkuat dengan Fuel Analysis Module yang disediakan oleh SHI.

Perangkat ini terdiri atas Ashing Furnace dan Fluidizing Furnce yang dipakai untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran biomassa sesudah menjalani proses fuel upgrading.

Ditargetkan Bisa Bakar 100 Persen EFB

Rangkaian pengujian tersebut tidak hanya ditujukan untuk mencari metode yang bisa meningkatkan kualitas EFB.

BRIN bersama SHI juga memfokuskan pada pengembangan teknologi boiler dengan sistem full firing, yaitu pembakaran menggunakan 100 persen EFB tanpa campuran bahan bakar fosil maupun biomassa lainnya.

Taopik menerangkan bahwa setiap metode upgrading ini akan dikomparasikan untuk melihat kecocokan dari sisi teknis maupun ekonomis.

Dari lima pendekatan yang diuji, teknologi yang diyakini paling menjanjikan akan dikembangkan lebih lanjut melalui tahap scale-up.

Jika teknologi telah terpilih nantinya dilanjutkan untuk menjalani pengujian pada Circulating Fluizied Bed (CFB) Boiler Pilot Plant milik SHI di Niihama, Jepang.

Hal menariknya adalah dengan riset ini tidak hanya berfokus pada perbaikan kualitas bahan bakar. BRIN ikut berpartisipasi dalam mengembangkan desain boiler yang disesuaikan dengan karakterisitik EFB hasil upgrading.

Pengembangan dilakukan secara lebih terstruktur. Prosesnya mencakup peningkatan kualitas tandan kosong sawit, pengujian karakteristik pembakaran, hingga penyesuaian desain boiler supaya mampu bekerja dengan bahan bakar tersebut.

Berdasarkan rangkaian riset tersebut, pengembangan EFB diarahkan untuk tidak hanya memanfaatkan residu industri kelapa sawit, melainkan turut mendukung diversifikasi sumber energi dan pengembangan teknologi rendah karbon dalam upaya merealisasikan target Net Zero Emission (NZE) Indonesia 2060.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 09:00 WIB

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Mengubah Batu Hitam Jadi Bahan Bakar: Bagaimana Proses Pembuatan Bensin Batubara?

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 14:51 WIB

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi

Potensi Panas Bumi Gunung Ungaran, dari Listrik Rendah Emisi hingga Penggerak Ekonomi

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:58 WIB

Terkini

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

Mulai Nanti Malam, Akses Halte Transjakarta Kebon Sirih Arah Blok M Hanya Lewat Satu Pintu

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:44 WIB

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

7 Rekomendasi Serial Drama untuk Temani Akhir Pekan, Wajib Masuk Watch List

Entertainment | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Desil Tidak Berubah Meski Sudah Update Data, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:42 WIB

5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch untuk Home Theater Ruang Keluarga, Gambar Lebih Tajam

5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch untuk Home Theater Ruang Keluarga, Gambar Lebih Tajam

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 11:40 WIB

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Jelang Duel Timnas Indonesia vs Malaysia, Tan Cheng Hoe Minta Skuadnya Tidak Panik

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 11:39 WIB

Menkeu Suahasil Cuma Kasih Jempol Saat Ditanya Cara Yakinkan Masyarakat Move On dari Purbaya

Menkeu Suahasil Cuma Kasih Jempol Saat Ditanya Cara Yakinkan Masyarakat Move On dari Purbaya

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 11:35 WIB

3 Shio Diprediksi Paling Hoki Oktober 2026, Hidupnya Bakal Berubah Total!

3 Shio Diprediksi Paling Hoki Oktober 2026, Hidupnya Bakal Berubah Total!

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:34 WIB

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Harga Top 6 Mobil Diesel Bekas Populer di Indonesia Keluaran 2021, Panther Kini Cuma Segini

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

Bukan Pemakzulan, Denny Indrayana Ingin Gibran Didiskualifikasi: Awal Oktober Bisa Ganti Wapres!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 11:33 WIB

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?: Ikatan Kuat, tapi Cerita Cuma Main Aman

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 11:30 WIB

×