Penggunaan Galon Sekali Pakai Hambat Target Kurangi Sampah 2025? Aktivis Ungkap Hal Ini

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 06 Februari 2024 | 14:07 WIB
Penggunaan Galon Sekali Pakai Hambat Target Kurangi Sampah 2025? Aktivis Ungkap Hal Ini
Ilustrasi tumpukan sampah B3. (Antara)

Suara.com - Produksi galon sekali pakai yang semakin meluas menjadi sumber masalah besar karena meningkatkan volume sampah plastik yang terus bertambah. Dari perspektif matematis, peningkatan penggunaan galon tersebut bertentangan dengan target nasional untuk mengurangi sampah sebesar 30 persen pada tahun 2025.

Penggunaan galon sekali pakai juga bertentangan dengan semangat konservasi lingkungan yang menjadi harapan bangsa. Ini tidak sejalan dengan prinsip gaya hidup 3R (reduce, reuse, recycle) yang sedang diupayakan oleh berbagai pihak.

Menurut Juru Kampanye Urban Greenpeace, Muharram Atha Rasyadi, klaim bahwa produk galon sekali pakai ramah lingkungan hanyalah retorika kosong. Menurutnya, produsen hanya mencitrakan produk tersebut sebagai ramah lingkungan tanpa memperhatikan apakah produk tersebut benar-benar dapat didaur ulang dengan baik.

Galon sekali pakai. (Dok: Istimewa)
Galon sekali pakai. (Dok: Istimewa)

Kenyataannya, tingkat daur ulang plastik di Indonesia masih sangat rendah. Data dari Sustainable Waste Indonesia (SWI) menunjukkan bahwa hanya 7 persen sampah plastik yang didaur ulang, sementara sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir.

Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) juga mengkritik galon sekali pakai karena berdampak buruk pada lingkungan. Mereka menemukan galon-galon tersebut sering menjadi sampah yang mencemari sungai-sungai.

Ecoton juga menyoroti bahaya mikroplastik yang terdapat dalam air sungai. Mikroplastik ini dapat berdampak negatif pada organisme hidup, termasuk manusia. Walhi Yogyakarta berpendapat bahwa pemerintah seharusnya melarang penggunaan galon sekali pakai sebagai langkah tegas dalam menerapkan prinsip 3R.

Yayasan Kelola Sampah Indonesia (Yaksindo) menambahkan kritik terhadap pengelolaan sampah plastik oleh produsen. Mereka menilai bahwa produsen seringkali mengalihkan tanggung jawab mereka kepada pihak lain tanpa memikirkan dampak lingkungan.

Sebagai solusi, Yaksindo menyarankan agar produsen memberikan insentif kepada para pengelola sampah sebagai bagian dari tanggung jawab mereka dalam pengelolaan limbah.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Tinjau RPM Waste4Change, Dorong Bank Sampah hingga Janji Beri Insentif

Ganjar Tinjau RPM Waste4Change, Dorong Bank Sampah hingga Janji Beri Insentif

Bisnis | Selasa, 06 Februari 2024 | 07:54 WIB

Pemulung Bekasi Minta Bantuan di Gimmick Nyampah Gibran, Greenflation Kembali Disinggung

Pemulung Bekasi Minta Bantuan di Gimmick Nyampah Gibran, Greenflation Kembali Disinggung

News | Jum'at, 02 Februari 2024 | 20:21 WIB

Cara Selvi Ananda dan Gibran saat Buang Sampah Jadi Sorotan, Diletakkan di Saku Kantong

Cara Selvi Ananda dan Gibran saat Buang Sampah Jadi Sorotan, Diletakkan di Saku Kantong

Video | Kamis, 01 Februari 2024 | 20:30 WIB

Terkini

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Ironi Wajib Organisasi: Hak Sukarela yang Dipaksa oleh Birokrasi Kampus

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 21:02 WIB

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

4 Tone Up Cream SPF 30 Sat-set Bikin Wajah Cerah, Fresh, dan Terlindungi

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:59 WIB

Hasto Ungkap PDIP Sudah Disadap Sejak Tolak Putusan MK yang Loloskan Gibran!

Hasto Ungkap PDIP Sudah Disadap Sejak Tolak Putusan MK yang Loloskan Gibran!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:59 WIB

Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?

Gaji Terbatas, Pengeluaran Terus Berjalan: Bisakah Downgrade Lifestyle Jadi Solusi?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:57 WIB

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Gadis Minimarket: Satir Jenius Pegawai Toko Melawan Stigma Sosial

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 20:54 WIB

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

Persoalan Ijazah Wapres, PB Pemuda Muslimin Indonesia Desak Proses Pemberhentian Gibran di DPR

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:53 WIB

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

Impor Daging dan Susu Masih Tinggi, Wamentrans Gandeng Akademisi Kembangkan Peternakan Modern

News | Sabtu, 07 November 2026 | 20:43 WIB

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Futsal Putra Kabupaten Bogor Tembus Final Porprov Jabar 2026, Tantang Tuan Rumah Kota Bekasi

Bogor | Sabtu, 07 November 2026 | 20:32 WIB

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Isi Akhir Pekan dengan Jalan Sehat, Paramount Color Walk Akan Hadir Desember

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 20:28 WIB

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

MALIKA for Urban Studies Soroti Pelanggaran Fungsi Sungai Cisadane di Tangerang Raya

Banten | Sabtu, 07 November 2026 | 20:26 WIB

×