Sampahnya Sulit Dibuang, Galon Sekali Pakai Mulai Ditinggalkan Mahasiswa di Kos-kosan

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 17 Maret 2024 | 11:09 WIB
Sampahnya Sulit Dibuang, Galon Sekali Pakai Mulai Ditinggalkan Mahasiswa di Kos-kosan
Ilustrasi sampah plastik. (Dok: KPPLI)

Suara.com - Para mahasiswa yang tinggal di kos-kosan di Universitas Indonesia (UI) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai sadar akan dampak lingkungan dari penggunaan air minum dalam galon kemasan sekali pakai. Mereka menghadapi kesulitan dalam membuang bekas galon tersebut setelah habis digunakan.

Salah satunya adalah Vito, seorang mahasiswa UI jurusan Hukum, yang mengonsumsi satu galon dalam dua minggu di kosannya di Depok. Namun, ia merasa kesulitan untuk membuang bekas galon tersebut karena tidak muat ke dalam tempat sampah, sehingga seringkali diletakkan di samping tempat sampah yang mengganggu.

Galon sekali pakai. (Dok: Istimewa)
Galon sekali pakai. (Dok: Istimewa)

“Iya, saya kadangkala bingung kemana untuk membuang bekas galon sekali pakainya. Karena, galon itu juga tidak bisa masuk ke tempat sampah. Akhirnya, saya meletakkannya di samping tempat sampahnya saja. Dan kadangkala galon-galon itu mengganggu jalan kita-kita juga,” tuturnya.

Kansa, mahasiswi Bisnis Islam UI, juga mengalami hal serupa di kosannya di Depok. Dia akhirnya beralih menggunakan galon guna ulang karena bingung membuang bekas galon sekali pakai.

Hariman, mahasiswa Sistem Informatika UI, juga menghadapi masalah yang sama di kosannya. Bekas galon sekali pakai yang menumpuk membuat kamarnya menjadi sempit, sehingga ia juga berniat untuk menggunakan galon guna ulang.

Para mahasiswa IPB juga memiliki pengalaman serupa. Bayu, mahasiswa Kedokteran IPB, mengalami kesulitan membuang bekas galon di kosannya di Bogor. Demikian pula dengan Atika, mahasiswi Sumber Daya Pengelolaan Perairan IPB, yang juga menghadapi masalah tempat sampah yang tidak cukup untuk bekas galon.

Mereka semua berniat untuk mengganti penggunaan galon sekali pakai dengan galon guna ulang agar lingkungan kosan mereka tidak tercemar dengan sampah plastik.

Greenpeace Indonesia juga mengamati bahwa penggunaan galon sekali pakai bertentangan dengan upaya pengurangan sampah, yang menjadi target Indonesia untuk mengurangi 70% sampah di laut hingga tahun 2025. Mereka khawatir bahwa jika masyarakat terbiasa menggunakan galon sekali pakai, upaya penggunaan kembali yang ramah lingkungan bisa terabaikan.

“Jadi, keberadaan produk AMDK galon sekal pakai ini bukan progres yang baik untuk pengurangan sampah di Indonesia,” ungkapnya.

baca juga

Atha, juru kampanye Urban Greenpeace Indonesia, menekankan bahwa keberadaan produk galon sekali pakai tidak membantu dalam upaya pengurangan sampah di Indonesia. Dia menyatakan kekhawatirannya akan tingginya potensi sampah jika penggunaan galon sekali pakai terus meningkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Kolaborasi Bank Sampah Binaan, Pegadaian Gelar Gathering di Kota Padang

Perkuat Kolaborasi Bank Sampah Binaan, Pegadaian Gelar Gathering di Kota Padang

Bisnis | Kamis, 14 Maret 2024 | 16:30 WIB

NeutraDC Perkuat Implementasi ESG dengan Hadirkan Fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Warga Desa Jambidan Yogyakarta

NeutraDC Perkuat Implementasi ESG dengan Hadirkan Fasilitas Pengelolaan Sampah untuk Warga Desa Jambidan Yogyakarta

Bisnis | Jum'at, 08 Maret 2024 | 12:46 WIB

Jangan Buang Sembarangan! Sampah Plastik Kresek Bisa Jadi Berharga Hingga Jadi Aspal Jalan yang Berkualitas

Jangan Buang Sembarangan! Sampah Plastik Kresek Bisa Jadi Berharga Hingga Jadi Aspal Jalan yang Berkualitas

Lifestyle | Jum'at, 08 Maret 2024 | 06:39 WIB

Terkini

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Sosok Belliza Shyntia Putri, Anak Bamsoet Sekaligus Calon Menantu Melly Goeslaw

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Lima Sekawan Terjebak di Mercusuar Tua, Ada Apa dengan Karang Setan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:50 WIB

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:32 WIB

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:30 WIB

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:27 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 10:22 WIB

×