Jangan Buang Sembarangan! Sampah Plastik Kresek Bisa Jadi Berharga Hingga Jadi Aspal Jalan yang Berkualitas

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Jum'at, 08 Maret 2024 | 06:39 WIB
Jangan Buang Sembarangan! Sampah Plastik Kresek Bisa Jadi Berharga Hingga Jadi Aspal Jalan yang Berkualitas
Olahan sampah plastik jadi aspal di Garut. (Lilis/Suara.com)

Suara.com - Plastik kresek kerap dianggap sampah tak bernilai saat sudah tidak digunakan lagi. Namun bila diproses dengan benar, sampah plastik kresek tersebut rupanya bisa kembali berguna hingga berubah bentuk menjadi aspal jalan.

Balai Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR telah melakukan penelitian pada 2017 dan menemukan bahwa campuran plastik dengan proporsi 4-6 persen dapat meningkatkan stabilitas jalan hingga 40 persen dibandingkan dengan aspal konvensional. Artinya, jalanan aspal bisa lebih tahan lama untuk digunakan serta minim perawatan.

Menurut PUPR, aspal plastik juga lebih unggul terhadap ketahanan air, pelepasan butir, beban berat, dan ketahanan deformasi serta retak yang lebih baik dari aspal biasa.

Setahun pasca penelitian, perusahaan solusi kimia dan infrastruktur, PT Candra Asri membuktikan temuan itu dengan memulai proyek pengaspalan jalan menggunakan campuran sampah plastik kresek pada 2018 di Cilegon, Banten.

Olahan sampah plastik jadi aspal di Garut. (Lilis/Suara.com)
Olahan sampah plastik jadi aspal di Garut. (Lilis/Suara.com)

"2018 kami coba langsung pengaspalan jalan dengan campuran sampah plastik di Cilegon. Dan sampai saat ini aspal campuran sampah plastik itu masih sangat baik," kata Circular Economy & Social Engineering Practitioner PT Chandra Asri Pacific Nicko Setyabudi ditemui usai peresmian jalan aspal plastik di Garut pada Kamis (7/3/2024).

Kabupaten Garut menjadi daerah dengan jalan aspal plastik terpanjang yang dikerjakan oleh Candra Asri bersama mitranya. Total jalan aspal plastik di Garus sepanjang 50,2 km yang dikerjakan sejak 2022 hingga 2023 dengan mengelola hingga 431,5 ton sampah plastik dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tidak hanya lebih baik secara kualitas jalan, Nicko mengatakan kalau berkat inovasi itu juga bisa mengurangi sampah hingga 30 persen dan mereduksi jumlah sampah di lautan hingga 70 persen pada tahun 2025.

"Hingga akhir tahun 2023, Chandra Asri Group bersama mitra telah menggelar 120,8 km jalan dengan campuran sampah plastik, melampaui target awal yang semula dicanangkan sepanjang 100 km. Akumulasi total capaian jalan ini menciptakan fungsi baru dan menambah nilai ekonomi bagi 1.086 ton sampah kantong kresek," imbuh Nicko.

Lebih lanjut, setiap kilometer jalan aspal plastik setidaknya menyerap sekitar 1,6 ton sampah kresek dan memberikan imbalan peningkatan durabilitas jalan hingga 40 persen. Pengolahan sampah plastik sehingga bisa menjadi campuran aspal perlu dilakukan beberapa tahap, yaitu penyaringan, pencacahan, dan pengeringan.

baca juga

Proses tersebut dilakukan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dalam mengumpulkan dan memproses sampah plastik kresek agar layak digunakan lagi.

Nicko menjelaskan, sampah plastik kresek yang sudah dibersihkan kemudian dihancurkan menjadi cacahan kecil. Langkah selanjutnya dengan melakukan pencampuran aspal dan plastik yang dilakukan melalui proses pencampuran kering atau dry mixing. Tahapan tersebur diawali dengan memanaskan agregat atau batuan pada suhu sekitar 160 derajat Celsius.

Kemudian cacahan plastik dimasukkan terlebih dahulu ke dalam campuran. Tujuannya adalah agar plastik dapat melapisi agregat yang panas. Setelah tahap tersebut, baru dicampurkan aspal dan bahan lainnya untuk menciptakan campuran yang siap untuk digunakan dalam konstruksi jalan.

Suara.com berkesemoatan melihat langsung hasil aspal campuran plastik tersebut yang ada di Garut. Secara bentuk, aspal dengan campuran sampah plastik memang tidak ada bedanya dengan aspal konvensional tanpa campuran plastik.

Hal tersebut juga diakui oleh Nicko. Hanya saja dia menekankan kalau aspal campuran sampah plastik bisa lebih tahan lama dan kualitasnya lebih baik, berdasarkan hasil riset dari Kementerian PUPR tersebut.

Pj Bupati Garut Barnas Adjidin juga mengatakan kalau penerapan aspal plastik di daerahnya itu dilakukan secara dua tahap mulai dari 2022. Pada 2022 itu dikerjakan pada enam ruas jalan dengan panjang mencapai 16,56 km dengan memanfaatkan sebanyak 30,96 ton sampah plastik cacah.

Kemudian pada tahun 2023 kembali dikerjakan pada kurang lebih 17 ruas jalan dengan panjang mencapai 33,68 km dengan menggunakan 49,54 ton sampah plastik cacah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren! Petugas UPS Badan Air Buat Perahu Motor dari Botol Plastik Bekas

Keren! Petugas UPS Badan Air Buat Perahu Motor dari Botol Plastik Bekas

Foto | Rabu, 06 Maret 2024 | 16:47 WIB

Mulai 9 Maret Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Layang MBZ Naik 35%, Segini Besarannya

Mulai 9 Maret Tarif Tol Jakarta-Cikampek dan Layang MBZ Naik 35%, Segini Besarannya

Bisnis | Rabu, 06 Maret 2024 | 10:13 WIB

Tarif Baru Jalan Tol Pekanbaru - Dumai, Mulai Berlaku Maret 2024?

Tarif Baru Jalan Tol Pekanbaru - Dumai, Mulai Berlaku Maret 2024?

Bisnis | Selasa, 05 Maret 2024 | 16:51 WIB

Terkini

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Spesifikasi dan Keunggulan Pompa Air Shimizu PS-128 BIT untuk Kebutuhan Air Rumah Anda

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:43 WIB

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga

Sunscreen Apa yang Bisa Menghilangkan Bruntusan? Ini 6 Rekomendasi sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:40 WIB

Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus

Cek Feng Shui Kamar Tidur Anda, Bisa Jadi Penyebab Rezeki Seret dan Lelah Terus-menerus

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 17:30 WIB

Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik

Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 14:45 WIB

Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea

Ketika Ayam Bakar Berpadu Gochujang dan Merica Batak Jadi Juara Kompetisi Masak Korea

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:45 WIB

Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?

Cushion vs Foundation: Mana yang Lebih Aman dan Ampuh untuk Kulit Berjerawat?

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:35 WIB

Foundation atau Skin Tint Dulu? Ini Panduan untuk Makeup Flawless

Foundation atau Skin Tint Dulu? Ini Panduan untuk Makeup Flawless

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:13 WIB

Tak Sekadar Bersih, Ini Cara Baru Ciptakan Rumah yang Lebih Nyaman

Tak Sekadar Bersih, Ini Cara Baru Ciptakan Rumah yang Lebih Nyaman

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:12 WIB

5 Warna Keberuntungan Rumah Menurut Feng Shui Sesuai Arah Mata Angin, Bikin Hoki Mengalir

5 Warna Keberuntungan Rumah Menurut Feng Shui Sesuai Arah Mata Angin, Bikin Hoki Mengalir

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:10 WIB

Shio Apa yang Kaya? Rahasia Kekayaan Menurut Zodiak Cina

Shio Apa yang Kaya? Rahasia Kekayaan Menurut Zodiak Cina

Lifestyle | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:02 WIB

×