Sosok Bambang Hero Saharjo, Profesor yang Menaksir Kerugian Korupsi TImah Capai Rp 271 Triliun

Farah Nabilla

Kamis, 04 April 2024 | 11:33 WIB
Sosok Bambang Hero Saharjo, Profesor yang Menaksir Kerugian Korupsi TImah Capai Rp 271 Triliun
Prof. Bambang Hero Saharjo (Instagram/@indonesianforester)

Suara.com - Nama Profesor Bambang Hero Saharjo jadi sorotan karena merupakan sosok yang menghitung kerugian negara sebesar Rp 271 triliun dalam kasus korupsi tata niaga komoditas timah.

Guru besar dan ahli lingkungan Institut Pertanian Bogor (ITB) itu menyebut kasus yang terjadi sejak tahun 2015-2022 itu merugikan negara sebesar Rp 271.069.740.060.

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan 16 tersangka dalam dugaan kasus korupsi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.  Lantas bagaimana sosok Bambang Hero Saharjo? Simak penjelasan berikut ini.

Profil Bambang Hero Saharjo

Prof Bambang Hero Saharjo ketika dapat penghargaan John Maddox (Twitter/KBRI London)
Prof Bambang Hero Saharjo ketika dapat penghargaan John Maddox (Twitter/KBRI London)

Profesor Ir. Bambang Hero Saharjo lahir di Jambi pada 10 November 1964 sehingga kini berusia 59 tahun. Dia adalah seorang pakar forensik kebakaran Indonesia di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Rekam jejak pendidikan Bambang adalah meraih gelar S1 di Fakultas Kehutanan IPB pada tahun 1987. Setelah itu pada tahun 1996, dia menempuh pendidikan Master (S2) di Divisi Pertanian Tropis (Division of Tropical Agriculture) Kyoto University. Kemudian Bambang melanjutkan jenjang S3 di Laboratorium Tropical Forest Resources and Environment, Division of Forest and Biomaterial Science Kyoto University tahun 1999.

Bambang tercatat menerima sejumlah penghargaan seperti Tanda Kehormatan Stayalencana Karya Satya 10 tahun. Selain itu penghargaan Canadian Forest Service (CFS) Merit Award dari Canadian Forest Service-Natural Resource Canada tahun 2004. Di tahun 2006, Bambang terpilih menjadi dosen berprestasi III IPB dan Dosen Berpretasi I Fakultas Kehutanan IPB. 

Selain itu Bambang juga pernah mendapat penghargaan John Maddox Prize pada tahun 2019. Dia menang penghargaan Sense About Science John Maddox di London, Inggris atas jasanya menghentikan perusahaan-perusahaan yang memakai metode pembersihan lahan ilegal di Indonesia.

Bukan hanya itu, Bambang pun memiliki kemampuan untuk melacak rute dan sumber kebakaran. Dia bahkan telah bersaksi di 500 kasus pengadilan yang menyelidiki kasus-kasus kebakaran. Selain itu Prof Bambang juga membantu kelompok-kelompok lokal untuk memahami dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Perhitungan Kerugian Negara

Penampakan Tambang Timah di Bangka Belitung (dok. PT Timah)
Penampakan Tambang Timah di Bangka Belitung (dok. PT Timah)

Prof Bambang membeberkan munculnya angka Rp271 trilun terkait kasus korupsi tata niaga timah ketika bertemu wartawan.

baca juga

"Angka total kerugian kawasan hutan dan non kawasan hutan akibat kerusakan yang harus ditanggung negara adalah Rp 271.069.740.060," ungkap Bambang di Gedung Kejagung Jakarta Selatan pada Senin (19/2/2024) lalu.

Aktivitas tambang itu telah membuka lubang galian seluas 170.363.064 hektar padahal IUP hanya diberikan untuk penambangan 88.900,462 hektar. Jadi luas galian tambang yang tak berizin mencapai 81.462,602 hektar.

Kerugian kerusakan lingkungan tersebut berdasarkan total luas galian yang mencapai 170.363.064 hektar baik di kawasan hutan maupun non kawasan hutan. Penghitungan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) Nomor 7 Tahun 2014.

Sementara itu pihak Kejagung menyebut angka Rp 271 triliun itu hanya dugaan kerugian lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas penambangan timah di Bangka Belitung. Disebutkan bahwa kerugian keuangan negara dalam kasus ini masih dihitung.

Perlu dicatat bahwa jenis kerugian negara tersebut beda dengan kerugian keuangan lingkungan. Hal ini berarti secara keseluruhan, dugaan nilai kerugian yang timbul masih akan lebih besar.

"Kerugian ini masih akan kita tambah dengan kerugian keuangan negara yang sampai saat ini masih berproses. Berapa hasilnya masih kita tunggu," kata Kuntadi selaku Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). 

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Tutup Mulut, Ternyata Sandra Dewi Mengerti Harvey Moeis Korupsi? 'Ada Istri yang Tahu, Tapi...'

Masih Tutup Mulut, Ternyata Sandra Dewi Mengerti Harvey Moeis Korupsi? 'Ada Istri yang Tahu, Tapi...'

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 11:27 WIB

Diperiksa Kejagung, Sandra Dewi Lempar Senyum Ceria Hingga Kasih Dua Jempol Seolah Tanpa Beban

Diperiksa Kejagung, Sandra Dewi Lempar Senyum Ceria Hingga Kasih Dua Jempol Seolah Tanpa Beban

News | Kamis, 04 April 2024 | 11:15 WIB

Bisa Makin Kaya Usai Dibui, Harvey Moeis Diduga Bakal Langsung Boyong Sandra Dewi ke Luar Negeri

Bisa Makin Kaya Usai Dibui, Harvey Moeis Diduga Bakal Langsung Boyong Sandra Dewi ke Luar Negeri

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 10:52 WIB

Outfit Sederhana Sandra Dewi Saat Diperiksa di Kasus Korupsi yang Rugikan Negara Rp271 T

Outfit Sederhana Sandra Dewi Saat Diperiksa di Kasus Korupsi yang Rugikan Negara Rp271 T

News | Kamis, 04 April 2024 | 10:42 WIB

Rusak Parah, Begini Kondisi Alam Bangka Akibat Tambang Timah yang Bikin Negara Rugi 271 Triliun

Rusak Parah, Begini Kondisi Alam Bangka Akibat Tambang Timah yang Bikin Negara Rugi 271 Triliun

Lifestyle | Kamis, 04 April 2024 | 10:25 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×