Begini Hukum Utang Demi Mudik Lebaran, Gus Hans Kasih Peringatan: Lebih Baik...

Minggu, 07 April 2024 | 15:36 WIB
Begini Hukum Utang Demi Mudik Lebaran, Gus Hans Kasih Peringatan: Lebih Baik...
Pemudik di Terminal Bekasi. [Suara.com/Mae Harsa]

Suara.com - Pulang kampung alias mudik saat Hari Raya Idul Fitri tentu tidak akan dilewatkan oleh setiap umat Muslim. Harapan untuk menjemput hari kemenangan bersama keluarga besar membuat banyak perantau merencanakan untuk kembali ke kampung halaman.

Lalu bagaimana hukumnya apabila seseorang mudik atau merayakan lebaran dengan berutang? KH Zahrul Azhar Asumta atau yang biasa disapa Gus Hans membahas hal ini di salah satu acara kajian di televisi nasional.

Tak spesifik menyentil agenda mudik, Gus Hans juga menyoroti orang yang sampai rela berutang demi merayakan lebaran dengan meriah, seperti membeli banyak baju baru, hingga menjamu tamu dengan berbagai makanan.

“Berutang demi lebaran bukan sesuatu yang dianjurkan, karena itu akan berpengaruh kepada kehidupan-kehidupan kita ke depannya,” tegas Gus Hans, dikutip dari cuplikan video ceramahnya yang diunggah oleh akun TikTok @seribusatuhikmah, Minggu (7/4/2024).


Gus Hans memahami keinginan setiap umat Muslim, terutama anak, untuk membahagiakan orang tua dengan pulang kampung atau membelanjakan barang-barang baru. Namun alih-alih mencari utang, Gus Hans memberikan sebuah solusi yang lebih baik dan terukur.

“Andaikan kita ingin menyenangkan orang tua dan mudik ke orang tua kita, maksimal lebih baik menggadaikan daripada berutang, karena itu lebih terukur,” jelas Gus Hans.

“Oleh karena itu, marilah kita mudik sesuai dengan kemampuan kita, dan kepada orang tua jangan menuntut anak-anak kita mudik sesuai dengan apa yang kita mau, tetapi biarkan mereka membahagiakan orangtuanya sesuai dengan kemampuannya,” sambungnya.

Gus Hans juga memberikan sedikit nasihat untuk para orang tua, seperti berikut ini, “Jangan bikin mereka merana dan merasa tidak dihargai oleh keluarga yang lain, kalau kita juga tidak memberikan respect kepada mereka. Jangan mengomentari tetangga-tetangga yang lain kalau mereka mudik, sehingga kita tidak dikomentari yang lain, sehingga kita membangun budaya mudik yang bagus, yaitu mudik murni untuk silaturahmi.”

Baca Juga: Beri Hadiah di Bulan Ramadan hingga THR di Hari Raya, Ternyata Pahalanya Berlipat Ganda!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI