Rayakan Lebaran di Rumah Orang Tua atau Mertua? Begini Penjelasan Buya Yahya

Nur Khotimah Suara.Com
Minggu, 07 April 2024 | 17:00 WIB
Rayakan Lebaran di Rumah Orang Tua atau Mertua? Begini Penjelasan Buya Yahya
Ilustrasi lebaran (Freepik/Odua)

Suara.com - Dilema pasangan yang sudah menikah ketika Lebaran adalah lebih baik merayakannya di rumah orang tua atau mertua. Tak jarang hal ini menimbulkan konflik antara suami dan istri menjelang Lebaran.

Perihal Lebaran di rumah orang tua atau mertua pernah dibahas oleh Buya Yahya dalam sebuah kajian yang dibagikan ke YouTube miliknya. Kala itu ada jemaah yang meminta pendapat kepada Buya Yahya.

Membuka tanggapannya, Buya Yahya mengingatkan tentang pentingnya menghilangkan ego dalam perkara rumah tangga. Hal itu termasuk ketika berdiskusi perihal mau Lebaran di rumah orang tua atau mertua.

"Jangan biasakan dalam rumah tangga itu egois. Kalau keras kepala semuanya, enggak ketemu judulnya. Apalagi setiap pasangan punya orang tua," jelas Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya pada Minggu (7/4/2024).

Ilustrasi Lebaran (pexels.com)
Ilustrasi Lebaran (pexels.com)

Buya Yahya menyarankan agar pasangan suami istri bermusyawarah tentang mana yang akan didahulukan ketika Lebaran, apakah orang tua atau mertua. Kesepakatan yang indah akan menjadi solusi bagi masalah ini.

Tentu saja pasangan harus mempertimbangkan kondisi keluarga masing-masing ketika berdiskusi agar solusinya menjadi adil. Seperti misalnya, harus lebih lama di keluarga istri karena ibunya sedang sakit atau tinggal sendirian.

"Tolonglah jangan biasakan hal-hal begini jadi problem (masalah). Mestinya suami kan mengerti keadaan ibu, barangkali habis ditinggal oleh suaminya, mertua baru meninggal berarti ibu kan kesepian," tutur Buya Yahya lagi.

"Ya mungkin dengan lapang, seorang suami menemani istrinya tadi untuk mudik nemenin ibu mertuanya. Enggak ada masalah," imbuhnya.

Buya Yahya kemudian menyarankan agar pasangan suami istri memperbaiki cara berkomunikasi. Sebab, ini mungkin saja menjadi salah satu penyebab munculnya konflik ketika menentukan mau Lebaran di mana.

Baca Juga: Mudik Lewat Trans Jawa dan Trans Sumatera: Segini Tarif Tol Jakarta ke Surabaya

Tak lupa juga, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada keharusan istri wajib menuruti kata suami hingga tidak punya kesempatan berpendapat. Ia pun menyontohkan Nabi Muhammad SAW yang sering bermusyawarah dengan sang istri.

"Tidak ada hidup itu diktator. Istri itu enggak boleh punya usulan, enggak boleh suara. Enggak boleh, enggak ada itu semuanya. Semuanya adalah musyawarah, diskusi yang baik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI