Viral Cerita Pemudik 'Dipalak' di Masjid Al Jabbar, Biaya Parkir Bikin Naik Darah

Ruth Meliana

Sabtu, 13 April 2024 | 11:01 WIB
Viral Cerita Pemudik 'Dipalak' di Masjid Al Jabbar, Biaya Parkir Bikin Naik Darah
Masjid Al Jabbar. (Suara.com/Dini Afrianti)

Suara.com - Curhatan seorang pemudik yang mendapatkan pengalaman kurang menyenangkan di Masjid Al Jabbar, Bandung, Jawa Barat, menjadi viral. Bagaimana tidak, pemudik ini seolah "dipalak" kala mau beribadah di masjid yang didesain oleh Ridwan Kamil tersebut.

Cerita ini dibagikan oleh sang pemudik lewat akun X bernama @/petanirumah pada Sabtu (13/4/2024). Hingga berita ini dipublikasikan, curhatan sang pemudik terpantau telah dibaca 130 ribu kali dan mendapatkan seribu tanda suka.

"Masjid yang nggak akan pernah saya kunjungi dan tidak akan pernah saya rekomendasi untuk dikunjungi," tulis pemudik ini sambil membagikan potret kemegahan Masjid Al Jabbar pada malam hari.

Kejadian bermula saat Magrib, di mana pemudik dan keluarganya berangkat dengan mobil dari Jatinangor menuju Ciparay. Di tengah jalan, rombongan pemudik ini kemudian memutuskan untuk sholat di Masjid Al Jabbar.

"Setelah magrib berangkat dari Jatinangor rencana langsung mau ke Ciparay. Berangkat 2 mobil, namun di tengah jalan memutuskan untuk singgah sholat Isya ke Masjid megah Al Jabbar di kota Bandung. Sampai di pintu masuk di kasih karcis parkir," cerita sang pemudik.

"Dari jauh sudah begitu kagum dengan keindahan Masjid yang penuh dengan cahaya indah. Wajar sih parkiran susah dicari karena ada ratusan mobil yang parkir. Udah bayangin ada ribuan orang yang akan sholat berjamaah di dalam," lanjutnya.

Saat mencari spot parkir, pemudik ini dihentikan oleh seorang petugas berpakaian rompi parkir. Petugas parkir ini membantu parkir dan meminta uang seikhlasnya pada pemudik.

"Setelah keliling akhirnya nemu tempat parkir dan ada petugas parkir pakai rompi di dalam. Keluar mobil langsung diminta uang 'seikhlasnya' karena udah bantu kasih aba-aba parkir," tutur pemudik.

Namun saat pemudik ini memberikan uang Rp 2 ribu, tukang parkir menolak. Padahal awalnya tukang parkir sudah meminta uang seikhlasnya. Tukang parkir itu pun masih tidak terima diberi uang Rp 5 ribu, dan akhirnya secara terang-terangan meminta Rp 10 ribu.

baca juga

Akhirnya karena sudah buru-buru, sang pemudik memberikan uang Rp 10 ribu dan bergegas masuk ke Masjid Al Jabbar.

"Kasih 2 ribu nggak mau. Lah katanya ikhlas. Kasih 5 ribu masih melengos akhirnya petugas bilang 10 ribu. Saya kasih aja. Karena udah adzan Isya dan mau buru-buru biar bisa jamaah bergegas deh ke Masjid," ungkapnya.

Ironinya, masalah yang dialami pemudik itu tak sampai di situ. Ia diminta membeli plastik jika ingin menitipkan alas kaki. Pemudik ini lantas membeli satu plastik seharga Rp 5 ribu agar bisa diterima tempat penitipan alas kaki.

"Sampai di pelataran jinjing sepatu ke tempat penitipan. Ternyata petugas nggak mau terima suruh masukin ke plastik. Balik lagi beli plastik yang di jual sebelum pelataran seharga 5 ribu. Akhirnya bisa titip sepatu dan dikasih nomor," tambahnya.

Seolah terkena masalah bertubi-tubi, pemudik kembali mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat ke toilet. Pasalnya, pintu toilet yang dipakainya digedor-gedor oleh petugas dengan menggunakan toa.

"Sebelum ambil wudhu kami mau ke toilet dulu. Baru masuk toilet udah digedor-gedor petugas sambil ngomong pakai TOA keras banget, 'Di toilet jangan lama-lama.' Belum juga mulai kesal akhirnya keluar aja dan langsung ke tempat wudhu. Tempat wudhu besar dan sepi. Langsung naik ke atas ternyata yang jamaah hanya beberapa saf aja. Bahkan hingga jamaah selesai," ceritanya.

Pekerja melintas di pelataran pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/9/2022). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Pekerja melintas di pelataran pembangunan Masjid Al Jabbar di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/9/2022). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Usai sholat, pemudik ini lagi-lagi dibuat kesal oleh tempat penitipan alas kaki. Bagaimana tidak, petugas yang berjaga tidak bisa menemukan sepatu miliknya, dan malah memberikan reaksi tidak mengenakkan.

"Lanjut ke tempat titip sepatu. Ternyata sepatu saya nggak di temukan. Sekitar 30 menit menunggu akhirnya saya tanya ke petugasnya. Padahal tanya baik-baik, petugasnya nyolot bilang kalau sepatu saya mungkin bukan di sini tapi di tempat sepatu wanita. Bahkan petugas lain dengan kata-kata nggak enak, saya disuruh cari di tempat lain," katanya.

"Emangnya saya pikun lupa letak sepatu di mana. Saya tegaskan kalau saya titip di sini dan ini nomornya. Akhir petugas lain bantuin. Ternyata sepatunya ada di bawah kaki dia," sambung pemudik ini dengan kesal.

Selesai beribadah di Masjid Al Jabbar, pemudik ini dan keluarganya pun kembali ke parkiran mobil. Mereka berniat untuk keluar dan melanjutkan perjalanan mudik.

Namun siapa sangka, pemudik ini dibuat kesal lagi oleh tukang parkir. Tukang parkir rupanya sudah berbeda dan memintanya membayar uang parkir lagi sebesar Rp 10 ribu. Pengalaman itu pun diakui sang pemudik membuatnya kecewa saat berkunjung ke Masjid Al Jabbar.

"Balik ke parkiran mobil ternyata petugas parkir udah beda lagi orangnya namun masih pakai rompi yang sama. Dan minta lagi 10 ribu 'seikhlasnya'. Karena malas debat saya kasih 10 ribu. Saya di pintu keluar bayar parkir lagi 5 ribu. Waktu saya saya bilang udah bayar 2 kali 10 ribu di dalam petugasnya hanya senyum-senyum aja," ceritanya.

"Karena di luar macet ada satu petugas pakai rompi yang bantu keluar. Sambil ngulurkan tangannya minta seikhlasnya lagi. Karena udah kesal saya nggak kasih. Saya mengagumi keindahan Mesjidnya, tapi sayang ternoda oleh petugasnya," pungkas pemudik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penumpang Diimbau agar Turun di Terminal saat Arus Balik Mudik Lebaran

Penumpang Diimbau agar Turun di Terminal saat Arus Balik Mudik Lebaran

News | Sabtu, 13 April 2024 | 02:05 WIB

Senin Depan, Diprediksi Jadi Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres

Senin Depan, Diprediksi Jadi Puncak Arus Balik di Terminal Kalideres

News | Jum'at, 12 April 2024 | 19:09 WIB

Link Ujian Kepekaan Google Form Viral di TikTok, Ini Cara Akses dan Arti Hasilnya

Link Ujian Kepekaan Google Form Viral di TikTok, Ini Cara Akses dan Arti Hasilnya

Tekno | Jum'at, 12 April 2024 | 18:08 WIB

Viral Pengemudi Fortuner Arogan Berpelat TNI Ambil Bahu Jalan, Dicek Ternyata Sudah Kadaluarsa...

Viral Pengemudi Fortuner Arogan Berpelat TNI Ambil Bahu Jalan, Dicek Ternyata Sudah Kadaluarsa...

Otomotif | Jum'at, 12 April 2024 | 16:36 WIB

Simak Sejarah Wujud Toleransi dari Masjid Tertua di Fakfak Papua

Simak Sejarah Wujud Toleransi dari Masjid Tertua di Fakfak Papua

Video | Jum'at, 12 April 2024 | 18:10 WIB

Tradisi Merugikan! Balon Mercon Rusak 5 Rumah dan 1 Mobil di Magelang

Tradisi Merugikan! Balon Mercon Rusak 5 Rumah dan 1 Mobil di Magelang

News | Jum'at, 12 April 2024 | 14:19 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×