Psikolog Ingatkan Screen Time Berlebih Bisa Sebabkan Speech Delay Pada Anak, Perkembangan Otak Terganggu!

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 10 Mei 2024 | 08:45 WIB
Psikolog Ingatkan Screen Time Berlebih Bisa Sebabkan Speech Delay Pada Anak, Perkembangan Otak Terganggu!
Ilustrasi screen time pada anak yang meningkat 2 kali lipat sejak pandemi. [ANTARA]

Suara.com - Memberikan screen time berlebihan pada anak balita bisa mengganggu perkembangan anak, termasuk membuat anak terlambat bicara atau speech delay. Ini karena anak kekurangan interaksi dengan lingkungannya.

Psikolog Klinis, Rosdiana Setyaningrum bercerita saat ini banyak menemukan anak balita 'lulusan' pandemi Covid-19 yang alami gangguan sensorik hingga speech delay karena sedikitnya rangsangan yang diterima anak saat proses merangkak dan bermain.

Kondisi jadi salah satu efek jangka panjang pandemi Covid-19 pada anak yang membatasi ruang gerak anak. Bahkan anak tidak bisa bermain atau pergi ke sekolah karena harus di rumah saja.

Ilustrasi menemani anak-anak bermain gadget (Pexels/Alex Green)
Ilustrasi menemani anak-anak bermain gadget (Pexels/Alex Green)

"Waktu Covid-19 kita bekerja dari rumah, sementara kalau hari biasa kan kita kerja di luar, jadi anaknya bisa ke play grup sekolah dan bermain. Tapi saat bersama di rumah dan orangtua harus bekerja, akhirnya pilih memberikan screen time pada anak," ujar Rosdiana  dalam acara diskusi di MS School dan Wellbeing Center di Tebet, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Menurut Rosdiana, saat orangtua memberikan gadget pada anak balita dengan screentime yang tidak terkontrol, maka anak hanya akan berinteraksi dengan layar gadget tanpa ada rangsangan sensorik yang didapatkan.

Padahal rangsangan saraf sensorik yang meliputi 7 indra seperti kemampuan menyentuh, melihat, mendengar, perasa, keseimbangan tubuh, pengecap hingga penciuman saat usia balita perannya sangat penting dalam membentuk dan melatih otak anak sejak usia dini.

"Kalau menengah ke bawah saat pandemi, orangtuanya itu lebih memberikan kenyamanan dan tutup mata memberikan gadget, bahkan mereka seolah menjadikan screen time sebagai 'pengasuh' anak," ujar Pemerhati Tumbuh Kembang Anak, Tante Mobi di acara yang sama.

Lebih lanjut Rosdiana juga mengingatkan, jika sudah sampai orangtua merasa nyaman anak tenang dan diam duduk berlama-lama menatap gadget. Kondisi ini bisa menyebabkan perkembangan otak terhambat, karena saraf sensorik yang tidak dirangsang, yang hasilnya bisa mengalami gangguan sensorik seperti speech delay.

"Jadi biasanya kalau udah begini, saat terapi kita akan coba korangin screentime-nya jadi dia bisa mulai bicara dan keluar suaranya," ujar psikolog yang juga Center Director di MS School dan Wellbeing Center itu.

baca juga

Gangguan sensorik adalah kondisi yang mempengaruhi cara kerja otak dalam memproses stimulus yang diterima. Gangguan berhubungan erat dengan apa yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, atau disentuh oleh anak.

Gangguan sensorik pada anak terjadi ketika anak memiliki kesulitan dalam mengatur atau memproses informasi sensorik dari lingkungan mereka.

Kondisi ini bisa berdampak pada bagaimana anak merasakan dan bereaksi terhadap rangsangan sensorik seperti suara, cahaya, sentuhan, atau gerakan.

Sedangkan speech delay atau keterlambatan berbicara adalah kondisi di mana anak terlambat berbicara dan berkomunikasi secara verbal dibandingkan dengan anak-anak seumurannya.

Biasanya, anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya sekitar usia 12 hingga 15 bulan dan mulai membangun kalimat singkat pada usia 2 tahun.

Selain itu, orangtua juga perlu tahu beberapa tanda speech delay pada anak, di antaranya sebagai berikut:

1. Terlambat bicara

Anak mungkin tidak mulai berbicara pada usia yang diharapkan, seperti tidak mengeluarkan kata-kata pertamanya pada usia 12-15 bulan.

2. Kosakata terbatas

Anak mungkin memiliki kosakata yang terbatas atau hanya menggunakan kata-kata yang sederhana dan terbatas dalam percakapannya.

3. Sulit menjelaskan

Anak mungkin mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata-kata dengan jelas dan bisa dipahami oleh orang lain.

4. Lambat memahami instruksi

Anak mungkin kesulitan dalam memahami dan mengikuti perintah sederhana atau instruksi yang diberikan oleh orang dewasa.

5. Lambat berkomunikasi dengan orang lain

Anak mungkin memiliki kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi dengan orang lain, baik secara verbal maupun non-verbal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Anak Anteng Tanpa Bantuan Gadget? Simak Tips dari Psikolog Berikut

Ingin Anak Anteng Tanpa Bantuan Gadget? Simak Tips dari Psikolog Berikut

Lifestyle | Selasa, 23 April 2024 | 16:55 WIB

Melihat Lebih Dekat Apple Vision Pro, Headset Gahar dengan Teknologi AR

Melihat Lebih Dekat Apple Vision Pro, Headset Gahar dengan Teknologi AR

Foto | Minggu, 04 Februari 2024 | 11:41 WIB

Pasar Laptop Bergairah, Buka PO dengan Harga Sama Saat Launching Diserbu Peminat

Pasar Laptop Bergairah, Buka PO dengan Harga Sama Saat Launching Diserbu Peminat

Press Release | Rabu, 23 Agustus 2023 | 10:25 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×