Profil Nina Agustina, Kakak Kandung Brigjen Adi Vivid yang Jadi Bupati Indramayu

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 25 Mei 2024 | 14:11 WIB
Profil Nina Agustina, Kakak Kandung Brigjen Adi Vivid yang Jadi Bupati Indramayu
Profil Nina Agustina, Kakak Kandung Brigjen Adi Vivid yang Jadi Bupati Indramayu (instagram)

Suara.com - Nina Agustina, Bupati Indramayu menjadi perhatian publik usai disenggol terkait kasus Vina Cirebon. Dalam postingan media sosial, disebutkan keponakan Bupati Indramayu terlibat kasus tersebut. Sejak itu, profil Bupati Indramayu Nina Agustina dicari oleh publik. 

Narasi di sebuah media sosial menyebut bahwa salah satu pelaku pembunuhan Vina Cirebon merupakan keponakan Bupati Indramayu, Nina Agustina. Isu liar ini juga menyenggol adik kandung Nina Agustina, Brigjen Pol Adi Vivid Agustiardi Bachtiar, mantan Kapolres Cirebon Kota. 

Seperti diketahui, kasus Vina terjadi pada Agustus 2016, sedangkan Vivid menjadi Kapolres Cirebon Kota pada Desember 2016. Ada asumsi liar di mana-mana, hingga Bupati Indramayu dan adiknya pun dikait-kaitkan.

Ayah Mantan Kapolri

Nina Agustina lahir di Purwodadi, Jawa Tengah, pada 17 Agustus 1973. Ia putri mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) Da'i Bachtiar, bertugas di era Megawati Soekarno Putri.

Ia juga merupakan kakak perempuan Brigadir Jenderal Adi Vivid Agustiadi Bachtiar. Ia adalah salah satu perwira tinggi di Polri. Memegang jabatan sebagai Kapolres Cirebon Kota Polda Jabar pada 2016. Kini ia menjabat sebagai Wakapolda DIY. Sebelum itu, Vivid menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan pernah jadi ajudan Presiden Joko Widodo tahun 2019.

Saat kasus pembunuhan Vina Cirebon terjadi pada 27 Agustus 2016, Adi Vivid sedang berpangkat sebagai AKBP dan menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota Periode 2016-2018. 

Latar belakang pendidikan

Nina Agustina menyelesaikan pendidikan SMA Negeri 1 Klaten, Jawa Tengah. Kemudian melanjutkan pendidikan ke S1 Fakultas Hukum Universitas Negeri Veteran Jakarta. 

Lulus dari UPN Jakarta, ia melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan pendidikan sampai meraih gelar magister dari Universitas yang sama. Setelah itu melanjutkan jenjang doktoral di Universitas Padjajaran. 

Saat ini, Nina Agustina memiliki tiga gelar yaitu Sarjana Hukum, Magister Hukum, dan Certified Risk Associate atau Sertifikasi Kompetensi Manajemen Risiko Madya. Saat ini menjabat sebagai Bupati Indramayu periode 2021-2026. 

Penghargaan

Selama setahun menjabat, Bupati Indramayu Nina Agustina berhasil meraih sejumlah penghargaan. Umumnya penghargaan yang diraihnya dalam pembangunan Kabupaten Indramayu. Daftar penghargaan yang berhasil di raihnya antara lain:

- Anugerah Women of The Year dari sebuah media online

- Person of The Year dari media cetak lokal

- Anugerah kebudayaan dari PWI Pusat 

- Penghargaan dari Balai Arkeolog Jawa Barat, Smart City Dimensi Smart Living dari Kominfo RI, dan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Jumlah kekayaan

Total jumlah kekayaan Nina Agustina pada saat itu sebesar Rp32,7 miliar. Jumlah kekayaan tersebut terdapat dalam laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK per tanggal 31 Maret periode tahun 2021. 

Rincian kekayaan Nina Agustina pada saat itu adalah sebagai berikut:
- 25 tanah dan bangunan tersebar di berbagai kota Bogor dan Surabaya senilai Rp31,3 miliar.
- Harta bergerak senilai Rp5,6 miliar
- Surat berharga Rp1,2 miliar.
- Kas sekitar Rp48,9 juta. 
- Utang sebesar Rp5,5 miliar.

Pengalaman Kerja dan Organisasi

Dikutip dari indramayukab.go.id,  Nina Agustina memiliki berbagai pengalaman kerja dan organisasi yang menjadi bekalnya memimpin. Pengalaman kerja Nina Agustina antara lain sebagai berikut:
- Ketua Yayasan Dai An Nur, Losarang, Indramayu (2017-sekarang)
- Direktur CV Dinda Abadi (2009-sekarang)
- Komisaris PT Dinda Abadi (2009-sekarang)
- Direktur Utama PT Delta Buana Pratama (2013-sekarang)
- Managing Partner di NDB Law Firm & Partners (2018-sekarang)

Sedangkan pengalaman organisasinya antara lain sebagai berikut:
- Ketua Bidang Hukum di DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan Perikanan dan Nelayan (2016-sekarang)
- Bendahara Umum di DPP Gerakan Nelayan dan Tani (2016-sekarang)
- Sekjen di Indonesian Korean Friendship Association (IKFA) (2019-sekarang)

Demikian itu informasi yang bisa dihimpun dari profil Bupati Indramayu Nina Agustina.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sosok Pengacara Keluarga Vina Cirebon Asisten Hotman Paris, Telan Pil Pahit Suaminya Tewas Dibunuh

Sosok Pengacara Keluarga Vina Cirebon Asisten Hotman Paris, Telan Pil Pahit Suaminya Tewas Dibunuh

Lifestyle | Sabtu, 25 Mei 2024 | 14:01 WIB

5 Fakta Linda Sahabat Vina Cirebon yang Sempat Hilang, Kini Muncul Mengaku Dapat Teror dan Ancaman

5 Fakta Linda Sahabat Vina Cirebon yang Sempat Hilang, Kini Muncul Mengaku Dapat Teror dan Ancaman

Lifestyle | Jum'at, 24 Mei 2024 | 20:12 WIB

Saka Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap Kasus Vina Cirebon, Nikita Mirzani Soroti Matanya yang Suka Melotot

Saka Ngaku Jadi Korban Salah Tangkap Kasus Vina Cirebon, Nikita Mirzani Soroti Matanya yang Suka Melotot

Entertainment | Jum'at, 24 Mei 2024 | 18:30 WIB

Terkini

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

6.622 Warga Pekanbaru Alami Gangguan Kesehatan Akibat Kabut Asap Karhutla

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 08:04 WIB

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

Iran Tolak Buka Selat Hormuz Jika Perang Berlanjut: Ogah Tunduk ke Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

40 Ribu Balita Terserang ISPA Akibat Karhutla! Pemerintah Didesak Beri Perlindungan Ekstra

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:03 WIB

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 07:44 WIB

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB

×