Pengelola Hotel Berbintang Tak Masalah Hotel Murah Meriah Makin Menjamur, Apa Alasannya?

M. Reza Sulaiman

Selasa, 02 Juli 2024 | 10:42 WIB
Pengelola Hotel Berbintang Tak Masalah Hotel Murah Meriah Makin Menjamur, Apa Alasannya?
Ilustrasi hotel. (Unsplash.com/ Dan Gold)

Suara.com - Menjamurnya hotel murah meriah dan hotel kapsul ternyata tidak membuat hotel berbintang takut kehilangan pelanggan. Justru, pengelola merasa semakin banyak hotel akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kenapa ya?

Hilma Hendriyani, THE TRIBRATA, Hotel & Convention Center (Sutasoma Hotel & The Opus Grand Ballroom), mengaku tak khawatir dengan bermunculannya hotel murah meriah, seperti hotel kapsul. Menurutnya semakin banyaknya pilihan hotel, masyarakat akan bisa menilai sendiri mana yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.

"Dengan adanya hotel-hotel kapsul itu dilempar ke pasar, justru masyarakat jadi lebih banyak pilihan. Dan bukan saingan ya. Jadinya masyarakat bisa tahu kalau di sini (hotel berbintang -red) begini experience-nya lebih dapat, kalau di hotel murah yang didapat pasti berbeda, dan pada akhirnya itu ada marketnya masing-masing," terang Hilma dalam sesi wawancara bersama Suara.com di Hotel Sutasoma, Jakarta Selatan, ditulis Selasa (2/7/2024).

Director of Marketing and Sales Sutasoma Hotel - Tribrata Group, Hilma Hendriyani saat ditemui tim Suara.com di Jakarta, Jumat (28/6/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Director of Marketing and Sales Sutasoma Hotel - Tribrata Group, Hilma Hendriyani saat ditemui tim Suara.com di Jakarta, Jumat (28/6/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dengan pengalaman lebih dari 24 tahun di dunia perhotelan, Hilma memiliki wawasan yang luas tentang alasan hotel berbintang tak perlu takut bersaing dengan hotel kapsul. Menurutnya, pengalaman yang didapat oleh pengunjung saat menginap di hotel kapsul dan hotel berbintang tentunya akan berbeda. Di hotel berbintang, pengunjung akan dilayani dengan berbagai macam service, fasilitas, serta akomodasi yang lebih baik.

Dengan begitu pengunjung akan mendapatkan pengalaman menginap yang tidak terlupakan, dan kemungkinan besar akan kembali menginap di hotel yang sama.

"Hotel kami berfokus pada menciptakan pengalaman tak terlupakan bagi klien dan tamu. Misalnya, tamu akan selalu ingat menginap di tempat kami karena kami memberikan sesuatu yang melebihi ekspektasi mereka. Di kamar sudah tersedia berbagai fasilitas tambahan yang membuat mereka merasa istimewa dan diingat. Kita ingin mereka bilang 'i will never forget staying here'" terang Hilma lagi.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut pada tahun 2023, terdapat 29.005 hotel dan layanan akomodasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 24.876 merupakan hotel non-bintang, dengan 4.129 lainnya adalah hotel berbintang.

Meski jumlahnya sangat kontras, rupanya tingkat kunjungan hotel berbintang terbukti tak sepi. Berdasarkan laporan yang sama, secara umum okupansi kamar hotel berbintang terus naik di tahun 2023. Pada Januari 2023, tingkat hunian mencapai 44,86 persen dan terus membaik seiring berjalannya tahun. Di bulan Oktober 2023, okupansi naik mencapai 53,02 persen.

Kenaikan jumlah pengunjung pasca pandemi Covid-19 diakui Hilma memang dimulai sejak pertengahan tahun 2023. Kenaikan jumlah pengunjung terjadi seiring meredanya kasus Covid-19 dan adanya kebijakan repatriasi yang dilakukan oleh pemerintah.

baca juga

Program repatriasi yang bekerja sama dengan hotel membuat Warga Negara Asing dan Warga Negara Indonesia yang datang dari luar negeri untuk dikarantina terlebih dahulu, sebelum bisa beraktivitas normal.

"Alhamdulillah mulai pertengahan tahun 2023 itu bisnis perhotelan sudah mulai menggeliat lagi ya. Selain repatriasi, mungkin juga orang sudah capek di rumah terus, sementara bisnis kan harus jalan," terangnya.

Ke depannya, Hilma berharap perkembangan industri pariwisata khususnya perhotelan akan semakin baik. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan potensi bisnis di Jakarta yang kini sudah tidak lagi berstatus sebagai ibu kota negara.

"Meskipun Ibu Kota akan pindah, Jakarta tetap memiliki potensi besar sebagai pusat bisnis, mirip dengan situasi di Australia di mana Ibu Kota dan pusat bisnis berada di lokasi yang berbeda. Saya berharap bisnis di Jakarta akan terus berkembang, menarik investor untuk berinvestasi, yang pada akhirnya juga akan mendukung sektor pariwisata, khususnya perhotelan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Hotel Ngeluh Tamu Sulit Datang

Harga Tiket Pesawat Mahal, Pengusaha Hotel Ngeluh Tamu Sulit Datang

Lifestyle | Minggu, 30 Juni 2024 | 11:14 WIB

Mahasiswa Perhotelan, Ini Rahasia Dilirik Industri Tanpa Harus Punya CV Tebal

Mahasiswa Perhotelan, Ini Rahasia Dilirik Industri Tanpa Harus Punya CV Tebal

Lifestyle | Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:19 WIB

Waktu Check-In Habis tapi Gak Keluar-keluar, Anggota DPRD Jayapura Ternyata Tewas di Balik Pintu Hotel

Waktu Check-In Habis tapi Gak Keluar-keluar, Anggota DPRD Jayapura Ternyata Tewas di Balik Pintu Hotel

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 16:28 WIB

Terkini

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Skuad Timnas Indonesia Berubah Drastis, John Herdman Pakai Perumpamaan Formula 1 dan Reli

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Harga Cabai Merah Keriting Naik 25 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:37 WIB

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

Gara-gara AI, Warga Amerika Ramai-ramai Tolak Pembangunan Data Center: Kenapa?

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Hunian Murah Masih Jadi Incaran, Rumah Rp98 Juta Laku 2.000 Unit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:35 WIB

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Polemik Shin Tae-yong dan Dirtek Java United Memanas, Persija Pilih Tempuh Jalur Komdis PSSI

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:31 WIB

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Ulasan Hidup-Mati di Burma: Potret Kelam Kolonialisme dan Kepalsuan Manusia

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Galaxy Watch Ultra2 Andalkan Vitals untuk Baca Pemulihan Tubuh Saat Tidur

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 10:30 WIB

×