Desa Kartun Sidareja Gelar Pentas Seni Jawa Purba Agar Alam Gunung Slamet Terjaga!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 04 Juli 2024 | 18:15 WIB
Desa Kartun Sidareja Gelar Pentas Seni Jawa Purba Agar Alam Gunung Slamet Terjaga!
Desa Kartun Sidareja Gelar Pentas Seni Jawa Purba (Dok. Kie Art)

Suara.com - Memperingati Hari Daerah Tropis Internasional, Desa Kartun Sidareja menggelar acara unik berupa pemeran dan pentas seni Jawa Purba untuk pelestarian alam. Tak main-main, pertunjukan seni ini berdurasi 90 menit alias satu jam setengah.

Hari Daerah Tropis Internasional diperingati pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran seluruh negara di dunia, tentang permasalahan yang dihadapi wilayah tropis. Di momen inilah secara khusus pemuda penggiat seni di Desa Sidareja, yakni Pemuda Kie Seni, mempersembahkan acara pementasan bertajuk Gemah Ripah Loh Jinawi.

"Di mana kami berharap dapat menjadikan event ini sebagai pengingat kita, untuk selalu menghargai dan melestarikan alam sekitar kita di mana sebagai contoh beberapa flora fauna di sekitar gunung Slamet yang kian punah seperti elang jawa , berbagai anggrek , kantong semar, macan tutul, kumbang hitam dan monyet daun," ujar Pegiat Kie Art, Gita Yohanna Thomdean melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (4/7/2024).

Pertunjukan yang diinisiasi Gita bersama sesama Pegiat Kie Art, Slamet Santosa, menyajikan pertunjukan dramatis di awal pementasan, yaitu arak-arakan kesenian Jawa purba. Di mana seorang penari tunggal membagikan padi sebagai ungkapan syukur dan pengingat betapa suburnya Indonesia.

Pementasan ini juga menampilkan Tari Ujungan untuk menyatukan 2 desa. Di mana jalan ceritanya manusia diajak untuk menebar kedamaian untuk menjaga alam.

Tidak hanya itu pertunjukan juga menyajikan tari contampoer cakilan dan kuda lumping. Atraksi disajikan secara apik oleh para penari cilik dengan latar pepohonan. Aksi tarian ini ditujukan untuk menggambarkan perilaku manusia, yang akhirnya menyadari janji bersama untuk hidup berdampingan dengan alam, yang akan selalu jadi teman setia hingga akhir zaman.

Di akhir pertunjukan juga terdapat momen pembacaan puisi berjudul Sang Alam. Puisi ini mengandung arti sebuah perjanjian manusia dengan alam. Lalu pertunjukan diakhiri dengan fashion show batik Hadipriyanto, yang uniknya model peragaan busana itu diisi oleh para pembatik yang sudah bekerjasama selama puluhan tahun dengan jenama batik tersebut.

Gita yang juga Founder Kie Art Project ini menyebutkan kolaborasi para pegiat seni dengan batik Hadipriyanto sangatlah terkait erat dengan pelestarian alam. Ini karena jenama lokal tersebut kerap menampilkan berbagai corak flora dan fauna, berpadu dengan warna yang khas.

Mengenal lukisan gaya Mooi Indie di Banyumas sempat hits di tahun 70-an

baca juga
Desa Kartun Sidareja Gelar Pentas Seni Jawa Purba (Dok. Kie Art)
Desa Kartun Sidareja Gelar Pentas Seni Jawa Purba (Dok. Kie Art)

Uniknya, pementasan seni yang dibarengi pameran lukisan ini juga dilakukan dalam rangka menghidupkan kembali lukisan gaya Mooi Indie di Jawa Tengah. Apalagi pada 1970 hingga 1980 silam, Banyumas sempat jadi tujuan utama wisatawan mancanegara yang menggemari seni lukis, hingga mendapat julukan galeri terpanjang se Asia Tenggara.

Perlu diketahui, gaya lukisan Mooi Indie identik dengan keindahan alam, yang awalnya pertama kali dibawa para seniman Eropa pada 1830 ke Indonesia. Saat itu keindahan alam Gunung Slamet jadi objek lukisan yang paling digemari.

Sayangnya, pada 1990 terjadi 'bom seni' di Indonesia sehingga lukisan dijual secara besar-besaran. Ditambah perkembangan media dalam seni lukis dan kolektor yang sudah punya selera berbeda.

Inilah sebabnya, kebangkitan gaya lukis Mooi Indie perlu kembali digemborkan. Hasilnya, tidak kurang dari 4 pelukis dari Kie Art Project diterjunkan, dan semua pelukis berasal dari Banyumas dan Ex Banyumas Raya. Keempatnya berhasil membuat pameran seni bertajuk 'Kebangkitan Mooi Indie Modern versi Kie Art Project bersama Batik Hadipriyanto.

"Keempat pelukis memiliki karakter kebangkitan yang berbeda satu sama lain menjadikan Mooi Indie Modern kian hidup," ujar Slamet.

Adapun pameran masih berlangsung pada 29 Juni hingga 29 Juli 2022 di Homestay Hadipriyanto yang terletak dekat dengan Kota Lama Banyumas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Prioritas dalam Agenda  Pembangunan Nasional, Ditjen Kebudayaan Rayakan 7 Tahun Disahkannya UU Pemajuan Kebudayaan

Jadi Prioritas dalam Agenda Pembangunan Nasional, Ditjen Kebudayaan Rayakan 7 Tahun Disahkannya UU Pemajuan Kebudayaan

Lifestyle | Selasa, 25 Juni 2024 | 11:11 WIB

Benarkah Media Massa Memberikan Dampak Buruk bagi Kebudayaan di Indonesia?

Benarkah Media Massa Memberikan Dampak Buruk bagi Kebudayaan di Indonesia?

Your Say | Rabu, 19 Juni 2024 | 17:08 WIB

Revitalisasi Dimulai, Dirjen Kebudayaan Sebut KCBN Muarajambi akan Lebih Besar dari Angkor Wat dalam Waktu 5 Tahun

Revitalisasi Dimulai, Dirjen Kebudayaan Sebut KCBN Muarajambi akan Lebih Besar dari Angkor Wat dalam Waktu 5 Tahun

Lifestyle | Kamis, 06 Juni 2024 | 17:39 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×