Jual Produk Puluhan Juta, Merek Mewah Dior dan Armani Cuma Bayar Upah Buruh Rp30 Ribu Per Jam

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 05 Juli 2024 | 13:11 WIB
Jual Produk Puluhan Juta, Merek Mewah Dior dan Armani Cuma Bayar Upah Buruh Rp30 Ribu Per Jam

Suara.com - Produsen barang mewah seperti Dior dan Armani menyewa kontraktor yang membayar pekerja hanya Rp 30 ribu untuk membuat tas tangan yang kemudian dijual seharga jutaan rupiah, menurut pejabat penegak hukum Eropa.

Dior membayar sekitar Rp 855 ribu kepada pemasok untuk memproduksi tas tangan yang dijual di toko seharga sekitar Rp 41 juta. Armani membayar sekitar Rp 4 juta untuk tas yang dijual seharga di bawah Rp 28,5 juta, menurut The Wall Street Journal.

Pihak berwenang Italia menemukan data tersebut setelah melakukan penggerebekan di bengkel-bengkel dan pabrik-pabrik darurat yang mempekerjakan imigran ilegal dan pekerja tidak resmi.

Jaksa di Milan menuduh perusahaan-perusahaan tersebut mempekerjakan subkontraktor yang membayar migran Tiongkok dan pekerja asing lainnya antara Rp 30 ribu dan Rp 45 ribu per jam.

Dior Rilis Koleksi Ramadan di Timur Tengah. (Dok. Dior/Photographer: Mazen Abusrour)
Dior Rilis Koleksi Ramadan di Timur Tengah. (Dok. Dior/Photographer: Mazen Abusrour)

Para pekerja sering tidur di bengkel dan dipaksa bekerja dari senja hingga fajar, termasuk pada hari libur dan akhir pekan. Hakim Italia memerintahkan anak perusahaan Dior, Armani, dan Alviero Martini Spa untuk ditempatkan di bawah administrasi pengadilan setelah ditemukan bukti penganiayaan terhadap pekerja migran.

Armani, yang melakukan outsourcing produksinya ke GA Operations, menyangkal melakukan kesalahan dan berjanji untuk bekerja sama dengan pihak berwenang.

Menurut polisi, GA Operations menyewa subkontraktor yang kemudian mempekerjakan subkontraktor Tiongkok tidak resmi, mengabaikan peraturan kesehatan dan keselamatan, serta jam kerja.

Diagram polisi menunjukkan bahwa subkontraktor Tiongkok dibayar sekitar Rp 1,5 juta untuk sebuah tas tangan yang dijual seharga sekitar Rp 27 juta. Subkontraktor resmi dibayar sekitar Rp 4 juta per tas, mengantongi sekitar Rp 2,5 juta. Polisi menyebut sistem ini sebagai caporalato, yaitu perantaraan dan eksploitasi ilegal terhadap pekerja.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Barang Mewah Angelina Sondakh dalam Kasus Suap, Cuma Minta Satu Dikembalikan

Nasib Barang Mewah Angelina Sondakh dalam Kasus Suap, Cuma Minta Satu Dikembalikan

Lifestyle | Jum'at, 05 Juli 2024 | 12:52 WIB

Nangis Lihat Arca, Dian Sastrowardoyo Biarkan Tas Mewah Puluhan Juta Terseok di Lantai!

Nangis Lihat Arca, Dian Sastrowardoyo Biarkan Tas Mewah Puluhan Juta Terseok di Lantai!

Lifestyle | Jum'at, 05 Juli 2024 | 06:28 WIB

Pulang Haji Makin Stylish, Intip 5 OOTD Hijab Nagita Slavina yang Harganya Jutaan!

Pulang Haji Makin Stylish, Intip 5 OOTD Hijab Nagita Slavina yang Harganya Jutaan!

Lifestyle | Kamis, 04 Juli 2024 | 15:21 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×