Gempa Megathrust Hoax atau Fakta? Ini Penjelasan Resmi BMKG

Chyntia Sami Bhayangkara

Minggu, 18 Agustus 2024 | 18:23 WIB
Gempa Megathrust Hoax atau Fakta? Ini Penjelasan Resmi BMKG
Gempa Megathrust Hoax atau Fakta? Ini Penjelasan Resmi BMKG (freepik)

Suara.com - Potensi gempa Megathrust ramai diperbincangkan di sosial media dan juga di media mainstream. Banyak yang mempertanyakan gempa Megathrust hoax atau fakta?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya potensi gempa di zona Megathrust Selat Sunda dan Mentawai Siberut. Pembahasan ilmiah mengenai potensi gempa Megathrust ini sudah disampaikan sejak sebelum terjadi gempa dan tsunami Aceh 2004. Namun tampaknya, saat itu media belum tertarik untuk membahasnya. Pada masa itu juga belum ada sosial media yang mana digunakan netizen untuk membahas berbagai isu.

Kemunculan pembahasan kembali potensi di zona Megathrust di tahun 2024 kemudian dianggap sebagai peringatan dini oleh sebagian orang. Sebagian lagi mempertanyakan gempa megathrust hoax atau fakta. BMKG menjelaskan bahwa pembahasan potensi gempa di zona megathrust ini bukan bentuk peringatan dini di mana seolah-olah akan segera terjadi gempa besar.

Saat ini hanya menyampaikan keberadaan potensi gempa di zona Megathrust tersebut secara ilmiah. Peniliti dari BMKG menyebutkan dalam hasil penelitian dan pengamatan terhadap gempa, dikenal istilah seisimic gap yang artinya zona kekosongan gempa besar. Dikarenakan potensi itu ada, maka pihak peneliti BMKG menyampaikan agar masyarakat mewaspadai seismic gap tersebut sebagai upaya mitigasi mencegah jatuhnya korban akibat bencana gempa besar. Sehingga, potensi gempa Megathrust bukan hoax melainkan fakta, tetapi belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Gempa Megathrust belum terjadi sejak ratusan tahun lalu

Hal yang menjadikan potensi Gempa Megathrust ini dibahas lebih jauh dan ditakutkan warga kemungkinan karena potensi gempa tersebut belum terjadi sejak ratusan tahun. BMKG menyebut potensi gempa Megathrust akan terjadi 'tinggal menunggu waktu' dikarenakan potensi gempa di dua wilayah Selat Sunda dan Mentawai-Siberut terjadi sudah ratusan tahun lalu.

BMKG mencatat bahwa gempa besar terakhir di Selat Sunda terjadi pada tahun 1757 (usia seismic gap 267 tahun). Sedangkan gempa besar terakhir di Mentawai Siberut terjadi pada tahun 1797 (usia seismic gap 227 tahun).

Disebabkan karena belum ada teknologi yang tepat dan akurat dalam memprediksi terjadinya gempa, maka BMKG menyampaikan agar masyarakat waspada. Saat ini masyarakat tidak perlu panik, sebab pembahasan potensi Gempa Megathrust tidak terkait dengan kejaian gempa kuat 7,2 magnitudo di Tunjaman Nankai Prefektur Miyazaki Jepang.

BMKG menyatakan bahwa momen gejadian gempa di Jepang menjadi momen yang tepat bagi mereka untuk mengingatkan warga Indonesia akan potensi gempa di zona Seismic Gap Selat Sunda dan Menatawai-Siberut. Karena itulah pembahasan mengenai potensi gempa Megathrust ini dimaksimalkan.

Wilayah yang berpotensi terdampak gempa megathrust

Meskipun saat ini baru bersifat peringatan atau sharing pengetahuan mengenai potensi gempa megathrust, berbagai pihak dihimbau untuk waspada untuk dampaknya. BMKG menyampaikan beberapa wilayah yang berpotensi terdampak oleh gempa megathrust. Berikut daftar wilayah yang disebutkan BMKG:

baca juga

1. Pesisir barat Sumatera

Kawasan berdekatan dengan pesisir barat Sumatera dan berpotensi memiliki wilayah di Sumatera yang memiliki risiko tinggi terdampak gempa megathrust antara lain Banda Aceh, Meulaboh, Medan, Sibolga, Nias, Padang, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Mukomuko, Enggano, Bandar Lampung, Kalianda, dan pesisir Lampung.

2. Pesisir selatan Jawa

Kawasan yang memiliki risiko tinggi terdampak gempa megathrust antara lain Anyer, Carita, Pandeglang, Pelabuhan Ratu, Pangandaran, Cilacap, Yogyakarta, Bantu, Kulonprogo, Kebumen, Purworejo, Pacitan, Trenggalek, dan Banyuwangi.

3. Nusa Tenggara

Kawasan yang berisiko tinggi terdampak gempa megathrust di kawasan Nusa Tenggara antara lain Mataram, Lombok, Sumbawa, Kupang, Flores, dan Sumba.

4. Sulawesi Utara

Kawasan berisiko tinggi terdampak gempa megathrust di kawasan Nusa Tenggara antara lain Bitung, Manado, dan Bolaang Mongondow.

5. Maluku

Kawasan berisiko tinggi terdampak gempa megathrust di kawasan Maluku antara lain Ambon, Ternate, Kepulauan Banda.

Demikian itu informasi mengenai gempa megathrust hoax atau fakta.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doa Agar Selamat dari Bencana Alam: Arab, Latin, Artinya

Doa Agar Selamat dari Bencana Alam: Arab, Latin, Artinya

Lifestyle | Minggu, 18 Agustus 2024 | 17:13 WIB

Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Beri Peringatan Serius: Daerah Mana yang Terancam?

Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Beri Peringatan Serius: Daerah Mana yang Terancam?

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 18:09 WIB

Gempa Megathrust: Benarkah Indonesia Siap Hadapi?

Gempa Megathrust: Benarkah Indonesia Siap Hadapi?

Tekno | Kamis, 15 Agustus 2024 | 18:10 WIB

Terkini

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Trailer Baru The Apothecary Diaries Season 3 Ungkap Lagu Penutup oleh Eve

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Jelang Duel Panas di GBK, Striker Naturalisasi Malaysia Sesumbar Permalukan Timnas Indonesia!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:05 WIB

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

4 Moisturizer Peptide Dukung Produksi Kolagen untuk Jaga Kekencangan Kulit

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 06:45 WIB

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Meritokrasi Sudah Mati, Kenali Fenomena 'Neo-Feodalisme' di Kantormu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 05:58 WIB

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

×