Mengenal Kanker Ovarium, Gejala dan Cara Pencegahannya

Suhardiman Suara.Com
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 13:58 WIB
Mengenal Kanker Ovarium, Gejala dan Cara Pencegahannya
Ilustrasi kanker. [pixabay]

Suara.com - Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang tumbuh dan berkembang pada ovarium atau indung telur, dua organ yang berada di sisi kanan dan kiri rahim.

Penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker ovarium, seperti:

- Mutasi Genetik: Perubahan atau mutasi DNA di sel-sel ovarium yang menyebabkan sel-sel ovarium tumbuh tidak normal dan tidak terkendali.

- Faktor Risiko: Faktor-faktor seperti diet tinggi lemak, merokok, konsumsi alkohol, riwayat kanker payudara, kolon, atau endometrium, riwayat keluarga dengan kanker payudara atau ovarium, infertilitas, dan menstruasi dini.

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal dan hanya muncul pada stadium lanjut. Beberapa gejala yang mungkin dialami adalah:

- Nyeri Panggul: Nyeri panggul yang disebabkan oleh tekanan oleh massa atau kanker ovarium.

- Sakit Perut Bagian Bawah atau Punggung Bagian Bawah: Sakit perut bagian bawah atau punggung bagian bawah yang disebabkan oleh kanker ovarium.

- Kembung: Perut kembung yang disebabkan oleh kanker ovarium. Perut kembung yang disertai dengan gejala lain seperti cepat kenyang meski makan sedikit.

- Tidak Nafsu Makan: Tidak nafsu makan yang disebabkan oleh kanker ovarium. Kondisi ini menimbulkan terjadinya penurunan berat badan secara drastis.

Cara Pencegahan Kanker Ovarium

Meskipun penyebab kanker ovarium belum diketahui secara pasti, ada beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kanker ovarium:

- Menggunakan Kontrasepsi Oral (Pil KB): Menggunakan pil KB dapat menurunkan risiko terkena kanker ovarium.

- Hamil dan Menyusui: Hamil dan menyusui dapat mengurangi risiko kanker ovarium.

- Menjaga Berat Badan Ideal: Menjaga berat badan ideal dapat mengurangi risiko kanker ovarium.

- Menghindari atau Membatasi Konsumsi Alkohol dan Merokok: Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol dan merokok dapat mengurangi risiko kanker ovarium.

- Pertimbangkan Tindakan Operasi Ginekologi: Pertimbangkan tindakan operasi ginekologi seperti histerektomi untuk mengurangi risiko kanker ovarium, terutama pada wanita yang berisiko tinggi.

Pemeriksaan Berkala

Pemeriksaan berkala ke dokter kandungan sangat penting, terutama setelah memasuki masa menopause. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi kanker ovarium pada stadium awal, sehingga peluang kesembuhan lebih besar.

Dengan memahami penyebab, gejala, dan cara pencegahan kanker ovarium, wanita dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengurangi risiko terkena kanker ovarium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI