Susu Ikan di Program Makan Gratis Prabowo Layak Dikonsumsi atau Tidak?

Rifan Aditya

Kamis, 12 September 2024 | 17:39 WIB
Susu Ikan di Program Makan Gratis Prabowo Layak Dikonsumsi atau Tidak?
ilustrasi susu ikan (Freepik)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi di bidang pangan semakin berkembang pesat, terutama terkait sumber protein alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Salah satu topik yang mencuat adalah potensi susu ikan sebagai sumber protein baru yang tengah dipertimbangkan.

Diskusi mengenai susu ikan ini menarik perhatian publik, terutama karena susu tersebut sebagai salah satu opsi dalam memenuhi kebutuhan susu bagi 'Program Makan Bergizi Gratis' yang rencananya akan dijalankan oleh pemerintahan mendatang.

Namun, masih ada banyak pertanyaan seputar keberadaan dan kelayakan susu ikan sebagai produk yang layak dikonsumsi secara luas. Maka dari itu mari kita simak serba-serbi susu ikan dalam program makan gratis pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Apakah Benar Ada Susu Ikan?

Epi Taufik, seorang doktor di bidang Biokimia Susu yang juga mengajar di Fakultas Peternakan IPB, menjelaskan bahwa selama ini ia belum pernah mendengar istilah susu ikan. Ia juga meragukan soal palatabilitas atau tingkat kesukaan konsumen terhadap susu ikan.

Meski begitu, Epi tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan susu ikan sebagai bagian dari inovasi teknologi. Namun, ia memberikan catatan bahwa hal tersebut tidak sebaiknya dikaitkan dengan program pemberian susu gratis.

Apa Itu Susu Ikan? 

Susu ikan mungkin berasal dari proses ekstraksi protein ikan. Meski demikian, susu ikan tidak masuk dalam kategori susu berdasarkan definisi yang umum digunakan.

Mengacu pada standar CODEX Alimentarius (CODEX STAN 206-1999), susu didefinisikan sebagai cairan alami yang dihasilkan oleh hewan mamalia melalui pemerahan, tanpa adanya tambahan atau pengurangan komponen. Cairan ini bisa dikonsumsi langsung atau diolah lebih lanjut.

baca juga

Berdasarkan definisi tersebut, susu umumnya dihasilkan dari sapi, kambing, domba, kerbau, unta, atau kuda. Tidak ada campuran lain yang diperbolehkan jika suatu produk ingin disebut sebagai susu.

Istilah "susu" yang digunakan pada produk seperti susu ikan seharusnya dilihat lebih sebagai istilah pemasaran yang menggambarkan karakteristik produk, bukan dalam pengertian ilmiah atau regulasi.

Oleh karena itu, susu ikan lebih tepat disebut sebagai minuman protein hasil olahan dari bahan selain mamalia.

Bahkan istilah susu kental manis pun akhirnya dihapus oleh produsen setelah dikritik dan mendapat teguran dari instansi terkait gizi. Lantaran produk kental manis tidak dapat masuk kategori susu sebagaimana pengertian di atas.

Kandungan Protein pada Susu Ikan

Disebutkan oleh Epi bahwa susu ikan yang dihasilkan dari ekstraksi protein ikan berpotensi memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Namun, kualitas dan komposisi asam amino dalam susu tersebut dapat berbeda tergantung dari proses pembuatannya.

Dari segi kandungan protein, susu ikan kurang populer dibandingkan susu hewan lainnya, terutama karena perbedaan tekstur dan rasa yang lebih amis.

Kandungan Lemak pada Susu Ikan

Dalam hal lemak, susu ikan mengandung asam lemak omega-3, yang dikenal baik untuk kesehatan jantung dan otak. Namun, rasa khas dan konsentrasi omega-3 dalam susu ikan bisa saja membuatnya kurang diminati untuk dikonsumsi sehari-hari. 

Kandungan Vitamin pada Susu Ikan

Susu ikan juga bisa menjadi sumber vitamin A dan D, khususnya jika berasal dari ikan yang kaya lemak seperti salmon. Hanya saja, efektivitas dan ketersediaan vitamin tersebut dapat bervariasi tergantung pada metode produksi yang digunakan. 

Bagi mereka yang memiliki intoleransi laktosa, maka susu ikan bisa menjadi alternatif. Meski demikian, produk ini masih jarang digunakan sebagai pengganti utama dalam pola konsumsi harian.

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah susu ikan layak menjadi alternatif menu dalam program makan gratis atau tidak?

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susu Ikan Terbuat dari Apa? Digadang-gadang Jadi Alternatif Susu Sapi untuk Program Makan Gratis

Susu Ikan Terbuat dari Apa? Digadang-gadang Jadi Alternatif Susu Sapi untuk Program Makan Gratis

Lifestyle | Kamis, 12 September 2024 | 11:10 WIB

Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 16:56 WIB

Tak Harus Susu Ikan, Ini 5 Sumber Protein Murah yang Bisa Diberikan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tak Harus Susu Ikan, Ini 5 Sumber Protein Murah yang Bisa Diberikan untuk Program Makan Bergizi Gratis

Health | Rabu, 11 September 2024 | 16:41 WIB

Omega 3 Susu Ikan Lebih Tinggi dari Susu Sapi, Benarkah?

Omega 3 Susu Ikan Lebih Tinggi dari Susu Sapi, Benarkah?

Lifestyle | Rabu, 11 September 2024 | 16:16 WIB

Alternatif Susu Sapi untuk Program Makan Gratis, Susu Ikan Terbuat Dari Apa?

Alternatif Susu Sapi untuk Program Makan Gratis, Susu Ikan Terbuat Dari Apa?

Lifestyle | Rabu, 11 September 2024 | 15:19 WIB

Terkini

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Beda Watak Scorpio Oktober vs November, Pengaruh Planet Bikin Sifatnya Kontras Banget!

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:52 WIB

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Dalam Persaudaraan, 21.868 Pemotor Rayakan Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Urutan Skincare Sariayu Putih Langsat yang Benar untuk Kulit Cerah Maksimal

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Prabowo Bakal Bangun Pacuan Kuda Berstandar Internasional di Sulawesi

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:40 WIB

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Ini Strategi Awal Appi Sebagai Ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Hari Pertama IBL All Indonesian 2026 Langsung Panas! Dewa United Tekuk Pelita Jaya

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:19 WIB

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×