Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Achmad Fauzi

Rabu, 11 September 2024 | 16:56 WIB
Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Menkop dan UKM, Teten Masduki menyampaikan paparan terkait Project S TikTok usai acara National Cooperative Summit 2023 di Yogyakarta, Sabtu (22/07/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Pemerintah berencana menggunakan susu hasil olahan ikan untuk program makan bergizi gratis. Program ini merupakan andalan dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, rencana ini bisa menjadi industri baru, karena akan banyak dibangun pabrik baru yang mengolah ikan menjadi susu.

"Karena di setiap tempat pelelangan ikan (TPI) bisa kita bangunkan pabrik pengolahan hidrolisat protein ikannya, lalu diolah jadi susu dan itu teknologinya teknologi lokal. Jadi ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya tinggi," ujar Teten ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024).

Teten menuturkan, sebenarnya rencana untuk menciptakan pelaku UMKM baru. Ini juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo agar bisa melibatkan para UMKM.

"Nah salah satunya yang potensial adalah susu. Karena susu ini kan bisa, apalagi kalau makan bergigi ini untuk anak-anak sekolah. Saya kira itu dengan ekstrak protein yang diolah jadi susu ini kan lebih mudah dicerna," jelas dia.

Menurut dia, Indonesia kaya dengan ikan, sehingga potensi itu bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi susu. Apalagi, susu di dalam negeri hampir 80 persen impor.

"Dan hampir nggak mungkin kita bisa swasembada susu. Karena keterbatasan lahan, produktivitas sapi, juga susu sapi itu di kita cuma 15 liter per hari," jelas Teten.

"Kebetulan saya tahu karena ini kan semuanya hampir koperasi. Pemerah susu itu sebagian besarnya adalah koperasi," sambung dia.

Pemerintah baru era Prabowo Subianto kabarnya mulai serius terkait potensi penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi dalam program "Makan Bergizi dan Susu Gratis".

baca juga

Pasalnya, dengan target 82,9 juta penerima manfaat, yang meliputi anak-anak sekolah hingga ibu hamil, program ini menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan susu sapi di dalam negeri.

Merujuk pada data Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional saat ini mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produksi susu dalam negeri hanya mampu memenuhi 22,7 persen dari total kebutuhan tersebut. Sisanya, sekitar 77,3 persen, masih harus dipenuhi melalui impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Keponakan Prabowo Dongkrak Penerimaan Negara Tahun Depan

Jurus Keponakan Prabowo Dongkrak Penerimaan Negara Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 16:08 WIB

Jelang Pelantikan, Prabowo Dapat Laporan Khusus APBN dari Sri Mulyani, Apa Isinya?

Jelang Pelantikan, Prabowo Dapat Laporan Khusus APBN dari Sri Mulyani, Apa Isinya?

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 15:15 WIB

Keponakan Prabowo Ingin Cukai Minuman Manis Dipatok Minimal 2,5%

Keponakan Prabowo Ingin Cukai Minuman Manis Dipatok Minimal 2,5%

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 09:03 WIB

Terkini

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Dedi Mulyadi Kunci Gerbang SMA-SMK Negeri di Jabar saat KBM, Ini Alasannya

Jabar | Minggu, 25 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Desas-desus Hubungan Terlarang Pejabat di Sulsel Viral, Mengapa Warganet Mudah Percaya Isu Medsos

Sulsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

×