Kenalan Dengan Kolektif Selarasa: Ajak Anak Muda Perkotaan Sadar Soal Pangan Berkelanjutan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 Oktober 2024 | 11:16 WIB
Kenalan Dengan Kolektif Selarasa: Ajak Anak Muda Perkotaan Sadar Soal Pangan Berkelanjutan
Selarasa. (Dok. Pribadi)

Suara.com - Orang muda, kota, dan petani mungkin terdengar seperti tiga unsur yang sulit dirangkai dalam satu tarikan napas. Tapi, anggapan itu tidak berlaku bagi Selarasa. Mereka adalah sebuah sebuah kolektif seni yang berbasis di Jagakarsa.

Selarasa lahir dari kesadaran lima seniman dengan latar belakang berbeda namun disatukan akan satu isu: ketahanan pangan di perkotaan. Mereka ialah Julian Rizki, Tahlia Salima Motik, Risya Ayudya, Anita Purniawati, dan Bellina Rosellini. 

Julian Riezki atau biasa dikenal dengan Juli Berskema bercerita bahwa kolektif ini berawal dari pertemuan pada festival Oke Pangan pada tahun 2017. Sejak itu, mereka sering bertemu dan membangun kolektif yang berfokus pada isu-isu seputar pangan, hingga resmi berdiri pada tahun 2019.

Selarasa. (Dok. Pribadi)
Selarasa. (Dok. Pribadi)

Kolektif ini dinamakan "Selarasa" karena awalnya mereka rutin berkumpul pada Selasa, Rabu, dan Sabtu. Namun, nama itu kini mewakili semangat mereka dalam menyoroti ketimpangan dalam distribusi pangan dan keberlangsungan petani di perkotaan, khususnya di Jagakarsa.

“Kita sering ngobrol, kayak kenapa tiap hari ada ayam goreng di rumah makan? Padahal butuh banyak ayam. Dari mana asalnya semua itu?” tanya Juli.

Mereka juga menyoroti masalah impor kedelai yang dominan, meskipun tempe dianggap sebagai salah satu superfood di Indonesia. Selain itu, Selarasa juga melihat isu lain, seperti kesejahteraan petani yang tidak meningkat dan dorongan untuk beralih ke hidroponik, yang menurut mereka justru mengabaikan potensi pertanian berbasis tanah di Indonesia.

“Ini negara agraris, tapi kenapa semangatnya malah ke hidroponik?” tambah Juli.

Selarasa memulai langkah konkret dengan memetakan ekosistem pertanian di Jagakarsa. Mereka menemukan bahwa banyak petani di sana masih aktif, meskipun lahan pertanian semakin berkurang akibat pembangunan kota.

Selarasa. (Dok. Pribadi)
Selarasa. (Dok. Pribadi)

Salah satu temuan penting mereka adalah adanya kelompok tani yang beroperasi hanya berdasarkan proyek pemerintah, tanpa kelanjutan setelah masa proyek selesai. Di sisi lain, ada juga petani yang meneruskan tradisi keluarga mereka, dari kakek hingga cucu, meski kondisi lahan semakin terbatas.

baca juga

Kolektif ini kemudian meluncurkan program seperti "Tur Odong-Odong," tur ke kebun-kebun petani di Jagakarsa, di mana warga bisa langsung membeli hasil panen atau meminta petani menanamkan sayuran tertentu.

Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan warga perkotaan dengan petani lokal dan mendekatkan mereka pada sumber pangan yang nyata.

Selain itu, inisiatif lain yang juga mereka lakukan bernama "Majelis Sayur," sebuah ruang nongkrong bagi para petani dan masyarakat yang peduli dengan pangan. Di sini, mereka berbagi cerita, masalah, dan solusi terkait kegiatan pertanian.

“Majelis Sayur bukan keanggotaan formal, ini cuma tempat buat duduk bareng dan berbagi pengalaman,” kata Juli.

Prinsip gotong royong dan kebersamaan inilah yang menjadi kunci kegiatan Selarasa.

Juli bercerita, Jagakarsa, sebagai bagian dari Jakarta, menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan lahan pertanian di tengah pesatnya pembangunan. Banyak lahan yang dulu digunakan untuk bertani kini telah berubah menjadi bangunan komersial atau perumahan. Namun, semangat para petani tetap kuat, meskipun lahan mereka semakin terbatas.

Selarasa melihat urban farming sebagai respons alami dari masyarakat yang mengalami urbanisasi, bukan sekadar tren. Bagi mereka, yang terpenting adalah mempertahankan koneksi masyarakat perkotaan dengan sumber pangan dan memberikan ruang bagi para petani untuk terus bertani di tengah perubahan kota.

Melalui seni dan pendekatan komunitas, Selarasa berharap bisa terus mempromosikan kesadaran tentang pentingnya kedaulatan pangan dan mendukung petani lokal di Jagakarsa serta sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Bikers Solid untuk Honda Bikers Day 2024

Astra Motor Yogyakarta Ajak Komunitas Bikers Solid untuk Honda Bikers Day 2024

Otomotif | Rabu, 25 September 2024 | 19:31 WIB

Main Jadi Toph di Avatar Live-Action, Miya Cech Gandeng Komunitas Tunanetra

Main Jadi Toph di Avatar Live-Action, Miya Cech Gandeng Komunitas Tunanetra

Your Say | Minggu, 22 September 2024 | 13:15 WIB

Mengenal Komunitas Samudera Kasih, Wadah Penyintas Kanker yang Peduli Akan Sesama

Mengenal Komunitas Samudera Kasih, Wadah Penyintas Kanker yang Peduli Akan Sesama

Lifestyle | Jum'at, 20 September 2024 | 13:41 WIB

Terkini

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Pasar Saham RI Tak Baik Saja Pekan Ini, Asing Bawa Kabur Dana Rp690,19miliar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:54 WIB

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

BREAKING NEWS: Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 240 Orang Masih Dicari

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:53 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Lima Tahun Holding UMi, BRI Dorong 2,3 Juta Debitur Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 10:50 WIB

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Awal Mula Betrand Peto Dilaporkan atas Dugaan Kekerasan Seksual, Ini Kata Ruben Onsu

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 10:43 WIB

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Begini Aturan Ganjil-Genap Pengisian BBM Subsidi di Sulawesi Selatan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:42 WIB

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Maria Kristin Bongkar Kriteria Peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026: Kalah Masih Bisa Lolos

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Ketika Cinta Bertemu Realitas: Ulasan Film Before Sunset yang Mengiris Hati

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:35 WIB

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

×