- Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus pada 12 September memasuki hari keempat dengan persaingan ketat.
- Tim Pencari Bakat menilai daya juang peserta yang gugur untuk diberikan Super Tiket Pilihan berdasarkan semangat bertanding.
- Pengumuman akhir peraih beasiswa yang akan mengikuti karantina empat pekan dijadwalkan pada Minggu 13 September.
Suara.com - Ketatnya persaingan di GOR Djarum Jati, Kudus, semakin terasa saat Audisi Umum PB Djarum 2026 memasuki hari keempat pada Sabtu (12/9).
Meski puluhan peserta harus menerima kekalahan di fase turnamen, peluang mereka untuk menjadi atlet elite belum sepenuhnya berakhir.
Tim Pencari Bakat telah mengantongi sejumlah nama potensial untuk diberikan Super Tiket Pilihan, yang membuka peluang bagi peserta yang gugur untuk tetap melanjutkan perjuangan.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Maria Kristin Yulianti, membocorkan kriteria yang dicari Tim Pencari Bakat di sektor putri.
Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 itu mengaku lebih tertarik melihat daya juang dan sikap pantang menyerah para peserta di lapangan.
![Maria Kristin ungkap kriteria Super Tiket Pilihan di Audisi PB Djarum 2026. Atlet yang ngoyo dan pantang menyerah tetap berpeluang lolos meski kalah. [Dok. PB Djarum]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/13/24161-maria-kristin.jpg)
"Biasanya, kandidat peraih Super Tiket pilihan Tim Pencari Bakat ini berasal dari peserta yang gugur di babak turnamen di 32 besar," ungkap Maria Kristin dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan bahwa tim pemantau tidak hanya berpaku pada hasil akhir di papan skor, tetapi juga melihat kerja keras yang ditunjukkan peserta.
"Dan dari pengamatan kami, ada beberapa yang mainnya ngoyo dan terlihat tidak mau kalah," lanjut pahlawan yang pernah mengantarkan Indonesia ke final Piala Uber tersebut.
"Artinya mereka memiliki spirit yang tinggi untuk menang, ini yang juga bisa menjadi kandidat peraih Super Tiket,” papar Maria menjabarkan kriteria utamanya.
Bukan Sekadar Melihat Hasil Pertandingan
Pandangan serupa juga disampaikan legenda bulu tangkis putra, Hastomo Arbi, yang mengamati pertandingan dari pinggir lapangan selama empat hari.
Peraih Piala Thomas 1984 itu mengaku telah mengantongi beberapa nama peserta putra yang memiliki gaya bermain unik dan postur tubuh proporsional.
“Tapi penilaian yang terpenting ialah bagaimana kita bisa memproyeksikan apakah mereka bisa diasah dan menjadi atlet berkualitas di masa mendatang,” tutur Hastomo.
Karakter pantang menyerah seperti yang dicari Maria Kristin terlihat pada Syarifah Adshila Nugroho asal PB Champion Reborn Yogyakarta.
Peserta KU-12 Putri itu menolak menyerah setelah kalah di set pertama hingga akhirnya memenangi rubber game di babak 32 besar.