5 Contoh Puisi untuk Hari Ayah, Ungkap Kasih Sayang dengan Cara yang Indah

Vania Rossa Suara.Com
Sabtu, 09 November 2024 | 10:44 WIB
5 Contoh Puisi untuk Hari Ayah, Ungkap Kasih Sayang dengan Cara yang Indah
Ilustrasi Puisi untuk Hari Ayah (Pixabay)

Suara.com - Hari Ayah Nasional diperingati tanggal 12 November setiap tahunnya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan peringatan ini, misalnya dengan membacakan puisi bertemakan Ayah yang menyentuh. Nah, dalam artikel kali ini tersedia beberapa contoh puisi untuk Hari Ayah yang bisa jadi referensi.

Peringatan hari ayah sendiri dapat membuat orang-orang mengingat dan lebih menghormati serta mengapresiasi peran ayah di dalam keluarga. Sebab, sosok Ayah bukanlah sebatas sebagai kepala rumah tangga dan pencari nafkah saja. Namun lebih dari itu, ayah bisa jadi pendengar, penjaga, pelindung serta teman terbaik bagi istri dan anak-anaknya.

Sehingga pada momen peringatan Hari Ayah Nasional, kamu bisa mengucapkan puisi kepada Ayahmu sebagai bentuk ungkapan rasa sayang untuk beliau. Tak perlu berlama-lama simak contohnya berikut ini.

Puisi untuk Hari Ayah

Puisi yang dibacakan di Hari Ayah memiliki tema yang beragam berikut di antaranya:

1. Terimakasih atas Perjuanganmu Ayah

Ayah...
Tak banyak kata yang dapat kuungkap
Untuk menggambarkan betapa mulianya kehadiranmu dihidupku
Engkau bukanlah sosok yang telah melahirkanku seperti ibu
Namun, engkau adalah pahlawan bagi anakmu
Meski engkau tidsk mengASIhiku
Namun peluhmu mampu menghidupiku

Ayah ...
Lihatlah tanganmu,
Telapak yang makin mengeras menunjukkan betapa kerasnya perjuanganmu
Pandangilah wajahmu,
Kulit yang menghitam, mata yang lelah, dan wajah yang makin menua
Entah berapa banyak malam yang telah engkau lalui, tanpa tidur yang cukup lelap karena kewajibanmu
Tiada harga yang dapat kugantikan untuk semua perjuanganmu

Ayah ...
Izinkanlah aku menjagamu
Mewujudkan semua impianku
Menunjukkan kasihku untukmu

Baca Juga: Bacaan Doa untuk Ayah yang Sudah Meninggal Dilengkapi dengan Arti

2. Perjuangan Ayah

Dalam hening sepi yang menyala
Diam lebih bermakna daripada gelapnya malam
Aku merenung atas segala deritamu
Ayah berjuang untuk menghidupi keluarga

Bertahun-tahun ayah merantau
Pulang hanya sesekali saja
Rela banting tulang dan tak kenal lelah
Demi anakmu agar bisa sekolah

Ayah ...
Kini usiamu tak lagi muda
Tapi perjuanganmu masih gagah
Kau selalu bersemangat dalam bekerja

Maafkan aku, Ayah ...
Aku yang belum bisa membalas jasa
Dan masih membuat dirimu susah
Hingga kau harus terus pergi bekerja

Maafkan aku, Ayah ...
Yang masih menjadi beban hidupmu
Membuatmu sering tak tidur
Memikirkan kebutuhan rumah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI