Rarak do pinahan di dolok i
Gok disi hansang nang eme nang bawang
Rarak do pinahan di dolok i
(Disitunya pusarku
Tambakku, sawahku
Banyak disitu kacang juga padi juga bawang
Berseraknya hewan peliharaan di bukit-bukit itu)
Laope au marhuta sada
Tung sopola leleng, nga mulak au
Di parjalangan ndang sonang au
Sai tu Pulo Samosir ma sihol au
(Pergi pun aku ke kampung orang
Tak pala lama, udah pulang aku
Di perantauan tidak senang aku
Selalu pada Pulau Samosir rindu aku)
Makna Lagu Pulo Samosir
Lagu ini tidak hanya sekadar sebuah karya seni, tetapi juga merupakan ungkapan perasaan mendalam tentang identitas dan kebudayaan. Melalui liriknya yang puitis, "Pulo Samosir" mengisahkan tentang keindahan alam dan kekayaan budaya Pulau Samosir.
Beberapa poin penting dari makna lagu ini meliputi:
- Cinta terhadap Tanah Kelahiran: Liriknya menunjukkan kerinduan yang mendalam terhadap kampung halaman.
- Kekayaan Alam: Menggambarkan keindahan panorama alam seperti danau, pegunungan, dan sawah yang subur.
- Nostalgia: Menyentuh perasaan orang-orang yang merantau, mengingatkan mereka untuk tidak melupakan akar budaya mereka.
Secara keseluruhan, "Pulo Samosir" adalah sebuah lagu yang menyentuh hati dan mengajak pendengarnya untuk menghargai serta melestarikan budaya nenek moyang mereka.