- Keberangkatan mudik gratis warga perantau dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/3/2026) pagi hari.
- Wawan Junaidi dari Jakarta Utara bersyukur dapat pulang gratis ke Tegal bersama keluarganya, berbeda dari tahun sebelumnya.
- Program mudik gratis ini mengurangi biaya dan kelelahan pemudik, dengan Wawan berhasil mengamankan lima tiket keluarga.
Suara.com - Suasana hiruk-pikuk keberangkatan mudik gratis diwarnai dengan senyum semringah dari para perantau yang hendak melepas rindu ke kampung halaman, jelang keberangkatan dari kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/3/2026).
Salah satu sosok yang tampak begitu bersyukur adalah Wawan Junaidi, seorang penghuni Rusun Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara, yang hendak bertolak menuju Tegal, Jawa Tengah.
Bagi lelaki 43 tahun, perjalanan pulang kampung kali ini terasa amat istimewa dan berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Wawan bercerita bahwa dahulu ia harus menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor, sementara sang istri terpaksa terpisah menggunakan moda transportasi bus berbayar.
"Itu bayar sendiri," ungkapnya, mengenang perjuangan demi bisa pulang ke kampung halaman.
Kini, beban biaya yang tinggi dan rasa lelah di jalan seolah sirna karena ia bisa memboyong seluruh anggota keluarganya dalam satu kendaraan yang nyaman secara cuma-cuma.
"Ya alhamdulillah, lebih hemat biaya, terus lebih nggak capek gitu kan," tuturnya penuh syukur.
Kerinduan mendalam terhadap sang ibu dan kawan-kawan masa kecil di Tegal menjadi pemantik semangat bagi sosok yang sudah merantau ke Jakarta sejak tahun 1996 ini.
Selain silaturahmi, ia pun sudah membayangkan deretan kuliner khas yang akan ia santap bersama keluarga besar saat merayakan hari raya di sana.
"Pilus, sate Tegal," beber Wawan, menyebutkan makanan khas yang paling ia rindukan dari daerah asalnya.
Wawan sendiri termasuk salah satu pemudik gratis yang beruntung karena bisa mengamankan tiket bagi lima anggota keluarganya.
"Daftarnya kan melalui online, waktu itu sempet terkendala dengan internet. Mungkin ya, jadi susah sinyal gitu. Kebetulan kami punya saudara yang jadi panitia untuk acara mudik ini gitu. Jadi lebih mudah lah untuk mendaftar," jelasnya mengenai proses administrasi yang dilalui.
Lelaki yang sudah puluhan tahun mengadu nasib di ibu kota ini berharap, program mudik gratis dapat terus diselenggarakan secara konsisten oleh Pemprov DKI Jakarta setiap tahun.
"Semoga lebih mudah juga ke depan untuk mendapatkan tiketnya," pungkas Wawan.