Sosok Kombes Pol Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Disorot Usai Kasus Polisi Tembak Pelajar

M Nurhadi

Selasa, 26 November 2024 | 13:46 WIB
Sosok Kombes Pol Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang Disorot Usai Kasus Polisi Tembak Pelajar
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar. [Suara.com/dok]

Suara.com - Profil dan kekayaan Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar yang menyebut kematikan Siswa SMK Negeri 4 Semarang yang juga anggota Paskibra, GR karena tawuran langsung menuai kontroversi. Pasalnya, Irwan mengaku dirinya hanya memiliki kekayaan yang sangat sedikit.

Sejak menjadi Kapolrestabes Semarang pada 2020 silam, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Iwan sama sekali tak menyebut aset berupa tanah dan bangunan. Iwan juga tak menyebutkan kepemilikan atas alat transportasi dan mesin seperti motor hingga mobil.

Anwar hanya melaporkan memiliki harta bergerak lain senilai Rp8 juta, serta kas dan setara kas senilai Rp144 juta. Dengan demikian, jika ditotal kekayaannya sebanyak Rp152 juta. Anehnya, meskipun rajin melaporkan kekayaannya setiap tahun, namun harta yang dilaporkan tidak berubah sedikitpun mulai 2020 - 2022. Baru pada 2023, hartanya melonjak hingga Rp2,82 miliar.

Sebanyak Rp2,5 miliar dari total harta tersebut merupakan sebuah tanah dan bangunan seluas 200 m2 yang berada di Jakarta Selatan dan merupakan hasil sendiri. Dua komponen harta lain adalah harta bergerak lainnya Rp8 juta dan kas/ setara kas Rp318 juta.

Sepanjang kiprahnya di institusi Polri, Irwan memang kontroversial. Putra dari periode 1998-2000 Jenderal (Purn) Rusman Hadi itu diketahui terlibat dalam  kasus pemerasan pimpinan KPK terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Irwan Anwar diduga menjadi perantara dalam pertemuan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua KPK Firli Bahuri.

Ia diduga membawa uang transaksi senilai Rp1 miliar dalam bentuk dolar Singapura untuk diserahkan kepada Firli Bahuri sebagai 'uang tutup mulut' dalam kasus korupsi di Kementerian Pertanian. Irwan juga merupakan suami dari kemenakan Syahrul Yasin Limpo, Andi Tensi Natassa.

Kini, Kapolrestabes terseret dalam kasus kematian seorang pelajar di Semarang yang diduga kuat ditembak oleh polisi. Menurutnya, pihaknya masih menanti apakah penyebab kematian GR akibat luka tembakan atau tidak.

Kombes Irwan Anwar menjelaskan, peristiwa bermula saat pihak kepolisian menerima laporan telah terjadinya tawuran di beberapa titik. Dari ketiga kasus itu, pihaknya sudah menetapkan beberapa orang sebagai tersangka.

"Pada Minggu dini hari kemarin, kita menangani atau menerima laporan setidaknya ada 3 peristiwa tawuran antar geng di kota Semarang, terjadi di titik Kecamatan Gayamsari, di Semarang Utara, dan di Semarang Barat," kata Kombes Irwan Anwar dalam keterangan pers, Senin (25/11/2024).

baca juga

"Nah, dalam penangangan ketiga (kasus) ini, ada beberapa yang kita amankan, kita periksa, dan kita tetapkan sebagai tersangka. Di Gayamsari itu ada dua tersangka yang kita tetapkan sebagai tersangka tawuran antar geng. Kemudian di Semarang Utara itu ada korbannya, tetapi pelakunya masih dalam proses penyelidikan," sambungnya.

Sementara itu, penembakan siswa SMK terjadi saat peristiwa tawuran di Semarang Barat. Kombes Irwan menjelaskan bahwa pihaknya sudah memeriksa 12 anak yang terlibat dalam tawuran. Dari jumlah itu, 4 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Nah peristiwa ketiga yang terjadi di Semarang Barat, kita melakukan pemeriksaan terhadap 12 tersangka, eh saya ulangi, 12 anak-anak yang terlibat," ucap Kombes Irwan.

Empat di antaranya sudah kita tetapkan sebagai tersangka. Mereka dari dua kelompok yang berbeda, geng Seroja dan geng Tanggul Pojok. Nah korban ini kebetulan dari geng Tanggul Pojok.

Saat tawuran kedua geng itu, kata Kombes Irwan, datang anggota polisi. Menurut keterangannya, polisi itu berniat melerai GR dan kelompoknya yang terlibat tawuran dengan geng Seroja. Tembakan pun dilepaskan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejanggalan Siswa SMK Diduga Ditembak Polisi: Tawuran atau Serempet Motor?

Kejanggalan Siswa SMK Diduga Ditembak Polisi: Tawuran atau Serempet Motor?

Lifestyle | Selasa, 26 November 2024 | 11:14 WIB

Ferdy Sambo Trending, Dikaitkan dengan Dugaan Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang

Ferdy Sambo Trending, Dikaitkan dengan Dugaan Polisi Tembak Siswa SMK di Semarang

Lifestyle | Selasa, 26 November 2024 | 10:09 WIB

Kasus Siswa SMK Diduga Ditembak Polisi: 4 Anak Jadi Tersangka, Status Oknum Penembak Masih Tanda Tanya

Kasus Siswa SMK Diduga Ditembak Polisi: 4 Anak Jadi Tersangka, Status Oknum Penembak Masih Tanda Tanya

Lifestyle | Selasa, 26 November 2024 | 09:19 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×