Kenapa Prabu Revolusi Dicopot dari Komdigi padahal Baru 3 Bulan Bertugas?

Nur Khotimah

Jum'at, 29 November 2024 | 10:33 WIB
Kenapa Prabu Revolusi Dicopot dari Komdigi padahal Baru 3 Bulan Bertugas?
Prabu Revolusi [Instagram/praburevolusi]]

Suara.com - Prabu Revolusi dicopot dari jabatannya di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) setelah sekitar 3 bulan bertugas. Pencopotan Prabu Revolusi ini memicu pertanyaan publik terkait alasan di balik keputusan tersebut.

Untuk menggantikan Prabu Revolusi, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menunjuk Molly Prabawati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM). Diketahui ketika itu posisi yang diisi Prabu masih bernama Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Ditjen IKP).

Lantas apa alasan Prabu Revolusi dicopot dari Komdigi? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Alasan Prabu Revolusi Dicopot dari Komdigi?

Potret Prabu Revolusi. (Instagram)
Potret Prabu Revolusi. (Instagram)

Alasan sebenarnya Prabu Revolusi dicopot masih menjadi bola liar. Beberapa sumber mengungkap bahwa Prabu Revolusi dicopot karena diduga ada sejumlah masalah, termasuk kebocoran data yang sering terjadi di ruang digital.

"Banyak protes soal kebocoran data, bahkan beberapa inisial yang disebut-sebut juga tidak jelas, termasuk Bu Menteri sendiri tidak tahu inisial tersebut," ujar seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.

Selain itu Prabu Revolusi juga disebut pernah menjadi bagian dari tim pemenangan Ganjar Pranowo tapi akhirnya dikeluarkan karena dianggap tidak maksimal dalam bekerja. Ada juga dugaan Prabu bermain "dua kaki" dengan mendukung pasangan calon lain, yang menurut sumber internal MNC, membuat posisinya terancam.

"Ketahuan HT karena dianggap main dua kaki," ucap seorang narasumber yang tak mau diungkap identitasnya di MNC.

Selain itu beberapa spekulasi muncul apakah pencopotan Prabu Revolusi juga terkait polemik di klub sepak bola atau isu sensitif lainnya, termasuk konflik dengan tokoh seperti Muni atau Budi Arie. Meski begitu sampai sekarang belum ada pernyataan resmi soal alasan pencopotan Prabu Revolusi.

Reorganisasi di Komdigi

Prabu Revolusi saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (13/9/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Prabu Revolusi saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (13/9/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Dalam pemerintahan Prabowo-Gibran, Kominfo dirombak sehingga kini bernama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Perubahan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 174 Tahun 2024, yang memperkenalkan 5 Direktorat Jenderal (Dirjen) baru, yaitu:

baca juga

1. Dirjen Infrastruktur Digital dipimpin Plt Ismail
2. Dirjen Teknologi Pemerintah Digital dipimpin Plt Mira Tayyiba
3. Dirjen Ekosistem Digital dipimpin Plt Wayan Toni Supriyanto
4. Dirjen Pengawasan Ruang Digital dipimpin Plt Alexander Sabar
5. Dirjen Komunikasi Publik dipimpin Plt Molly Prabawaty menggantikan Prabu Revolusi

Pergeseran Prabu dan digantikan oleh Molly tercantum di Surat Perintah Pelaksana Tugas No: 2186/M.KOMDIGI/KP.01.06/11/2024 yang diteken Meutya Hafid pada 25 November 2024.

Oleh karenanya sosok Prabu Revolusi kini ramai disorot, apalagi karena rekam jejak politiknya jelang tahun 2024. Diketahui Prabu sempat jadi bagian Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD namun dipecat pada akhir tahun 2023. Setelah itu Prabu bergabung dalam barisan Prabowo dan Gibran.

Ada Kebocoran Data?

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membuka puncak AJK 2024 di Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2024) [Suara.com/ANTARA]
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membuka puncak AJK 2024 di Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2024) [Suara.com/ANTARA]

Komdigi tengah menghadapi tantangan besar terkait kebocoran data yang berulang kali terjadi. Hal ini jadi perhatian serius Menteri Komdigi Meutya Hafid yang langsung menunjuk Alexander Sabar sebagai Plt Dirjen Pengawasan Ruang Digital untuk memperkuat pengawasan.

Sementara itu di laman resmi Komdigi, semua posisi Dirjen sekarang masih diisi oleh pejabat sementara (Plt). Nama Prabu Revolusi dan Hokky Situngkir yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen di Kementerian Kominfo kini tak lagi tercatat di struktur organisasi.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi baik Prabu Revolusi maupun Hokky Situngkir terkait pencopotan mereka. Meski begitu langkah ini diyakini sebagai upaya pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ruang digital dan mencegah masalah kebocoran data di masa depan.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendidikan Prabu Revolusi vs Molly Prabawaty: Siapa Lebih Layak di Komdigi?

Pendidikan Prabu Revolusi vs Molly Prabawaty: Siapa Lebih Layak di Komdigi?

Lifestyle | Kamis, 28 November 2024 | 19:37 WIB

Judi Online Jebakan Batman? Cak Imin Bongkar Trik Bandar Tipu Mangsa

Judi Online Jebakan Batman? Cak Imin Bongkar Trik Bandar Tipu Mangsa

News | Kamis, 28 November 2024 | 16:37 WIB

Beda Gaji Prabu Revolusi di Dirjen Komdigi vs Komisaris Kilang Pertamina, Kini Baru Dicopot Meutya Hafid

Beda Gaji Prabu Revolusi di Dirjen Komdigi vs Komisaris Kilang Pertamina, Kini Baru Dicopot Meutya Hafid

Lifestyle | Kamis, 28 November 2024 | 15:56 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×