Bukan Stem Cell Asli, Dokter Sebut Perawatan Mahal di Klinik Richard Lee Pakai Sekretom, Apa Itu?

Nur Khotimah

Minggu, 22 Desember 2024 | 14:01 WIB
Bukan Stem Cell Asli, Dokter Sebut Perawatan Mahal di Klinik Richard Lee Pakai Sekretom, Apa Itu?
Richard Lee (Instagram/dr.richard_lee)

Suara.com - Seorang dokter kecantikan ikut buka suara perihal produk perawatan di klinik kecantikan Richard Lee. Salah satu fokus yang disoroti sang dokter adalah treatment stem cell yang ditawarkan Dokter Richard Lee. Kenapa?

Adalah dr. Nanang Masrani, M.Biomed (AAM) yang buka suara soal perawatan stem cell di klinik Richard Lee. Pendiri GLOSKIN Aesthetic Clinic itu menyampaikan pendapatnya di kanal YouTube Denny Sumargo.

Sebagai informasi, klinik Richard Lee menawarkan perawatan stem cell yang kabarnya dibanderol seharga belasan hingga puluhan juta. Belakangan stem cell di klinik Richard Lee dikritisi oleh Doktif alias Dokter Detektif.

Doktif mulai menyoroti stem cell ala Richard Lee karena mendapat keterangan yang berbeda dari pihak klinik. Di mana awalnya, disebutkan bahwa perawatan stem cell mereka berasal dari human stem cell asli, tapi pernyataan tersebut berubah di kesempatan berbeda.

"Pada saat itu, Doktif tanyakan, 'Apa yang dimaksud dengan mini stem cell?' Melalui chat WhatsApp. Adminnya bilang, itu sama dengan human stem cell, yang harganya ratusan juta," kata Doktif seperti dilansir dari YouTube Denny Sumargo pada Minggu (22/12/2024).

"Tetapi pada saat Doktif datang, ternyata penjelasan dari dokter berubah. Setelah mengetahui tentang kedatangan Doktif. Berubah menjadi mini stem cell adalah bukan human stem cell, tetapi itu adalah sekretom," imbuhnya.

Di sinilah dr. Nanang Masrani turut buka suara. Lulusan program Master Anti Aging Medicine Universitas Udayana Bali itu membenarkan pernyataan Doktif soal keaslian stem cell yang dipakai oleh klinik Richard Lee. Alih-alih stem cell, pihak klinik diduga memakai sekretom. Apa itu?

Ilustrasi stem cell. (Pexels/Thirdman)
Ilustrasi stem cell. (Pexels/Thirdman)

"Sekretom ini adalah metabolik dari stem cell. Jadi, stem cell manusia mengeluarkan metabolik atau sekresi, atau dalam tanda kutip itu 'kotoran', hasil metabolismenya. Jadi bukan stem cell-nya," kata dr. Nanang Masrani memberikan penjelasan soal sekretom.

"Tapi beliau (Richard Lee) men-charge Rp15 juta dengan alasan di chat itu adalah human stem cell dengan dosis yang kecil. Jadi, bagi masyarakat yang sudah melakukan mini stem cell, kira-kira mau nggak memaafkan dr. Richard? Karena itu bukan human stem cell, tapi itu adalah sekretom," timpal Doktif.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Pendidikan Deddy Corbuzier Vs dr Richard Lee, Ternyata Punya Gelar Sama

Adu Pendidikan Deddy Corbuzier Vs dr Richard Lee, Ternyata Punya Gelar Sama

Lifestyle | Sabtu, 21 Desember 2024 | 11:10 WIB

Intip Gaji Dokter Kecantikan di Korsel yang Mirip Profesi dr Richard Lee

Intip Gaji Dokter Kecantikan di Korsel yang Mirip Profesi dr Richard Lee

Bisnis | Sabtu, 21 Desember 2024 | 12:51 WIB

Deddy Corbuzier Muak dengan Perseteruan dr. Richard Lee dan Doktif, Singgung Sumpah Dokter

Deddy Corbuzier Muak dengan Perseteruan dr. Richard Lee dan Doktif, Singgung Sumpah Dokter

Entertainment | Jum'at, 20 Desember 2024 | 19:15 WIB

Terkini

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Imigrasi Sumut Gelar Upacara HUT ke-81 RI, Pertegas Kedaulatan dan Integritas

Sumut | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?

Entertainment | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer: Kisah Kelam Perempuan Indonesia di Era Pendudukan Jepang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Denny Sumargo Tampil Emosional di Baby Udon, Kisah Nyata Fanny dan Hajime Jadi Pesan Harapan

Denny Sumargo Tampil Emosional di Baby Udon, Kisah Nyata Fanny dan Hajime Jadi Pesan Harapan

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:26 WIB

Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?

Kampung Bahari Digerebek Berulang, Mengapa Jaringan Narkoba Tak Kunjung Hilang?

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Pertarungan Skutik Retro: Mending Yamaha Fazzio, Honda Scoopy, atau Honda Stylo 160?

Pertarungan Skutik Retro: Mending Yamaha Fazzio, Honda Scoopy, atau Honda Stylo 160?

Otomotif | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:24 WIB

DeepTalk | Putusan MK Bukan Larang Kuota Hangus, Provider Harus Apa?

DeepTalk | Putusan MK Bukan Larang Kuota Hangus, Provider Harus Apa?

Video | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Rumah Diperbaiki, Anak Dicarikan Kerja: Wajah Baru Program Pengentasan Kemiskinan di Jateng

Rumah Diperbaiki, Anak Dicarikan Kerja: Wajah Baru Program Pengentasan Kemiskinan di Jateng

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:23 WIB

Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya

Respons BEM UI Soal Status Bencana Nasional di NTT, Pimpinan DPR: Yang Penting Penanganannya

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:20 WIB

×