Mitos atau Fakta: Berat Badan Naik, Kebahagiaan Turun?

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 28 Januari 2025 | 15:23 WIB
Mitos atau Fakta: Berat Badan Naik, Kebahagiaan Turun?
Ilustrasi Berat Badan Berlebih (unsplash/towfiquy barbhuiy)

Suara.com - Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa hubungan antara kenaikan berat badan dan tingkat kebahagiaan seseorang lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan berat badan mungkin tidak berdampak langsung pada kesejahteraan emosional seseorang.

Dilansir dari Medical Daily, penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Applied Positive Psychology ini menggunakan data dari hampir 9.000 peserta dalam Studi Panel Pendidikan Nasional Jerman (NEPS).

Para peneliti mengecualikan partisipan yang memiliki kondisi kelebihan berat badan ekstrem atau kekurangan berat badan untuk menghindari bias.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) dan kebahagiaan tidak memiliki hubungan signifikan secara langsung. Bahkan, pada beberapa kasus, kenaikan berat badan justru sedikit meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang, baik pria maupun wanita, tanpa memandang kategori BMI.

Peneliti utama, Felix Bittmann menjelaskan, meski kelebihan berat badan dapat berdampak negatif pada kepuasan hidup, pengaruh tersebut sering kali bersifat sementara.

“Mungkin dampak negatifnya hanya terasa pada awal peningkatan berat badan hingga seseorang terbiasa dengan kondisinya,” ujar Bittmann, dikutip dari Antara, Selasa (28/1/2025).

Penelitian ini juga mengungkapkan alasan mengapa obesitas menjadi semakin lazim di banyak negara. Jika kenaikan berat badan tidak memberikan dampak signifikan pada kebahagiaan seseorang, mereka cenderung tidak memiliki motivasi untuk menurunkan berat badan atau mengubah gaya hidup mereka.

Peneliti mencatat bahwa kelebihan berat badan tidak berdampak langsung pada psikologi seseorang, meskipun secara tidak langsung dapat memengaruhi kualitas hidup melalui kesehatan yang lebih buruk dan harapan hidup yang lebih pendek.

“Anehnya, tidak ada bukti bahwa obesitas secara langsung mengurangi tingkat kebahagiaan. Ini penting karena menunjukkan bahwa dampak psikologisnya mungkin tidak seberat yang kita bayangkan,” kata Bittmann.

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana faktor fisik seperti kenaikan berat badan berinteraksi dengan kesejahteraan emosional seseorang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI