Sosok Liang Wenfeng Pendiri DeepSeek, Perusahaan AI yang Bikin ChatGPT Ketar-ketir!

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Kamis, 30 Januari 2025 | 14:37 WIB
Sosok Liang Wenfeng Pendiri DeepSeek, Perusahaan AI yang Bikin ChatGPT Ketar-ketir!
Profil Liang Wenfeng Pendiri DeepSeek (X/hosun_chung)

Suara.com - Kemunculan DeepSeek sebagai primadona baru aplikasi AI (kecerdasan buatan) generatif hingga menjadi saingan ChatGPT, Gemini, dan chatbot belakangan menuai sorotan publik. Adapun sosok di balik aplikasi ini tak lain adalah Liang Wenfeng. Lantas bagaimana profil Liang Wenfeg pendiri DeepSeek?

Asisten AI DeepSeek kini menjadi aplikasi gratis yang paling banyak diunduh nomor 1 di App Store Apple di Amerika Serikat pada Senin (27/1/2025). Hal ini pun turut menumbangkan nilai saham untuk  beberapa perusahan teknologi AS karena minat investor yang mulai beralih.

Dilaporkan, dampak penurunan saham yang begitu besar dialami oleh produsen chip yang kerap digunakan untuk pengembangan AI, Nvidia. Perusahaan ini diketahui telah kehilangan nilai kapitalisasi pasar hampir US$600 miliar (Rp 9.733 triliun). Angka ini menjadi penurunan terbesar bagi perusahaan dalam satu hari dalam sejarah Amerika Serikat.

Dilaporkan CNA, sejak peluncuran ChatGPT OpenAI pada akhir 2022 lalu, perusahaan teknologi asal Tiongkok berupaya keras untuk mengembangkan teklnologi AI dengan menciptakan chatbot mereka sendiri. Pihak DeepSeek mengklaim bahwa dua model yang diluncurkannya sudah mendapat pengakuan dari para geek di Lembah Silikon AS, serta memperoleh penilaian yang setara dengan Open AI dan Meta. 

Selain itu, DeepSeek juga mengatakan produk terbaru yang mereka produksi lebih murah 20 hingga 50 kali lipat dari model OpenAI yang kini banyak digunakan. Keberhasilannya ini tak lepas dari peran Liang Wenfeng, sebagai pemegang saham pengendali perusahaan ini.

Lalu bagaimana dengan Liang Wenfeng dan bagaimana ia mengembangkan produk pesaing ChatGPT tersebut? 

Profil Liang Wenfeng Pendiri DeepSeek

Liang Wenfeng diketahui tumbuh besar di selatan Provinsi Guangdong, di mana sejak tahun 80-90-an wilayah tersebut menjadi pemimpin dalam mengadopsi kapitalisme pasar. Tak pelak jika pria yang kini berusia 39 tahun itu mengaku dikelilingi oleh orang-orang yang menyukai bisnis ketimbang belajar. Meski demikian ia tetap memilih dunia akademis.

Hal ini terbukti saat usia 17 tahun, Liang mendaftar kuliah di Universitas Zhejiang dengan mengambil jurusan Teknik Elektronika dan Komunikasi. Di kampus elit tersebut, ia menyelesaikan gelar master pada bidang yang dama tepatnya di tahun 2010 silam.

Perjalanan Karier Liang Wenfeng

Menjadi "rumah" bagi e-commerce Alibaba dan perusahaan teknologi lainnya, selama di provinsi Zhejiang meyakinkan Liang untuk terjun pula di bisnis teknologi informasi (TI). Ia mulai mendirikan perusahaan dana lindung nilai (hedge fund) pada tahun 2015.

Perusahaan yang bernama High-Flyer Quantitative Investment Management ini lantas menggunakan algoritma matematika yang rumit untuk perdagangan. Sementara itu, analisis manusia tidak digunakan, sehingga perusahaan sepenuhnya menggunakan teknik pembelajaran mesin.

Portofolio dana yang telah dikelola High-Flyer Quantitative Investment Management berjumlah lebih dari 100 miliar yuan pada akhir 2021. Akan tetapi, di bulan April 2023, perusahaan mengumumkan di akun WeChat-nya bahwa pihaknya akan memperluas kewenangan di luar industri investasi serta lebih memfokuskan sumber daya untuk 'mengeksplorasi esensi AGI (kecerdasan umum buatan)'.

Perjalanan Mendirikan DeepSeek

Sebulan setelah itu, DeepSeek pun resmi didirikan. Adapun karyawan perusahaan ini sebagian besar lulusan dan mahasiswa PhD dari berbagai universitas ternama di Tiongkok. Liang sebagai pemimpin, meyakini jika para karyawannya akan betah bekerja di DeepSeek karena mempunyai tantangan besar dalam teknologi AI.

Liang sendiri dikenal sebagai sosok yang enggan menceritakan kehidupan pribadinya di hadapan publik. Ia tercatat hanya mau melakukan wawancara  kepada outlet media China Waves tahun 2024 dan tahun 2023. Selain du media itu ia tidak pernah muncul di depan publik lagi. DeepSeek juga tidak mau menanggapi terkait permintaan wawancara.

Di bawah kepemimpinan Liang Wenfeng, DeepSeek kemudian memfokuskan bakat dan sumber daya penelitian untuk menciptakan model yang bisa menyerupai, atau lebih baik dari OpenAI. Besar harapan perusahaan di masa depan untuk terus berfokus pada model-model mutakhir yang digunakan oleh perusahaan lainnya untuk membangun produk AI yang akan ditujukan bagi konsumen maupun perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DeepSeek R1 Gratis atau Tidak? Ini Kelebihan dan Kekurangan dibanding ChatGPT

DeepSeek R1 Gratis atau Tidak? Ini Kelebihan dan Kekurangan dibanding ChatGPT

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 10:11 WIB

Sejarah Panjang NVIDIA: Calon Pemimpin Industri AI Digoyang Deepseek dari China?

Sejarah Panjang NVIDIA: Calon Pemimpin Industri AI Digoyang Deepseek dari China?

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 10:01 WIB

DeepSeek Pakai API OpenAI Diam-diam? Microsoft Turun Tangan!

DeepSeek Pakai API OpenAI Diam-diam? Microsoft Turun Tangan!

Tekno | Kamis, 30 Januari 2025 | 09:12 WIB

Terkini

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

JEDA 10 Detik Jadi Solusi Blibli Cegah Respons Impulsif dan Perkuat Perlindungan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:14 WIB

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Indonesia Gandeng Teknologi Korea, Perkuat Pertahanan Hadapi Ancaman Siber yang Kian Kompleks

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:06 WIB

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

5 Krim Pagi untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Bikin Kulit Glowing dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 20:05 WIB

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Berapa Harga Cushion OMG? Rahasia Makeup Cantik Maia Estianty di Nikahan El Rumi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:18 WIB

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Diskon Sepatu Nike di Sports Station, Harga Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 19:10 WIB

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Siapa Saja Kru Masinis Argo Bromo? Ungkap Masalah Sinyal Usai Kecelakaan Tabrak KRL

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 17:00 WIB

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Selamat Tinggal Gas Melon, Bahlil Siapkan Alternatif Pengganti LPG

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:45 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Urutan Skincare Wardah Malam untuk Cegah Penuaan Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 16:44 WIB

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:56 WIB

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 15:43 WIB