Apa Saja Obat HIV? Trump Beri Titah Stop Pengiriman Obat Ini!

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 01 Februari 2025 | 17:36 WIB
Apa Saja Obat HIV? Trump Beri Titah Stop Pengiriman Obat Ini!
Apa Saja Obat HIV (Unsplash)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetop pasokan medis dan obat-obatan seperti tuberkulosis (TBC), HIV, hingga malaria ke negara-negara dataran rendah, termasuk Indonesia. Keputusan ini dibuat Trump terkait bantuan pembekuan dan pendanaan AS mulai tanggal 20 Januari 2025 lalu. Lantas apa saja obat HIV?

Melansir dari berbagai sumber, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) selama ini memang membantu negara-negara miskin di seluruh dunia. Bantuan ini diberikan untuk berbagai program pembangunan, ekonomi, dan kemanusiaan.

Menanggapi keputusan Amerika Serikat, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa hal tersebut ternyata berdampak terhadap sumber hibah untuk membantu sejumlah penanganan penyakit maupun pengobatan, termasuk salah satunya HIV.

Sebagaimana diketahui, selama ini Indonesia memang kerap memperoleh bantuan secara langsung dari beberapa pihak seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan aliansi vaksin internasional GAVI. Bantuan utama di sejumlah lembaga tersebut memang didominasi oleh AS.

Kendati demikian, Budi menyebut bahwa Indonesia sebenarnya sudah mulai memanfaatkan dana hibah dari negara lain, dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada AS. Menurutnya, pemerintah saat ini aktif menjalin kerja sama dengan pihak lain, termasuk Arab Saudi dan India. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan tenaga kesehatan dan obat-obatan, terutama untuk penyakit jantung.

Apa Saja Obat HIV?

Perlu diketahui bahwa, sejauh ini belum ditemukan obat untuk mengatasi bahkan menyembuhkan penyakit HIV. Adapun obat yang biasa direkomendasikan oleh dokter hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah virus di dalam tubuh pasien, bukan untuk menyembuhkannya.

Antiretroviral (ARV) menjadi salah satu obat yang banyak direkomendasikan oleh dokter untuk pengidap HIV. Obat ini bekerja untuk meredakan infeksi HIV dan virus penyebab Acquired Immunodeficiency Virus (AIDS). Ada beberapa jenis obat ARV di antaranya:

1. Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI)

Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NRTI) adalah obat yang bekerja dengan cara memblokir Reverse Transcriptase (RT). Diketahui RT adalah sebuah enzim yang dibutuhkan virus untuk berkembang biak ataupun menggandakan diri. Berbagai jenis NRTI diantaranya Zidovudine (AT), Tenofovir, dan Lamivudine. 

2. Non-Nukleosida Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI)

Hampir serupa dengan NRTI, Non-Nukleosida Reverse Transcriptase Inhibitor (NNRTI) juga bekerja dengan cara memblokir enzim RT. Namun satu hal yang membedakannya berbeda yakni, NNRTI tidak mengandung nukleoside. 

baca juga

Ketika NNRTI secara bersama dengan NRTI, maka proses penghambatan terhadap pertumbuhan virus akan berjalan lebih optimal. Beberapa contoh NNRTI antara lain Nevirapin, Efavirenz, dan Rilpivirin.

3. Protease Inhibitor (PI)

Protease Inhibitor (PI) untuk penderita HIV bekerja dengan cara menghambat protease. Adapun protease merupakan enzim yang berperan penting dalam membantu proses pencernaan serta penyembuhan luka.

Selain itu, obat satu ini juga bermanfaat untuk menghambat perkembangbiakan virus HIV di dalam tubuh seseorang. Beberapa contoh obat PI di antaranya yaitu Lopinavir, Atazanavir, dan Ritonavir. 

4. Integrase Inhibitor (INSTI)

INSTI berguna untuk menghambat integrase, sebiah enzim yang memungkinkan virus HIV menyelipkan materi genetiknya ke dalam sel tubuh manusia. Obat INSTI juga dikenal dengan nama Dolutegravir. Beberapa contoh jenis PI antara lain Atazanavir, Darunavir, Fosamprenavir dan Lopinavir.

5. Entry inhibitors

Entry inhibitors bekerja dengan cara menghalangi virus HIV dan AIDS untuk masuk sel T yang sehat. Dalam praktiknya, obat ini jarang sekali digunakan sebagai pengobatan pertama untuk penyakit HIV. Contoh Entry inhibitors yaitu Fusion inhibitor, Post-attachment inhibitors dam Chemokine coreceptor antagonists (CCR5 antagonis).

Itulah tadi ulasan tentang apa saja obat HIV. Peraturan Trump untuk menghentikan pasokan medis dan obat-obatan seperti obat HIV, ke negara-negara dataran rendah, berdampak ke Indonesia.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma China, Dua Negara Ini Ikut Jadi Korban Perang Dagang AS, Tesla Terancam?

Tak Cuma China, Dua Negara Ini Ikut Jadi Korban Perang Dagang AS, Tesla Terancam?

Otomotif | Sabtu, 01 Februari 2025 | 11:59 WIB

Trump Ngotot Mesir dan Yordania Akan Terima Pengungsi Gaza Meski Sudah Ditolak

Trump Ngotot Mesir dan Yordania Akan Terima Pengungsi Gaza Meski Sudah Ditolak

News | Jum'at, 31 Januari 2025 | 19:00 WIB

Saksi Mata Ungkap Detik-detik Jatuhnya Pesawat American Airlines: Seperti Suasana Perang!

Saksi Mata Ungkap Detik-detik Jatuhnya Pesawat American Airlines: Seperti Suasana Perang!

News | Jum'at, 31 Januari 2025 | 16:26 WIB

Terkini

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Hari Susu Sedunia 2026: Kebiasaan Kecil Minum Susu yang Bisa Berdampak Besar bagi Kesehatan

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:33 WIB

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Keliling Jakarta Tanpa Takut Sinar UV, Menemukan Cerita di Setiap Sudut Kota

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:25 WIB

Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?

Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:15 WIB

5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif

5 Moisturizer Anak untuk Mencerahkan Kulit Wajah yang Kusam dan Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:45 WIB

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:15 WIB

3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi

3 Shio yang Beruntung Selama 22-28 Juni 2026, Rezeki Datang Bertubi-tubi

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia

Tak Hanya Bersih Mengilap, Peralatan Makan Juga Perlu Bebas Residu Kimia

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:46 WIB

Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama

Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:35 WIB

Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi

Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:25 WIB

3 Lampu Emergency Terbaik dan Tahana Lama Sampai 20 Jam, Solusi Listrik Mati dalam Rumah Tangga

3 Lampu Emergency Terbaik dan Tahana Lama Sampai 20 Jam, Solusi Listrik Mati dalam Rumah Tangga

Lifestyle | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:50 WIB